×

Notice

There is no category chosen or category doesn't contain any items

Sempat Ditertawakan, Kini Usulan IPW Rumah Tanpa DP Disetujui BI

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Sejak tiga tahun lalu, Indonesia Property Watch sudah mengusulkan rumah pertama tanpa DP ke BI. Jika disetujui sejak saat itu, tentu momennya akan menjadi lebih baik.

Masyarakat Indonesia yang akan beli rumah namun terkendala uang muka atau down payment (DP) boleh bernapas lega. Pasalnya, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk tidak lagi memberlakukan uang muka pada pembelian rumah pertama.

Aturan pelonggaran loan to value (LTV) atau financing to value (FTV) untuk kredit pemilikan rumah (KPR) ini akan berlaku mulai 1 Agustus 2018. BI berharap, kebijakan tersebut dapat kembali memacu pertumbuhan properti di Indonesia.

"Saya sampaikan bahwa untuk rumah pertama tentu tidak ada aturan untuk besaran LTV untuk rumah pertama. Tentu masing-masing bank bisa menyesuaikan praktik manajemen risiko yang ada," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo di Gedung BI, Jakarta, Jumat (29/6/2018).

Adapun penyempurnaan ketentuan mengenai LTV atau FTV yang dilakukan BI pada 2016 lalu, lanjut Perry, mampu meningkatkan pertumbuhan kredit atau pembiayaan pemilikan rumah yang diberikan bank. Namun, nyatanya belum optimal.

Sebelum adanya pelonggaran tersebut, aturan lama BI mengatur persentase kredit perbankan minimal 85% untuk rumah ataupun apartemen pertama tipe di atas 70 m2. Ini artinya DP yang harus dibayar calon pembeli minimal 15%. Namun dalam aturan yang baru ini BI menyerahkan rasionya ke perbankan.

Sementara melalui aturan baru yang akan berlaku, untuk pembelian rumah kedua tipe di atas 70 m2, BI mengatur kredit properti sebesar 80% ke perbankan. Sedangkan untuk rumah kedua tipe 22-70 m2, kreditnya diatur 85%. Sementara rumah kedua tipe di bawah 21 m2, BI tak mengatur besaran kredit properti tersebut.

Demikian halnya untuk pembelian apartemen kedua dengan tipe di atas 70 m2. Dimana BI mengatur kredit propertinya sebesar 80% ke perbankan. Untuk pembelian apartemen kedua tipe 22-70 m2 ataupun tipe di bawah 21 m2, BI mengatur kredit properti sebesar 85%.

Tiga Tahun Lalu

Indonesia Property Watch (IPW) menyambut gembira pelonggaran LTV oleh BI tersebut. Pasalnya, sejak 2015 lalu IPW sudah mengusulkan ke BI agar meniadakan uang muka untuk pembelian rumah pertama.

Baca Juga: Beli Rumah Pertama Diusulkan Bebas Uang Muka

"Sudah sejak 2015 lalu kami mengusulkan agar rumah pertama tanpa DP disetujui BI. Harusnya sejak 2015 jadi tidak kehilangan momen," ujar Ali Tranghanda, CEO Indonesia Property Watch di Jakarta, Sabtu (30/6/2018).

Inisiatif mengajukan usulan tersebut, kata Ali, karena perhitungan tren suku bunga rendah waktu itu yang akan berdampak bagus bila dibarengi dengan kemudahan DP.

"Tapi usulan ini dulu sempat ditertawakan," ucap Ali.

Namun dengan kondisi saat ini dimana suku bunga BI sudah naik menjadi 5,25 persen artinya ada kenaikan 100 basis points (bps) membuat bank akan juga menaikkan suku bunganya termasuk KPR. Rupiah diharapkan agak stabil namun daya beli konsumen bila tanpa DP akan semakin rendah karena cicilan akan lebih tinggi lagi.

"Meskipun demikian Indonesia Property Watch mengapresiasi kebijakan LTV BI yang akan lebih baik momennya bila dikeluarkan sejak diusulkan IPW tiga tahun lalu," tegas Ali. [Pius Klobor]

You have no rights to post comments