×

Notice

There is no category chosen or category doesn't contain any items

POROS BARAT BERGERAK

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

POROS BARAT BERGERAK

Poros Barat Kabupaten Tangerang:  
Balaraja-Cikupa-Tigaraksa-Pasar Kemis menjadi alternatif incaran para pengembang.

Pembangunan di poros Barat Jakarta mulai bergerak. Pergeseran wilayah pasar mulai terjadi menyusul tingginya harga tanah di wilayah Tangerang dan Serpong yang memaksa pengembang melebarkan wilayah pasarnya ke wilayah dengan harga tanah yang lebih rendah. Dengan posisi yang bersebelahan, maka wilayah Kabupaten Tangerang mulai menjadi incaran pengembang.

Kabupaten Tangerang khususnya wilayah Cikupa, Tigaraksa, Balaraja, dan Pasar Kemis sepertinya telah menjadi incaran sejak dulu. Beberapa pengembang besar seperti Ciputra telah dahulu mengembangkan sebuah pengembangan skala kota Citra Raya (2.760 ha) dan Telaga Bestari (308 ha) hasil pengembangan PT. Intiland Development Tbk. di Cikupa. Selain itu Jaya Group pun telah mengembangkan Puri Jaya di Pasar Kemis dan Jaya Imperial Park di Mauk. Menyusul kemudian Suvarna Sutera besutan PT. Alam Sutera Realty Tbk. mengembangkan township 900 ha untuk tahap I di daerah Pasar Kemis ini.

Rencana aksesibilitas Tol Serpong-Balaraja-Bandara menjadi harapan bagi pengembang untuk dapat mendongrak wilayah pengembangannya yang melintasi wilayah Serpong, Legok, Curug, Panongan, Tigaraksa dan Balaraja. Jalan Tol Serpong-Balaraja merupakan sambungan dari Jalan Tol Bintaro-Serpong yang akan menghubungkan Kota Tangerang Selatan dengan Kabupaten Tangerang. Saat ini telah banyak berkembang perumahan-perumahan di sekitar Balaraja-Tigaraksa-Cikupa dengan menyasar segmen menengah sampai bawah seperti Grand Metro, Sudirman Indah, Griya Sindang Asri, Mutiara Tigaraksa, Triraksa Village, The Green Park Residence, City Park, dan lainnya.

Ciputra Group kembali memperkuat pasarnya di Kabupaten Tangerang dengan mengembangkan Citra Maja Raya seluas 2.000 ha dengan segmen yang lebih rendah dibandingkan proyek terdahulunya. Bergeraknya Ciputra Group ke wilayah Maja lebih juga dikarenakan Kawasan Maja merupakan bagian dari program nasional MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia) dan juga termasuk dalam pengembangan kawasan Maja 10.000 ha. Selain rencana transportasi jalur ganda kereta api Jakarta - Maja- Rangkasbitung hingga Merak, termasuk juga adanya rencana Bandara disana.

Kabupaten Tangerang dapat dikelompokkan menjadi 3 wilayah pertumbuhan, yakni:

  1. Balaraja dan Tigaraksa, berada : sentra industri, permukiman, dan pusat pemerintahan.
  2. Teluk Naga : pariwisata alam dan bahari, industri maritim, perikanan, pertambakan, dan pelabuhan.
  3. Curug, Kelapa Dua, Legok : pusat pemukiman, dan kawasan bisnis.

Economic Base Industri dan Pergudangan

Meskipun belum sekuat wilayah Cikarang, namun economic base Kabupaten Tangerang cukup berpotensi. Kegiatan industri di Kabupaten Tangerang diarahkan pada suatu kawasan industri dengan mencadangkan lahan seluas 3.000 hektar bagi kawasan industri dan 4.500 hektar bagi zona industri yang tersebar di tujuh kecamatan, yaitu Kecamatan Cikupa, Balaraja, Tigaraksa, Cisoka, Pasar Kemis, Legok, dan Serpong. Semua lokasi Kawasan industri ini sangat strategis karena sebagian besar berlokasi di dekat Jalan Raya Serang dan Tol Jakarta-Merak serta jalur Tol Tigaraksa-Serpong.

Aktifitas industri yang ada telah menciptakan pasar pergudangan. Pemerintah Kabupaten Tangerang telah mencadangkan lahan sebagai kawasan pergudangan di Balaraja dan Kosambi. Lokasi kawasan pergudangan ini memiliki karakteristik lokasi yang berbeda. Balaraja berada di sebelah Barat Kabupaten Tangerang dan Kosambi berada di sebelah Timur.

Kawasan pergudangan Balaraja memiliki akses jalur jalan Jakarta-Merak yang dapat ditempuh melalui jalan tol ataupun jalan arteri. Sedangkan kawasan pergudangan Kosambi memiliki akses menuju Bandara Soekarno-Hatta. Rata-rata luas kavling gudang 500 m2 dengan luas bangunan gudang sekitar 300 m2 hingga 400 m2. Harga yang ditawarkan untuk satu unit gudang siap pakai berkisar antara Rp250- 500 juta-an.

Potensi Wilayah

Potensi properti Kabupaten Tangerang tidak hanya diwarnai limpahan pasar dari wilayah Tangerang dan Serpong dengan harga tanah yang relatif sudah tinggi, melainkan juga dikarenakan economic base wilayah yang akan semakin berkembang sehingga aktifitas perdagangan dan bisnis akan ikut meningkat. Adanya beberapa rencana aksesibilitas di masa mendatang seperti jalur barang industri, kereta api, sampai tol akan memberikan jaminan peningkatan potensi wilayah yang ada. Karenanya Kabupaten Tangerang menyimpan potensi dalam jangka panjang dengan rencana-rencana yang ada, antara lain:

  1. Jaringan jalan lingkar Utara yang memanjang mulai batas wilayah DKI - Kosambi - Teluk Naga - Mauk - Kronjo - Kabupaten Serang dengan kolektor primer ROW 40 meter.
  2. Di wilayah Selatan jalan ini nantinya akan dibuka jalur transportasi strategis yang menghubungkan wilayah Ciputat - Pamulang - Cisauk - Cisoka - Tigaraksa - Balaraja dan Kresek.
  3. Sistem transportasi kereta api Tanah Abang-Jurang Mangu-Serpong-Tigaraksa-Maja-Rangkas Bitung-Serang-Merak.
  4. Jalan Tol Serpong-Balaraja-Bandara.
  5. Pengembangan sistem jaringan jalan arteri sekunder dan jalan kolektor. Jaringan jalan arteri diprioritaskan pada ruas jalan Mauk-Rajeg-Pasar Kemis-Cikupa dengan ROW 40 meter. Sedangkan sistem jaringan jalan kolektor ROW 30 meter berfungsi untuk memperlancar jalur pendistribusian lalu lintas yang melintas ke kawasan per mukiman.

Pasar perumahan menengah bawah akan semakin menunjukkan permintaan yang signifikan. Ditunggu tanggal mainnya . . .

Jakarta,3/13/2015

 

You have no rights to post comments