Previous Next

Beli Rumah di Maja, Tak Perlu Ragu Transportasi

User Rating: 4 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Inactive
 

Maja di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten memang belum setenar Serpong yang berjarak perjalanan sekitar 50 menit dengan kereta rel listrik (KRL) atau commuterline. Tapi siapa sangka, 5 hingga 10 tahun ke depan, Maja akan menjadi pusat kota baru yang bisa bersaing dengan kota-kota satelit lainnya di sekitar Jakarta?

Maja telah dinyatakan layak dan siap dikembangkan menjadi kota baru, pemukiman baru yang layak huni. Bahkan Maja masuk dalam simpul ekonomi baru, salah satu lokasi prioritas pembagunan, sebagaimana telah ditetapkan melalui Prepres No 2 Tahun 2015, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 dengan total area pengembangan mencapai 10.000 hektar.

Beberapa pengembang nasional pun sudah masuk ke Maja dan mulai membangun pemukiman. Bahkan Ciputra Group telah mulai mengembangkan Citra Maja Raya, pengembangan kota terpadu terbesar kedua oleh Ciputra Group, dengan luas pengembangan lahan mencapai 2.000 hektar. Ciputra akan menghadirkan hunian skala kota mandiri yang menggabungkan gaya hidup modern yang didukung dengan program EcoCulture.

Di sisi lain, Mutiara Group melalui PT. Bukit Nusa Indah Perkasa juga tengah membangun perumahan Permata Mutiara Maja di atas lahan seluas 200 hektar yang bersebelahan dengan lokasi Citra Maja Raya. Akan ada sebanyak 2.000 unit rumah subsidi, dan ribuan rumah komersil dibangun di kawasan ini.

[Baca: Permata Mutiara Maja: Rumah Subsidi Dalam Klaster]

“Maja siap menjadi kota baru setelah Serpong dan BSD. Lahan 10.000 hektar siap dibangun menjadi kota baru bagi publik,” ujar Presiden Direktur PT Multi Hokkindo Addji (Ben Hook), Nurul Yaqin di Maja, Lebak, Banten, Sabtu, (4/6/2016).

Presiden Direktur PT Multi Hokkindo Addji (Ben Hokk), Nurul Yaqin // Foto: Pio

Menurut mantan Ketua DPD AREBI Banten ini, Maja merupakan perkawinan ideal antara swasta dan pemerintah. Pembangunan infrastruktur dan sarana pendukung ke wilayah ini pun terus dilakukan. Diantaranya, kata dia, Tol BSD-Balaraja, dan Tol Jakarta-Serpong-Maja.

“Tahun depan Kementerian PUPR juga akan membangun jalan strategis Pamulang Aeon Serpong-Setu-Parung Panjang-Maja sepanjang 87 km. Jalan ini tentu akan membuka akses Maja ke beberapa kota di sekitarnya,” kata Nurul.

Selain itu, sambung Nurul lagi, pembangunan jalur kereta api juga akan dilakukan, diataranya adalah double track (rel ganda) lintas Serpong, antara Parung Panjang-Maja-Rangkas Bitung, dan double track antara Maja-Rangkasbitung-Merak.

“Saat ini fasilitas commuterline dengan rel ganda dari Tanah Abang sudah sampai ke Maja. Jadi transportasi seperti ini tentu akan sangat membantu masyarakat di Maja,” jelasnya.

Melihat geliat pembangunan Maja saat ini, Nurul yakin bahwa dalam beberapa tahun mendatang Maja akan segera berubah menjadi sebuah kota baru yang dihuni oleh berbagai kalangan.

“Kita harus percaya itu. Kita bisa lihat Bintaro, Serpong, atau BSD saat ini. Padahal dahulu siapa yang mau beli rumah di sana,” tegas Nurul.

Bahkan Nurul mencontohkan pengembang besar, seperti Ciputra yang sudah masuk di Maja. “Tentunya ini juga menjadi kekuatan bagi pengembang lain untuk berani masuk di sini. Dan konsumen juga harus jeli melihat peluang ini. Saat inia dalah waktu yang tepat. Jangan menunggu sampai harganya meningkat berkali lipat,” tutupnya. [pio]

You have no rights to post comments