×

Notice

There is no category chosen or category doesn't contain any items

Permata Mutiara Maja: Rumah Subsidi Dalam Klaster

User Rating: 3 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar InactiveStar Inactive
 

Rumah Contoh Perumahan Permata Mutiara Maja // Foto: Pio

Daerah Maja di Provinsi Banten kini semakin menarik bagi pebisnis properti nasional. Bahkan Ciputra Group tengah menggarap lahan seluas 2.000 ha untuk membagun hunian skala kota mandiri. Ya, Maja akan menjadi sebuah Kota Baru Publik seluas 10.000 ha sebagaimana telah ditetapkan melalui Prepres No 2 Tahun 2015, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.

Melihat peluang tersebut, Permata Group melalui PT. Bukit Nusa Indah Perkasa pun menancapkan lini bisnisnya, menggarap lahan seluas 200 ha di Maja, Lebak, Banten, atau tepatnya berjarak sekitar 800 meter dari Stasiun Commuterline Maja. Namun pengembang tak melulu konsen pada rumah komersil, akan ada sebanyak 2.000 unit rumah harga terjangkau bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Rumah-rumah subsidi dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tersebut pun akan dibangun dalam klaster dengan manajemen real estate, dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas publik.

“Untuk rumah FLPP sebanyak 2.000 unit kami bangun dalam dua klaster, di Klaster Kalimaya 1 dan Kalimaya 2,” ujar Operational Manager Permata Mutiara Maja, Daniel, kepada media di Maja, Banten, Sabtu, (4/6/2016).

[Baca: Beli Rumah di Maja, Tak Perlu Ragu Transportasi]

Pada tahap pertama, pengembang akan membangun sebanyak 400 unit, dimana sekitar 50% diantaranya adalah rumah subsidi. Marketing Manager Permata Mutiara Maja, Cornelius berharap, kontribusi perusahaan dalam mendukung program sejuta rumah dari pemerintah ini dapat memberikan kenyamanan tinggal, terutama bagi warga lokal.

“Saat ini kami pasarkan rumah subsidi mulai dari Rp 100,5 juta per unit. Kami berharap warga sekitar sini dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan rumah yang layak,” kata Cornelius dalam kesempatan yang sama.

Rumah Contoh Anggrek 2, Rumah Subsidi dengan Luas Bangunan 22 m2 dan Luas Tanah 60m2 (6 m x 10 m) // Foto: Pio

Menurut Corelius, pihaknya akan tetap mengutamakan keamanan dan kenyamanan tinggal bagi penghuni, meski tak jarang rumah subsidi terkesan ‘murahan’ dan jauh dari aman serta nyaman. Dia mencontohkan proyeknya yang sudah sukses di Makassar, sebagai rumah subsidi dengan lingkungan yang aman dan nyaman dalam kawasan klaster.

“Bahkan Menteri Perumahan periode sebelumnya pernah berkunjung ke sana dan menjadikan rumah subsidi kami di Villa Mutiara Makassar sebagai rumah contoh. Pak Menteri juga mengimbau pengembang untuk menyediakan rumah subsidi yang seperti itu,” terang Cornelius.

Rumah subsidi Permata Mutiara Maja dibangun di atas lahan 60 m2 (tipe 22) yang telah menggunakan konstruksi baja ringan pada atap, serta menggunakan bahan aluminium pada kusen pintu dan jendela. Rumah-rumah ini juga telah tersambung dengan jaringan listrik PLN serta dilengkapi denga 1 unit mesin pompa air.

"Tahap pertama pembangunan Permata Mutiara Maja direncanakan rampung dan nantinya serah terima Oktober 2016 ini," tegas Daniel. [pio]

You have no rights to post comments