Ciputra Group Garap Reklamasi Proyek CPI di Makassar

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

KSO Ciputra Yasmin dalam acara contract signing seremoni / Foto: dok. Ciputra

Ciputra Group melalui KSO Ciputra Yasmin mulai menggarap proyek pengerjaan reklamasi Centre Point Of Indonesia di Makassar. Ini ditandai dengan pengukuhan kerja sama dalam nota kesepahaman yang diteken oleh KSO Ciputra Yasmin dengan PT Boskalis Internasional Indonesia.

 

Kontrak Pekerjaan Reklamasi tersebut ditandatangani oleh Managing Director Ciputra Group Harun Hajadi bersama Direktur Utama PT Yasmin Bumi Asri Aditya M. Kouwagam mewakili KSO Ciputra Yasmin. Sementara PT Boskalis International Indonesia diwakili oleh Theodorus Baartmans, anggota Board of Management - Boskalis International.

 

Disebutkan melalui rilis yang diterima PATC, PT Boskalis Internasional Indonesia akhirnya keluar sebagai Pemenang Tender setelah berhasil menyisihkan 6 Kontraktor lainnya. Perusahaan tersebut akan melaksanakan kontrak selama 24 bulan sejak ditandatangani, sehingga pekerjaan tersebut diharapkan akan rampung pada bulan Maret tahun 2018. 

 

Pada proyek reklamasi ini, KSO Ciputra Yasmin memulai dengan prioritas pengerjaan lahan yang akan diserahkan untuk Pemerintahan Provinsi seluas 50.47 ha, sebagai dedikasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

 

“KSO Ciputra Yasmin akan menunjukkan komitmennya kepada Pemerintah dan Masyarakat Sulawesi Selatan pada umumnya, dengan mengutamakan kewajibannya untuk sesegera mungkin membangun dan menyerahkan Lahan Reklamasi untuk Fasilitas Publik berupa Lahan seluas 50.47 ha sesuai Perjanjian Kerjasama yang telah disepakati,” terang Harun Hajadi.

 

Selain itu, fasilitas publik lainnya yang telah dikerjakan dan sudah dimanfaatkan langsung oleh masyarakat sekitar CPI adalah pengerukan jalur nelayan, yang menghabiskan biaya hampir Rp 2 miliar.

 

"Jalur nelayan dari Pantai Losari menuju Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Rajawali yang tadinya sangat sulit dilalui oleh perahu nelayan karena sudah terjadi pendangkalan dan sempit ukurannya, kini bisa dilalui dengan leluasa karena sudah dikeruk oleh KSO Ciputra Yasmin menjadi lebih lebar dan lebih dalam,” tambah Harun Hajadi.

 

Jalur Nelayan tersebut nantinya masih akan diperlebar mengikuti master plan yang telah disetujui Pemerintah dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Makassar saat ini, seiring dengan pengembangan pembangunan kawasan CitraLand City Losari – Makassar.

 

Secara hukum, KSO Ciputra Yasmin hanya berkewajiban untuk menimbun dan membentuk lahan reklamasi saja, tetapi khusus di lokasi ini akan dibuatkan pantai buatan dari pasir putih yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti: tempat parkir, toilet, mushola, fasilitas jajan kaki lima, kursi taman, lanskap yang menarik, dsb, sebagai persembahan khusus KSO Ciputra Yasmin bagi Masyarakat Sulawesi Selatan. Pekerjaan Pantai Pasir Putih sepanjang 350m tersebut akan diselesaikan dalam tahun ini juga, dan akan langsung diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk dinikmati oleh Masyarakat Sulawesi Selatan sebagai salah satu Fasilitas Publik yang baru. 

 

Adapun nilai investasi Proyek Centre Point of Indonesia pada tahap I ini adalah sekitar Rp 2.5 triliun, terdiri dari biaya reklamasi baik yang akan dikerjakan oleh kontraktor internasional PT Boskalis Internasional Indonesia maupun yang telah dan akan dikerjakan oleh kontraktor lokal, termasuk didalamnya fasilitas infrastruktur seperti jalan, jembatan, saluran, lanskap, serta utilitas yang ada diatasnya. [pio]

 

Data proyek Centre Point of Indoensia – Makassar:

Luas Total Proyek CPI : 157.23 ha 

Lahan Pemprov Sulsel : 50.47 ha 

CitraLand City Losari : 106.76 ha

You have no rights to post comments