Soal Banjir di Perumahan VKC, SPS: Lingkungan Sudah Kami Tata

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

General Manager SPS Group, Tuti Mugiastuti (dok. SPS Group)

Curah hujan yang tinggi tak dapat dibendung dan merendam sebanyak 50 unit rumah. Padahal, SPS Group sudah rutin menjaga dan mengontrol lingkungan sekitar, termasuk normalisasi sungai di sekitar perumahan.

Kehadiran perumahan Villa Kencana Cikarang (VKC) sejak awal 2017 sangat membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Rumah subsidi yang dibangun sebanyak 8.647 ini dipasarkan mulai Rp112 juta pada tahun lalu. Presiden Jokowi pun secara langsung meresmikan rumah murah tersebut pada awal Mei 2017. Dan sejak saat itu VKC menjadi buruan MBR di sekitar Cikarang dan Bekasi.

BACA: Kolaborasi BTN dan SPS Group Hadirkan Rumah Rp112 Juta

VKC dibangun di lahan seluas 105 hektar, di Jalan Raya Pulo Sirih No. 84, Sukajadi, Sukakarya, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Kawasan perumahan di bangun di sekitar beberapa Kawasan industri dengan kontur tanah yang rata. Sejak awal pembangunan, PT Arrayan Bekasi Development yang merupakan bagian usaha dari SPS Group sudah mengantisipasi berbagai hal, termasuk ancaman bajir dengan memerhatikan struktur tanah kawasan dan perumahan yang dibangun. Dalam hal ini, standar kualifikasinya sudah di atas peil banjir, dengan demikian ketinggian muka tanah secara hidrologi paling aman dari risiko banjir.

“Aliran sungai di kawasan VKC juga sudah sangat baik karena kami rutin melakukan normalisasi agar sungai tidak mengalami pendangkalan. Terbukti sepanjang tahun 2017 tidak pernah terjadi banjir,” ujar Tuti Mugiastuti, General Manager SPS Group di sela pameran properti, Indonesia Property Expo (IPEX) 2018 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Jumat (9/2/2018).

BACA JUGA:

Pengembang: Tidak Mudah Bangun Rumah Subsidi

Presiden: Dulu Saya Ngontrak 9 Tahun Baru Bisa Beli Rumah

Rekor MURI: 1.000 Rumah di Villa Kencana Cikarang Terjual dalam Satu Hari


Beberapa waktu lalu memang pemukiman ini sempat terendam bajir. Namun demikian, hanya sebanyak 50 unit rumah saja. “Kondisi cuaca waktu itu memang cukup ekstrim sehingga banjir tidak bisa dihindari. Dan hanya sebagian kecil saja, sekitar 0,5% dari total luas Kawasan,” ungkap Tuti.

Salah satu penyebab kenapa VKC bisa terjadi banjir, imbuh Tuti, adalah kondisi sungai setelah atau diluar kawasan yang notabene milik warga belum di normalisasi, sehingga tidak mampu menahan derasnya debit air. “Kalau debit air terlalu tinggi, mau tidak mau, Kawasan sekitar akan terkena banjir. Termasuk ke kawasan perumahan kami,” tambah Tuti.

Tuti berharap warga penghuni tidak perlu panik menghadapi kondisi tersebut, karena saat ini SPS Group sedang berkoordinasi dengan Dinas Pengairan dan Pemda untuk mengatasi kondisi tersebut agar kejadian ini tidak terulang lagi.

“Kami juga menyarankan kepada Pemda setempat untuk segera melakukan normalisasi sungai yang ada di wilayah-wilayah yang sedang pesat dengan pembangunan proyek properti,” tegas Tuti.

Jokowi Effect

Tidak dapat dipungkiri, rumah subsidi, termasuk proyek VKC dan SPS Group semakin naik pamor setelah Presiden Joko Widodo meresmikan langsung perumahan tersebut. Hal tersebut pun diakui Tuti, bahwa kehadiran Jokowi telah berdampak signifikan naiknya penjualan properti SPS Group, terutama di VKC.

“Sepanjang tahun 2017 lalu, penjualan properti di grup kami berhasil mencapai 15.000 unit,” katanya.

Atas pencapaian tersebut, SPS Group semakin optimis menatap bisnisnya di tahun 2018 ini. Pada tahun ini, SPS Group akan menghadirkan proyek prestisius Grand Cikarang City 2 yang diharapkan dapat mengulang sukses dari proyek terdahulu, yakni Grand Cikarang City (GCC).

“Lokasinya tidak jauh dari GCC, hanya sekitar 5 km dan sekarang ini kami sudah menguasai lahan seluas 70 hektar untuk proyek tersebut. Persiapan sudah 90% dab dalam waktu dekat akan segera berjalan,” pungkas Tuti, peraih BTN Kartini Awards – Wanita Terinspirasi, katagori developer pada 2017 lalu. [Pius Klobor]

You have no rights to post comments