Milenial Tak Boleh Tunda Beli Properti, Ini Alasannya

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Properti adalah salah satu kebutuhan utama yang harus dipenuhi dalam setiap kehidupan manusia. Setiap orang tentu menginginakan hunian yang layak, bagi dirinya maupun keluarga.

Namun disayangkan, hingga kini sebagian besar dari generasi produktif atau milenial "zaman now" lebih mengutamakan gaya hidup yang cenderung hedonis atau yang menganggap kesenangan dan kenikmatan materi sebagai tujuan utama dalam hidup.

Baca Juga:

Ya, smartphone, kendaraan, atau fashion menjadi pilihan utama dibandingkan dengan hunian yang lebih dibutuhkan. Kebanyakan kaum milenial masih berpadangan bahwa kesenangaan tersebut harus dipenuhi, meski tinggal di rumah sewa atau kos-kosan.

Namun ternyata, pola pikir seperti itu salah. Berikut alasan kenapa Anda harus segera punya properti sendiri:

Harga Naik.
Generasi milenial yang lahir antara tahun 1980 hingga 1995 tentu hampir semuanya sudah punya penghasilan sendiri. Apalagi jika sudah berkeluarga dan suami atau istri sama-sama bekerja. Tentu peluang untuk beli properti hunian lebih mudah.

Ketahuilah bahwa rata-rata penghasilan kaum milenial saat ini tertinggal 10-15% setahun dibandingkan dengan kenaikan harga properti. Hal ini tentunya semakin membuat kaum milenial kesulitan beli properti.

Lokasi Semakin Jauh.
Pasar properti terbesar adalah di segmen menengah ke bawah. Namun sangatlah sulit membangun properti dengan harga terjangkau di dalam kota, seperti di tengah Kota Jakarta.

Maka, kebanyakan pengembang akan membangun hunian dalam segmen ini di lokasi yang lebih jauh dari kota. Seperti misalkan ke arah Bekasi, Cikarang, hingga Karawang, atau ke arah Tangerang, Banten dan ke Depok atau Bogor. Untuk properti highrise/apartemen pun sangatlah sulit, bahkan sudah tidak ada dengan harga Rp300 juta dalam Kota Jakarta. Rata-rata sudah di kisaran Rp500 juta.

Demikian halnya ketika beli rumah tapak, seperti rumah berukuran 70 m2 di Summarecon Bekasi sudah Rp1,2 miliar. Dengan ukuran yang sama, di Tambun, Bekasi juga sudah mencapai Rp600 jutaan.

Nah, jangan tunda lagi. Jika Anda punya penghasilan per bulan sekitar Rp7,5 juta, maka sisikan sepertiganya yang bisa digunaan untuk mencicil rumah.

Jangan lagi Anda gunakan alasan tidak mampu membeli rumah di Jakarta, sehingga akhirnya memilih tinggal di kos-kosan atau kontrakan.

Apakah Anda akan mempertahankan gaya hidup Anda seperti saat ini? Jangan sampai menyesal, ketika Anda sudah punya kemampuan beli, ternyata harga properti terlampau tinggi dan Anda sudah tak sanggup membeli. [Pius Klobor]


##
Apakah kalian sudah berpikir untuk membeli rumah. Sisihkan sebagian uang untuk masa depan. Gaya keren penting, tapi lebih keren lagi bila Milenia punya rumah. Ayo milenial kita harus punya rumah! Nantikan pameran properti online pertama di Indonesia untuk kalian semua #HunianZamanNow pada tanggal 1 – 31 Mei 2018 di www.PropertyExpo.id.

Beli di sini harga lebih murah dibandingkan harga yang ada. Gak percaya? Buktikan sendiri.

You have no rights to post comments