METLAND CIBITUNG, Mixed-Use Terintegrasi TOD

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Stasiun Telaga Murni: Metland Cibitung mengalokasikan lahan seluas 2.000 hektar untuk membangun stasiun./Foto: Pius Klobor

Keberadaan stasiun commuter line menaikkan value di Cibitung. Metland Cibitung dengan konsep mixed-use-nya bakal menikmati kehadiran commuter line.

Prospek cerah kawasan Cibitung di koridor timur Jakarta ini jauh hari telah dibaca oleh PT Metropolitan Land Tbk (Metland). Terbukti, sejak tahun 2010 Metland lewat anak usahanya PT Fajarputera Dinasti, telah mengembangkan satu kawasan perumahan Metland Cibitung yang akan terintegrasi dengan jaringan transportasi massal atau transit oriented development (TOD). Rencana pengoperasian KRL atau commuter line dari Stasiun Jakarta Kota ke Stasiun Cikarang telah diantisipasi dengan pembangunan Stasiun Telaga Murni, dalam kawasan tersebut. Moda transportasi massal inilah yang kemudian semakin membuka akses ke wilayah ini, value kawasan pun meningkat tajam.

Seremoni pembangunan sudah dilakukan sejak Agustus tahun lalu di atas lahan seluas 2.000 m2 yang dipersiapkan pengembang. Pemerintah Kabupaten Bekasi, Kementerian Perhubungan, dan PT Kereta Api Indonesia telah meresmikan pembangunan tersebut. “September tahun ini rencananya kereta akan di-trial sampai Cikarang, di saat ulang tahun Perhubungan. Kami targetkan di pertengahan 2018, stasiun sudah bisa beroperasi,” ujar Robbyansyah, ST, General Manager PT Fajarputera Dinasti, kepada Property and The City, belum lama ini.


Baca Juga: Metropolitan Land Bangun Stasiun KRL Telaga Murni, Cikarang Barat


Stasiun Telaga Murni lokasinya berada di antara Stasiun Cibitung dan Cikarang yang nantinya dapat melayani pengguna commuter line di empat kecamatan, yakni Cibitung, Cikarang Barat, Cikarang Utara, dan Tambun Selatan. Stasiun Telaga Murni diestimasi akan mampu mengangkut 10.300 penumpang. Diharapkan kehadiran stasiun ini dapat mengakomodir penumpang dari wilayah sekitar yang bekerja di Jabotabek, sehingga dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, yang ujungnya mengurangi kemacetan.

Tidak hanya itu, kawasan ini juga bakal semakin terbuka dengan rencana pengembang membangun underpass langsung menuju Jalan Imam Bonjol, akses terdekat ke Gerbang Tol Cibitung 1. Keberadaan jalan bawah tanah ini akan memangkas jarak yang semula 5 km menjadi hanya 2 km saja.

Konsep Mixed-Use
Metland Cibitung berada di Desa Telaga Asih, Cikarang Barat, Bekasi. Pada awalnya proyek ini dikembangkan di lahan seluas 100 hektar, kini pengembang mengantongi izin lokasi hingga 490 hektar. Adapun rencana pembangunan dibagi dalam tiga tahap. Tahap pertama di atas lahan 100 hektar telah dibangun dan dipasarkan sekitar 2400 unit rumah. Tahap kedua di lahan 98 hektar pun sudah memasuki fase akhir dengan lebih dari 861 unit rumah yang sudah terjual, termasuk sekitar 80 dari 100 unit ruko. Selanjutnya tahap ketiga direcanakan mulai tahun depan di lahan seluas 180 hektar.

Hunian ini semula berkonsentrasi di pasar menengah bawah, kini mulai beralih menuju kelas premium. Harga rumah termurah yang semula di kisaran Rp300 jutaan pun kini beralih ke Rp400 jutaan, bahkan lebih bervariatif dengan rumah dua lantai Rp800 jutaan. Termasuk dipasarkan ruko antara Rp700 jutaan-Rp1 miliar. Naiknya harga perumahan tersebut tentu sepadan dengan semakin terbukanya akses serta berbagai fasilitas dalam kawasan tersebut.


Baca Juga: Metland Menteng dan Cibitung Sumbang Kontribusi Terbesar


“Pasar terbesar kami saat ini middle middle -low, sehingga harga Rp400 jutaan masih tersedia. Tapi kami juga mulai masuk dengan harga Rp800 jutaan, seiring dengan value kawasan yang juga semakin meningkat,” ujar Robby.

Metland Cibitung bakal dikembangkan menjadi sebuah proyek mixed-use yang merangkum rumah tapak dan apartemen, komerisial, fasilitas pendidikan, rumah sakit, hotel, hingga berbagai fasilitas lainnya. Salah satunya adalah areal seluas 20 hektar yang dipersiapkan sebagai Metland Milenia City (MMC). Kompleks properti multifungsi ini bakal searea dengan Stasiun Telaga Murni. “Begitu ada stasiun dan underpass kami akan bangun mall, kemudian apartemen, dan fasilitas lainnya,” terang Robby.

Perumahan dalam kawasan industri Cibitung dan Cikarang ini menjadi pilihan utama para pekerja. Terbukti, lebih dari 3.000 kepala keluarga telah mendiami perumahan ini. Maka semakin terbukanya proyek ini, pasar pun kian menyebar, tidak sebatas di Cibitung atau Cikarang. * [Pius Klobor]