×

Notice

There is no category chosen or category doesn't contain any items

HK Realtindo Segera Kembangkan Mega Proyek Rp 20 Triliun, KEK Tanjung Api-api

User Rating: 4 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Inactive
 

PT. Hutama Karya (Persero) bersama Badan Promosi dan Perizinan Penanaman Modal Sumatera Selatan menandatangani nota kesepahaman untuk pengembangan mega proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-api, Sumatera Selatan. Penandatanganan yang digelar di sela acara Regional Investment Forum 2016, Selasa (26/7/2016) tersebut disaksikan langsung oleh Gubernur Provinsi Sumatera Selatan, Alex Noerdin.

Terletak strategis di antara Singapura dan Jakarta, KEK Tanjung Api-api direncanakan akan menjadi pelabuhan berstandar internasional, kawasan industri, dan pusat logistik.

KEK Tanjung Api-api akan menjadi kawasan terpadu untuk beberapa industri, seperti batubara, powerplant, petro kimia, kimia dasar, dan tekstil. Dengan total lahan seluas lebih dari 2000 hektar, KEK Tanjung Api juga akan dilengkapi dengan pelabuhan berskala internasional, termasuk di dalamnya pengembangan deep sea port Tanjung Carat.

Disaat bersamaan, PT Hutama Karya (persero) sebagai pemegang konsesi pembangunan jalan tol Trans Sumatra, akan membangun jalan tol sepanjang 70 KM di jalur Palembang – Tanjung Api-api melengkapi fasilitas pendukung KEK Tanjung Api-Api.

Dalam acara penandatanganan tersebut, PT HK Realtindo (HKR), sebagai anak usaha HK, turut hadir bersama ratusan investor dalam dan luar negeri. HKR siap mendukung sebagai pengelola dan pengembang KEK Tanjung Api-api.

Dalam waktu dekat, HK bersama Pemprov Sumsel melalui BUMD yang ditunjuk akan membentuk joint venture untuk mengembangkan kawasan yang ditargetkan akan mulai dibangun akhir tahun depan.

KEK Tanjung Api-api direncanakan akan menjadi rumah untuk kawasan industri kimia dasar dan kecil, kantor pemerintahan, ruang terbuka hijau, perkantoran dan komersial, pengolahan air limbah, pergudangan, instalasi pengolahan air, pembangkit listrik, dan terminal container.

Kawasan ini juga dirancang sebagai terminal batubara, termasuk di dalamnya pengembangan kawasan reklamasi pelabuhan Tanjung Carat.

Selain akses jalan tol, mega proyek Tanjung Api-api ini juga akan terintegrasi dengan rencana jaringan rel kargo sepanjang 375 KM.

Pengambangan proyek prestisius ini rencananya akan dibagi dalam lima tahap dengan fase pembangunan terakhir pada 2018 mendatang. Dengan rencana dan desain pengembangan yang ada, HKR optimis KEK Tanjung Api-api akan berjalan sesuai masterplan.

Dukungan dari Pemerintah Daerah dan insentif bagi para calon investor, baik berupa insentif fiskal maupun non-fiskal diharapkan menjadi stimulus pengembangan kawasan ini.

“Dana yang dibutuhkan mungkin sekitar 20 triliun. Angka pastinya nanti kami sampaikan. Dalam sembilan bulan kedepan HK dan BUMD yang ditunjuk Pemprov Sumsel akan membentuk joint venture sebagai pengelola kawasan,” ujar Putut Ari Wibowo, Direktur Pengembangan PT HK, melalui keterangan tertulis yang diterima Property And The City di Jakarta, Selasa, (2/8/2016).

Sementara itu, Taufik Hendra Kusuma, Direktur Keuangan dan SDM HKR, menambahkan bahwa sudah ada dua investor potensial asal Tiongkok yang potensial dijadikan mitra kerja dalam pengembangan KEK ini. [pio]

You have no rights to post comments