Rusun TOD Dibangun Persis di Atas Stasiun Tanjung Barat

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Tod Aanalysis / Dok. murp.cudenvercap.org

 

Hunian berkonsep TOD sebanyak 1.232 unit, dimana 25 persen diperuntukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

 

Kolaborasi Badan Usaha Milik Negara atau BUMN menghadirkan rumah rakyat kembali dilakukan antara Perum Perumnas bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI). Sinergi kedua BUMN tersebut ditandai melalui seremoni dimulainya pembangunan (ground breaking) rumah susun (rusun) di Stasiun Tanjung Barat, Jakarta, Selasa (15/8/2017).

Memanfaatkan lahan PT KAI seluas 15,244 m2, hunian vertikal tersebut akan dikembangkan dengan berkonsep Transit Oriented Development (TOD). Adapun pembangunan rusun tersebut ditargetkan untuk masyarakat menengah bawah (MBR) dan masyarakat umum lainnya sebagai alternatif hunian yang lebih efisien.


Baca juga: Infrastruktur Tidak Sinergi dengan Penyediaan Hunian Rakyat


Direktur Utama Perum Perumnas, Bambang Triwibowo mengatakan, pembangunan Rusun TOD ini merupakan bentuk inovasi hunian yang terintegrasi dengan sarana transportasi kereta commuter Jabodetabek.

“Ini merupakan wujud kerjasama sinergi BUMN untuk pengembangan kawasan yang terintegrasi dan inklusif berbasis TOD, terutama untuk ruang-ruang vertikal yang belum dimanfaatkan,” kata Bambang di Stasiun Tanjung Barat.

Sebanyak 1.232 unit hunian akan dibangun di atas 3 menara setinggi 29 lantai. Proyek dengan nilai investasi sebesar Rp705 miliar ini memiliki komposisi hunian rusunami dan anami dimana sekitar 25 persen diperuntukkan pada MBR meliputi hunian studio hingga tipe hunian dengan 2 kamar tidur.


Baca juga: Pengembangan Kawasan TOD, Harus Perhatikan Hal Ini


Fasilitas komersial juga bakal disiapkan dalam kawasan rusun tersebut, seperti kiosk, F&B, modern dan tradisional retail. Sementara fasilitas parkir disediakan seluas 4.186 m2 dengan prioritas pengguna adalah para penghuni.

“Sehingga tidak hanya kebutuhan hunian saja yang akan terpenuhi, namun juga penciptaan nilai tambah perekonomian baru,” jelasnya.

 

Optimalisasi Lahan

Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro mengatakan pembangunan rumah susun di lahan idle milik PT KAI sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung program satu juta rumah.

“Proyek ini merupakan wujud pengoptimalan lahan yang nantinya juga akan dikembangkan di lahan lain milik PT KAI, baik di Jabodetabek maupun seluruh Indonesia,” katanya.

Edi berharap, pengembangan TOD di kawasan stasiun ini diharapkan mampu mendekatkan akses antara rumah dengan moda transportasi KA yang terintegrasi dengan moda lain. “Juga menciptakan efisiensi biaya, waktu, dan tenaga bagi para commuters, serta pengurangan polusi kendaraan dan meningkatkan kualitas hidup bagi masyarakat di perkotaan,” katanya.


Baca juga: Masa Depan Ada di Jalur LRT


Kerjasama pembangunan rumah susun Tanjung Barat Jakarta yang akan dilaksanakan dengan pemanfaatan atas lahan PT KAI memperhatikan pola kerjasama jangka panjang sebagaimana pada Permen BUMN No.PER-13/MBU/09/2014 Tentang Pedoman Pendayagunaan Aset Tetap Badan Usaha Milik Negara.

Besarnya pengguna moda transportasi commuter line atau KRL yang mencapai lebih dari 900.000 penumpang Jabodetabek menuju tempat aktifitas karena lebih efisien dan dapat terhindar dari kemacetan. Pembangunan rumah susun ini akan menjawab kebutuhan hunian bagi masyarakat yang bermukim di wilayah stasiun tersebut.

Kedepannya, pembangunan rumah susun dengan konsep ini akan dibangun juga di beberapa lokasi stasiun lainnya. Perumnas dan PT KAI akan terus bersinergi guna memenuhi perizinan dan ketentuan yang berlaku agar penyediaan hunian yang terintegrasi dengan moda transportasi seperti ini segera terealisasikan di lokasi lainnya. [Pius Klobor]