×

Notice

There is no category chosen or category doesn't contain any items

Tahun 2017 Pemda DKI Bangun 15 Ribu Rusunawa di Lokasi Ini

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Pemerintah dan negara punya kewajiban untuk menyediakan tiga kebutuhan pokok manusia, antaralain sandang, pangan, dan papan. Menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Siaful Hidayat, hingga saat warga negara Indonesia belum berdaulat akan pangan dan papan. Kedua kebutuhan utama manusia ini terus diupayakan pemenuhannya, termasuk oleh Pemerintah Daerah DKI Jakarta.

"Masih banyak saudara kita tinggal di tempat-tempat tidak layak, seperti di kolong-kolong jembatan atau jalan tol, bantaran kali, dan tempat-tempat yang tidak seharusnya. Jadi kewajiban kita adalah bagaimana supaya bisa menyediakan kebutuhan pokok ini," kata Djarot sesaat sebelum membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Realestat Indonesia (REI) DKI Jakarta di JS Luwansa Hotel, Kuningan, Jakarta, Selasa, (18/10/2016).

[Baca: REI DKI Jakarta: Kita Buktikan, Awal 2017 Properti Bangkit]

Pemda DKI, sebut Djarot terus berupaya untuk memenuhi hunian layak bagi warganya, meski lahan di DKI yang sudah sangat terbatas.

"Kita menyadari bawah kebutuhan perumahan bagi warga DKI masih sangat banyak. Karena keterbatasan lahan tersebut, maka pembangunan hunian hanya bisa dilakukan ke atas atau vertikal, tidak bisa horisontal. Kita manfaatkan lahan secara maksimal dengan tetap memperhitungkan secara matang dampak akibatnya," kata dia.

Dihadapan sekitar 250 peserta Rakerda REI DKI tersebut, Djarot menyarankan agar REI tetap fokus pada pembangunan hunian menengah ke atas, sementara Pemda pada penyediaan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) bagi warga DKI.

"Kami akan menyediakan perumahan yang murah meriah. Tentunya REI DKI menyediakan yang menengah ke atas, untuk di Jakarta. Oleh karenanya, kami banyak bangun rusunawa. Tahun 2017, kami akan bangun 10.450 unit rusunawa dengan alokasi anggaran Rp 4,1 triliun," terang Djarot.

"Sebetulnya target kami di tahun 2017 adalah kami bisa bangun 15.000 unit rusunawa. Jadi kami akan tetap upayakan," imbuhnya.

Untuk mengoptimalkan potensi yang ada, maka Pemda akan membangun rusunawa-rusunawa tersebut di aset-aset yang sudah ada, seperti di Pasar Rumput, ada pula di Pasar Minggu, dan beberapa terminal yang ada.

"Jadi rusunawa itu akan kami bangun di aset-aset kami, terutama yang ramai dan strategis, untuk mengoptimalkan potensi yang kita miliki. Misalkan yang akan kita lakukan, mengoptimalkan pasar-pasar di DKI. Kita bangun atasnya untuk perumahan dan bawahnya untuk pasar. Jadi para pedagang bisa tinggal di atasnya. Ini sudah mulai kita lakukan di Pasar Rumput, Jakarta," terangnya.

"Sehingga setiap aset yang kita miliki, ada aktivitas ekonomi dan sosial, termasuk dengan perumahannya," sambung Wagub Djarot.

Dalam kesempatan tersebut, Djarot juga mengapresiasi para pengembang yang telah berpartisipasi membantu pemerintah mengadakan hunian layak bagi warga.

"Kewajiban kami adalah mensubsidi mereka yang tidak mampu. Kewajiban teman-teman yang tergabung dalam REI juga memberikan kontribusi untuk membantu mereka-mereka yang tidak mampu, karena kita tidak bisa hidup sendiri," katanya. [pio]

You have no rights to post comments