Waskita Bangun Menara Perkantoran “Blue Topaz” di MT Haryono

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

SINERGI: Kolaborasi antar-BUMN bangun menara perkantoran kian meramaikan koridor MT Haryono yang bakal terintegrasi langsung dengan jalur transportasi massal. /dok. Waskita Realty


Proyek dengan nilai investasi sebesar Rp600 miliar ini akan rampung pada kuartal I-2019.

Koridor MT Haryono, Jakarta yang bakal terintegrasi langsung dengan transportasi massal kian ramai dengan pembangunan gedung vertikal. Diantaranya, seperti PT Pikko Land Development Tbk yang mengembangkan kawasan hunian terpadu Signature Park Grande (SPG) dan HK Realtindo (HKR) yang membangun HK Office Tower. Kali ini kolaborasi BUMN antara PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) dengan PT Waskita Karya Realty – anak perusahaan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. - menghadirkan proyek perkantoran Waskita Rajawali Tower. Groundbreaking Ceremony telah dilakukan pada Rabu, 23 Agustus 2017 lalu.


Baca Juga: HKR Mulai Bangun ‘Rumah Masa Depan’ BUMN Karya di Cawang


Waskita Rajawali Tower berada di Jalan MT Haryono Kav. 12-13, Jakarta Timur, merupakan gedung perkantoran modern 15 lantai. Menara perkantoran ini dibangun di lahan seluas 7.025 m2 dan dilengkapi dengan 1 lantai basement dan 7 lantai gedung parkir.

Menara perkantoran dengan nilai investasi pembangunan sebesar Rp600 miliar tersebut direncanakan bakal rampung pada kuartal I-2019.

“Nantinya gedung ini akan menjadi perkantoran bagi PT RNI (Persero) maupun PT Waskita Karya (Persero) Tbk.,” ujar Direktur Utama PT Waskita Karya Realty, Tukijo.

Bagi RNI, hadirnya perkantoran tersebut merupakan bagian dari upaya melebarkan sayap bisnis ke sektor properti. Setelah sebelumnya dikenal sebagai BUMN yang bergerak di bidang agroindustri, farmasi, dan alat kesehatan, serta perdagangan dan distribusi.


Baca Juga: Ada Menara Perkantoran Baru di SCBD Sudirman, Mulai Rp450 Ribu


Menurut Direktur Utama PT RNI, B Didik Prasetyo, pengembangan properti tersebut merupakan bagian dari upaya RNI dalam melakukan optimalisasi aset perusahaan, serta sebagai bentuk keseriusan dalam pengembangan bisnis properti. Kerja sama ini juga bertujuan untuk memberikan nilai tambah bagi masing-masing perusahaan melalui pengelolaan aset yang mengedepankan prinsip sinergi antar-BUMN.

“Ke depannya, pola ini diharapkan dapat menjadi model bagi pengembangan aset-aset RNI lainnya,” katanya.

Waskita Rajawali Tower, lanjut Didik dipastikan menjadi salah satu aset disamping puluhan aset lainnya berupa tanah dan bangunan yang akan segera dikembangkan.

“Bisnis properti ini juga diharapkan dapat memperkuat kinerja RNI secara keseluruhan dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi peningkatan laba perseroan,” jelas Didik.

Sementara bagi PT Waskita Karya Realty, proyek ini merupakan yang terbaru dari beberapa proyek sebelumnya, seperti Apartemen Brooklyn dan Yukata Suites di Alam Sutera, proyek superblok 88Avenue di Surabaya, Apartemen The Reiz Condo di Medan, Teraskita Hotel & Office di Jakarta, Nines Plaza & Residence di Serpong, Two Senopati dan Solterra Place di Jakarta, juga Wasaka Estate Denpasar di Bali.

Blue Topaz

Berbeda dengan gedung perkantoran lainnya, Waskita Rajawali Tower mengusung fasad dengan tema, Blue Topaz. Dengan begitu, maka penampakan luar bangunan akan menampilkan balutan kaca laksana kilauan perhiasan berwarna biru.

Menara perkantoran ini juga akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern. Misalnya pada ground floor terdapat kantor pelayanan perbankan, nursery room, gardern, café, resto & coffee shop. Sedangkan pada basement dilengkapi tempat parkir, praying room dan bath room.

Tidak hanya itu, Waskita Rajawali Tower juga memiliki garden floor facility yang berada di lantai 12. [Pius Klobor]