Pengembang Ini Bakal Bangun Kota Baru 3.000 Hektar di Serpong

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 
Tan Kian, President Director Millennium City (tengah); Benny Tjokrosaputro, Director Millennium City (kiri); dan Hans Leander, Deputy Chief Operating Officer, PT Pacific Millennium Land (kanan), saat memberikan keterangan kepada media terkait proyek perdana landed Millennium City, di Ritz Carlton, SCBD Sudirman, Jakarta, Sabtu (28/4/2018). / Foto: Padre.

 

Kota baru Millennium City mulai dibangun di area seluas 1.388 hektar pada tahun ini. Tahap pertama dikembangkan beberapa klaster hunian dan ritel di kawasan 82 hektar dengan investasi sekitar Rp6 triliun.

Century Properties Group Indonesia melalui anak usahanya PT Pacific Millennium Land meluncurkan proyek landed skala kota pertamanya di Serpong. Sebelumnya, perusahaan dengan nama Dua Mutiara Group milik konglomerat Tan Kian ini sudah mengembangkan sekitar 20 properti high rise bintang 5, yang tersebar di kawasan Central Business District (CBD) Mega Kuningan dan Sudirman, Jakarta.

Proyek dengan nama "Millennium City" akan dibangun di area seluas 1.388 hektar milik PT Hanson International Tbk yang hanya berjarak sekitar 4 km dari AEON Mall BSD City. 

Baca Juga:

"Bahkan kami bisa kembangkan hingga 3.000 hektar karena lahan di sana masih luas sekali," ujar Tan Kian, President Director Millennium City kepada media saat Grand Launching Millennium City di Ritz Carlton, Sudirman, Jakarta, Sabtu (28/4/2018).

Meski ini merupakan proyek landed pertama dari Century Group, Tan Kian optimis bakal menuai sukses sebagaimana proyek-proyek properti mewah yang telah dikembangkan sebelumnya.

"Selain dari sisi desain yang mewah, kualitas dan mutu bangunan juga menjadi perhatian utama kami dalam menyelesaikan dan menyerahterimakan unit di setiap proyek yang kami kerjakan. Hal yang sama juga akan kami terapkan dalam konsep dan perencanaan di kota baru Millennium City,” kata Tan Kian.

Kawasan kota baru ini akan dikembangkan dalam 9 tahap, termasuk 3 CBD sebagai pusat segala fasilitas dalam Millennium City, dengan luas masing-masing 25 hektar, 30 hektar, dan CBD utama 50 hektar.

Millennium City akan dikembangkan sebagai kawasan hunian modern klasik yang mengutamakan kenyamanan. Seperti jalan boulevard ROW 34 meter, belum termasuk jalan khusus pesepada dan pejalan kaki yang juga dipisahkan dengan ketinggian yang berbeda. Sementara jalur arteri menuju kawasan perumahan menggunakan sistem merging lane yang dibuat satu arah selebar 8 meter, tidak termasuk jalur pesepeda dan pejalan kaki yang menerus.

“Di Millennium City ini tidak ada zebra cross atau jalur penyeberangan yang memotong jalur boulevard utama. Kami bangun underpass crossing atau penyeberangan bawah tanah yang dilengkapi dengan lift khusus bagi disabilitas,” kata Hans Leander, Deputy Chief Operating Officer, PT Pacific Millennium Land.

Rp600 Jutaan

Tahap pertama pembangunan Millennium City di lahan seluas 82 hektar adalah kawasan perumahan yang mulai dibangun jelang akhir tahun ini, persis menempel dengan Jalan Raya Dago. Di tahap pertama ini pun akan dikembangkan lagi menjadi 5 fase yang merangkum lebih dari 3.400 rumah dan lebih dari 650 ruko, termasuk market place atau pasar modern. Nilai investasi pengembangan tahap pertama 82 hektar disiapkan lebih dari Rp6 triliun dengan target penyelesaian 5-6 tahun.

Alton House merupakan cluster hunian pertama yang sudah mulai dipasarkan saat ini. Klaster seluas 3,8 hektar ini dirancang klasik modern dengan total 317 unit. Terdapat dua tipe rumah 2 lantai, yakni tipe 6×10 dan 6×12 dengan dua orientasi, yakni utara dan selatan. Hunian dengan ceiling 3,2 m tersebut juga sudah lengkap dengan water heater dan downlight.

“Semua rumah sudah termasuk kanopi 2 parkir mobil, sehingga seragam semua unitnya. Kami tidak memperbolehkan adanya perubahan pada fasad bangunan,” tegas Hans.

Cluster Alton House juga dilengkapi dengan taman 1.300 m2, dengan berbagai fungsi, seperti 3 on 3 basketball, children playground, outdoor fitness serta jalur refleksi.

“Kami tidak mengurangi mutu, namun harga yang kami tawarkan hanya 1/3 dari produk kompetitor di sekitar Serpong. Kami jual mulai Rp627-765 juta per unit, all in termasuk seluruh pajak,” kata Hans.

Pengembang menyediakan beberapa cara pembayaran, tunai keras yang bisa dicicil hingga 6 kali, KPR dengan DP 20% yang bisa dicicil 12 dan 24 kali. Kemudian juga ada tunai bertahap dengan masa cicilan 12 dan 24 kali.

“Jadi dengan KPR DP20% yang bisa dicicil 24 kali, maka cicilan per bulannya hanya Rp5 jutaan. Sehingga yang sanggup beli di Alton House ini adalah pasangan dengan join income 12-15 juta per bulan,” terang Hans.

Rencananya perumahan di Cluster Alton House mulai dibangun pada awal tahun depan dengan perkiraan penyelesaian sekitar 30 bulan.

“Setelah Lebaran tahun ini akan kami mulai dengan infrastruktur di sekitar klaster, sehingga perumahan mulai dibangun di awal tahun depan,” ucap Hans.

Adapun lokasi Millennium City hanya berjarak sekitar 4 km dari AEON Mall BSD City. Terdapat tiga stasiun commuter line mengapiti proyek ini, yakni Cisauk sejauh 1 km, Cicayur sejauh 4 km dan Stasiun Parung Panjang sejauh 1,8 km. Adapun waktu tempuh dari Stasiun terakhir sekitar 45 menit menuju ke Stasiun Tanah Abang.

Untuk saat ini, Millennium City dapat dicapai dari Jakarta melalui Jalan Tol Kebon Jeruk-Tangerang maupun JORR-Serpong. Namun ke depannya, kawasan ini akan punya akses sendiri.

“Kami akan bangun sendiri jalan tol sepanjang 6 km, yang nantinya akan terkoneksi dengan Jalan Tol Serpong-Maja, sepanjang 28,8 meter. Nantinya perumahan ini punya 2 exit dan 2 entry tol,” pungkas Hans. [Pius Klobor]

You have no rights to post comments