×

Notice

There is no category chosen or category doesn't contain any items

Suwandi Tio Direktur Utama MAS GROUP

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

Suwandi Tio Direktur Utama MAS GROUP

Sosok sederhana yang selalu ingin bermanfaat untuk orang lain. Dengan MAS Group ia mengembangkan rumah kelas menengah dan telah banyak meretas rumah untuk masyarakat kelas bawah yang banyak bertebaran di kawasan Tangerang, Banten dan sekitarnya.

Lelaki kelahiran tahun 1985 ini adalah salah satu nakhoda penting sebuah perusahaan properti yang bernama MAS Group. Sebelumnya suami dari Regina Simmon ini bekerja di bidang kelistrikan selepas menyelesaikan kuliah di Monash University Malaysia pada 2005. Dengan penampilan bergaya trendi, lelaki berbadan atletis ini mengawali karir di MAS Group sebagai project manager pada 2007.

Kini Andi yang memiliki nama lengkap Suwandi Tio merupakan salah satu Dewan Direksi MAS Group dengan jabatan sebagai direktur utama. Dirinya mengaku lebih senang dibidang strategic and business development. Dari tangan dinginnya bersama anggota dewan direksi lainnya telah menghasilkan produk properti yang diminati masyarakat. Contohnya perumahan Bali Resort Serpong yang saat ini sedang dipasarkan. Walau harga kelas menengah tapi memiliki konsep premium. Perumahan ini dilengkapi dengan fasilitas sport club, children playground, underground utilities dan rumah dengan konsep cluster.

Selain rumah kelas menengah MAS Group telah banyak meretas rumah untuk masyarakat kelas bawah yang banyak bertebaran di kawasan Tangerang, Banten dan sekitarnya. Menurut Andi, membangun rumah murah untuk masyarakat kelas bawah tak bisa ditinggalkan oleh para pendiri MAS Goup. “Secara pribadi saya happy dengan proyek-proyek rumah kelas menengah bawah. Ada kepuasan tersendiri ketika konsumen yang rata-rata berpenghasilan rendah akhirnya bisa memiliki tempat tinggal,” jelas Andi sambil tersenyum.

Kecintaannya membangun rumah murah tak lepas dari masa lalu Andi yang dibesarkan dari keluarga sederhana. Dibesarkan di Medan, Sumatera Utara Andi mengaku perjalanan hidupnya semasa kecil hingga remaja penuh dengan warna. Saat sekolah kelas menengah Andi mengaku pernah ikut berjualan di toko milik orang tua temannya, sekedar untuk menambah uang jajan.

Bahkan saat di sekolah dasar Andi sering ikut dengan sang ayah yang berprofesi sebagai kontraktor yang membangun dan merenovasi rumah di Medan. Bisa dikatakan dirinya sudah berkenalan dengan dunia konstruksi dan berkotoran dengan adukan pasir dan semen sedari kecil.  “Sejak kecil saya sering ikut orang tua yang sedang membangun, merenovasi rumah dan tentunya juga membantu beberapa pekerjaannya. Biasanya untuk ke lokasi rumah yang sedang dikerjakan kita naik motor dan kadang naik mobil pick-up tua,” jelas Andi sambil tersenyum.

Bagi Andi disinilah pelajaran hidup, dirinya lebih paham dan mengerti bagaimana orang tuanya bekerja keras untuk ke empat anaknya. Dan sebagai anak bungsu, Andi tak seperti anak-anak bungsu lainnya yang selalu dimanja. Dirinya seperti diperlihatkan potret kehidupan oleh sang ayah, kerja keras adalah kunci keberhasilan.
Walau dibesarkan dalam kesederhanaan, orang tua Andi ternyata melek pendidikan. Urusan pendidikan bagi sang ayah merupakan hal penting yang harus diutamakan. Maka tak heran, Andi pun menapaki bangku kuliah di Monash University Malaysia. “Walau hidup serba kekurangan, ayah ternyata memiliki visi hidup yang modern, dengan sekuat tenaga dirinya menyekolahkan anak-anaknya hingga bangku kuliah,” terang Andi sambil menerawang seolah mengingat masa lalunya.

Sadar bukan siapa-siapa, Andi pun sekuat tenaga menyelesaikan kuliahnya di Negeri Jiran dengan sambil bekerja. Belajar sambil bekerja ini dilakoninya sejak semester 2 dan tentunya perlu komitmen kuat menjalankan keduanya untuk sekedar bertahan hidup di negeri orang. Dirinya mengaku semua yang pernah dilakoninya dengan segala keterbatasan membuatnya lebih kuat dan percaya diri dalam mengembangkan karirnya.

Tak heran di usianya yang belum genap 30 tahun dirinya masuk dalam jajaran dewan direksi MAS Group. Berdasarkan pada pengalaman hidupnya, Andi berharap dapat berkontribusi bagi masyarakat banyak. Tentunya dengan membangun proyek rumah untuk masyarakat kelas menengah bawah. Baginya ada kebahagiaan tersendiri selepas merumahkan mereka di proyek yang dikembangkan perusahaannya. Penggemar musik rock klasik dan pelahap buku-buku ber-genre motivasi ini mengaku, ada ikatan emosional untuk membangun rumah murah ini. Dan kini sang ayah pun tersenyum dengan apa yang dikerjakan anaknya, lebih baik dari apa yang dilakoninya dahulu dan bermanfaat bagi orang lain.

Untuk itu dirinya bersama dengan MAS Group akan terus fokus membangun rumah murah karena kebutuhannya memang besar. Selain itu dirinya tak menampik untuk membangun properti kelas atas, dimana keuntungannya bisa mensubsidi modal pembangunan perumahan kelas bawah. “Ada kebanggan tersendiri menjadi developer karena bisa membangun rumah untuk orang lain dan tentunya sesuai dengan visi perusahaan, memberikan kehidupan yang lebih baik dan berkualitas,” tutup Andi.

Selasa, 25 November 2014

 

You have no rights to post comments