×

Notice

There is no category chosen or category doesn't contain any items

Ini Proyeksi Pasar Properti di Surabaya

User Rating: 4 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Inactive
 

Ilustrasi

PT Colliers International Indonesia melansir pasokan baru apartemen strata-title di Surabaya akan meningkat tajam hingga 2019 dengan penambahan sekitar 28.640 unit dari 37 proyek baru.

Colliers International Indonesia merevisi proyeksi persediaan apartemen tahun 2016-2019 karena beberapa hal, seperti proses pembangunan yang lambat, jadwal peletakkan batu yang terlambat, atau permasalahan izin pembangunan.

Colliers memprediksikan bahwa total pasokan apartemen pada tahun 2016-2018 akan mencapai 75.083 unit, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya di angka 77.549 unit. Dari total 75.083 unit tersebut, sekitar 26.583 unit akan selesai dibangun pada tahun 2016, 24.447 unit di tahun 2017, dan 24.053 unit di tahun 2018.

Hingga akhir paruh kedua 2015, total stok apartemen di Surabaya sudah mencapai 23.591 unit. Jumlah tersebut bertumbuh 30% dari kondisi akhir 2014 sebanyak 18.153 unit. Penambahan selama empat tahun ke depan akan lebih dari dua kali lipat kondisi saat ini.

[Baca: Perkantoran di Jakarta Oversupply, Tingkat Hunian Turun]

Associate Director Research Colliers, Ferry Salanto mengatakan, pasokan terbesar selama empat tahun ke depan akan muncul di Surabaya Timur dengan porsi 47% dan diikuti Surabaya Barat dengan 36%.

“Wilayah Surabaya Selatan dan Tengah hanya akan mendapatkan penambahan sekitar 5.000 unit dari 10 proyek yang akan dibangun,” ujar Ferry Salanto di Jakarta, Rabu, (29/6/2016).

Ferry mengatakan, sejumlah pengembang baru mulai hadir dan meramaikan pasar apartemen di Surabaya dengan menyasar wilayah timur dan barat. Hal tersebut menandakan masih ada keyakinan terhadap prospek pasar apartemen di Surabaya selama beberapa tahun ke depan.

Selama semester II/2015, Colliers mencatat ada tujuh proyek baru yang diluncurkan, dengan target penyelesaian antara 2018-2019 dan rentang harga antara Rp 10 juta hingga Rp 24,5 juta per meter persegi.

Di Surabaya Timur, ada dua proyek yang tengah dibangun, yakni Bale Hinggil oleh PT Tlatah Gema Anugrah (900 unit) dan Grand Dharmahusada Lagoon oleh PT PP (840 unit) dengan target utama segmen menengah ke bawah.

Di Surabaya Selatan pun ada dua proyek dari pemain baru, yakni BeSS Mansion oleh PT Mandiri Sukses Sejahtera (723 unit) dan Madison Avenue oleh PT Kertabakti Raharja (800 unit). Target utamanya adalah kalangan pelajar.

[Baca: Tangerang Masih Favorit Pencarian Properti]

Sementara itu, di Surabaya Barat tengah dibangun tiga proyek, yakni Graha Golf dan The Rosebay Graha Family oleh PT Intiland (158 dan 229 unit) dan Darmo Hill oleh PT Lamicitra Nusantara (500 unit). Target utamanya adalah segmen menengah ke atas karena lokasinya yang cukup favorit.

Colliers memperkirakan, pasar apartemen jual di Surabaya masih cukup sehat selama beberapa tahun ke depan seiring semakin meningkatkan tren hunian vertikal dan juga peningkatan kesejahteraan kelas pekerja.

“Surabaya masih menjadi pusat bisnis, industri dan pendidikan sehingga permintaan terhadap hunian diyakini tetap bertumbuh,” terang Ferry.

Proyek Supermal Pakuwon di Surabaya Barat, termasuk menara kembar Orchard Mansion dan Tanglin Mansion, memberikan kontribusi sekitar 40% dari total suplai apartemen baru yang dibangun di Surabaya.

Pakuwon Group juga sangat aktif di Surabaya Timur lewat proyek segmen menengah-bawah Educity Apartments. Proyek ini telah selesai dengan serah terima dua menara terakhir, yaitu Yale dan Princeton.

Colliers menyebut, sebanyak enam proyek baru dan satu proyek ekstensi ditargetkan selesai pada 2018-2019.

“Secara total, Surabaya Timur merupakan penyumbang utama suplai apartemen masa depan dengan 42%, diikuti Surabaya Selatan (37%) dan Surabaya Barat (21%),” paparnya. [wan]

You have no rights to post comments