×

Notice

There is no category chosen or category doesn't contain any items

Sandiaga Uno Tawarkan Solusi Rumah Layak Bagi Warga DKI

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Salah satu persoalan besar yang sering dihadapi masyarakat di Jakarta adalah hunian layak. Terlepas dari Banyak masyarakat yang setuju direlokasi ke apartemen, namun ada juga yang masih merasa terpaksa lantaran tidak sesuai dengan harapan dan keinginan mereka. Lantas hunian seperti apa yang layak dan dapat diterima oleh semua warga DKI Jakarta?

Calon Gubernur DKI Jakarta dari Partai Gerindra, Sandiaga Uno telah menyiapkan beberapa program terutama dikhususkan bagi masyarakat menengah ke bawah agar dapat memiliki rumah layak di Jakarta.

[Baca: Perda Kota Depok Sulitkan Pengembang Bangun Rumah Murah]

"Pak Jokowi pernah mengagas Kampung Deret yang sebenarnya sangat diterima masyarakat. Saat ini tidak dilanjutkan, tapi ada harapan masyarakat bahwa Kampung Deret bisa diteruskan kembali. Saat ini kami sedang mengkaji program tersebut," ujar Sandi di sela acara Indonesia Is Me - Art and Culture - yang diselenggarakan oleh pengembang Synthesis Development di Synthesis Residence Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (13/8/2016) lalu.

Untuk itu, lanjut Sandi, harus adanya program khusus yang diadakan untuk pula bisa membuat harga properti murah atau bisa dijangkau oleh masyarakat menengah ke bawah. "Tadi saya sempat bicara pada pihak Synthesis Residence, bagaimana kalau bukan kelas mengenah ke atas saja yang diberikan hunian layak. Dan bagaimana bermitra dengan pemerintah provinsi maupun komunitas-komunitas untuk menghadirkan hunian layak untuk kelas menengah ke bawah," jelasnya.

Terkait relokasi masyarakat ke rumah susun/apartemen menurut Sandi, sah-sah saja dilakukan, selama sosialisasi bisa dilakukan dengan bagus dan masyarakat pun dapat menerima itu. "Selama mayoritas masyarakat tersebut merasa aspek ekonomi, sosial, maupun pendidikan anak-anak bisa dipikirkan dan ditampung, tentunya sah-sah saja. Tapi rata-rata keinginan masyarakat mau tinggal di tempat mereka berada saat ini karena sudah puluhan tahun tinggal di sana," ungkapnya.

Sementara bagi masyarakat yang tinggal di kanal atau sekitar daerah aliran sungai, Sandi pun tengah menyusun konsep bersama asosiasi real estate untuk dapat menghadirkan hunian layak namun tidak mencemari sungai dan tetap terlihat rapih. Dia mencontohkan kesuksesan pemerintah Belanda yang menata rumah-rumah di bantaran kali di Amsterdam menjadi lebih tertib dan tertata.

"Asal masyarakat juga mendukung dengan tidak membuang sampah sembarangan. Malah nanti akan bisa menjadi tempat wisata," katanya.

Sandi melanjutkan, "Jadi bagaimana kita menata rumah-rumah di sungai dan kanal-kanal agar lebih bernilai ekonomis dan menjadi daya tarik. Walaupun rumahnya kecil-kecil seperti di Amsterdam." [pio]

You have no rights to post comments