Milenial yang Ragu Beli Properti, Berikut Tips dari Ayu Gani

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Ayu Gani (Pius)

Kalangan milenial yang lahir pada tahun 1980 - 2000an kini sudah masuk ke dalam angkatan kerja. Kelompok ini diperkirakan akan menjadi pembeli properti terbesar hingga 10 tahun ke depan.

Potensialnya kalangan di usia ini pun tak disia-siakan pengembang properti yang sedang memasarkan produknya. Kalangan milenial menjadi bidikan utama mereka, bahkan dengan berbagai gimmick yang sangat menggoda.

Awal tahun ini, Synthesis Development melalui proyeknya Superblok Prajawangsa City di Cijantung, Jakarta Timur juga memperkenalkan program baru, yakni "#AsiknyaDibayarin Sewa Apartemen". Program promo ini menargetkan pasar empuk kalangan milenial di Jakarta dan sekitarnya.

BACA: Beli Apartemen di Jakarta Timur, Bisa Tinggal 3 Tahun Gratis

Menurut Mandrowo Sapto, Managing Director Prajawangsa City, saat ini masih banyak millennials yang merasa penghasilannya belum mencukupi untuk membeli properti.

"Mereka ingin hidup praktis, aktivitas leisure yang berlebihan karena ikut tren atau supaya bisa terlihat eksis di media sosial dan terlalu fokus ke gaya hidup konsumtif, gadget freak dan brand minded," kata Sapto kepada media di Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (18/1/2018).

Kata dia, sebenarnya millennials bukan tidak mampu membeli, namun mereka tidak mau membelinya. Padahal millennials diperkirakan bakal menggerakkan ekonomi dalam negeri dan mendorong perkembangan tren industri sektor properti, baik masa sekarang, dan pada periode mendatang.

“Kondisi lain yang dialami millennials atau keluarga muda saat ini adalah tinggal di hunian dengan sistem sewa. Mereka ada keinginan untuk membeli hunian, tetapi mentok dan merasa berat jika harus membayar sewaan dan cicilan kredit pemilikan hunian,” papar Mandrowo Sapto.

Mampu Beli

Ayu Lestari Putri Gani, Model Indonesia yang juga Pemenang Asia's Next Top Model musim ketiga adalah salah satu potret kalangan milenial yang akhirnya memutuskan beli properti.

Keputusan tepat dan cepat diambil wanita kelahiran Solo, 13 Agustus 1991 beli apartemen sebagai tempat tinggal sekaligus produk investasi. Sebelumnya, Ayu Gani tinggal di apartemen sewa di Kuningan, Jakarta Selatan dengan biaya sewa per bulan mencapai Rp6 juta.

"Saya sisikan tabungan saya Rp6 juta setiap bulan untuk sewa apartemen tapi saya tidak dapat apa-apa kan," jawab tegas wanita 26 tahun ini kepada awak media yang mewawancarainya.

Lantas kenapa pilih apartemen, bukan rumah tapak (landed)? Tinggal di Jakarta, bagi Ayu Gani tak ada pilihan lain selain hunian vertikal atau apartemen. Tentu disesuaikan dengan kemampuan dan dari segi kepraktisan, serta kenyamanan, bagi wanita 27 tahun ini apartemen adalah pilihan tepat.

"Di Jakarta, tingga di rumah kayaknya susah. Apalagi aku orangnya juga suka traveling, sehingga apartemen lebih aman bagi aku," ujar Ayu Gani.

Ayu sudah dua tahun tinggal di Apartemen Bassura City, salah satu apartemen yang dikembangkan oleh Synthesis Development di Jatinegara, Jakarta Timur. Saat membeli, beberapa tahun lalu, harga apartemen ini belum mencapai Rp300 juta per unit.

"Waktu itu aku beli harganya masih sekitar Rp200 juta lebih. Saat itu tanpa DP jadi langsung cicil ke developer, sekitar R5 jutaan selama 4 tahun. Saat ini sudah lunas," katanya. Sebagai informasi, harga aparemen di Bassura City kini berkisar lebih dari Rp500-an juta. Sementara harga sewa berkisar Rp4 jutaan per bulan.

Bahkan tidak hanya di Bassura, kini Ayu Gani juga tengah mencicil beberapa unit apartemen di proyek lain sebagai investasi jangka panjangnya.

"Aku masih pengen beli properti lagi. Sebenarnya sekarang juga aku punya beberapa apartemen yang masih cicil juga. Kenapa cicil, karena tidak berasa. Seperti kalau cicil 3 tahun, Rp4,5 juta tidak berasa. Tiba-tiba aja uda setahun," paparnya.

Tips

Bagi kalangan milenial yang masih bingung, berikut beberapa tips dari Ayu Gani sebelum Anda memutuskan untuk beli properti.

Lokasi, aksesibilitas dan harga tentu menjadi pertimbangan utama. Mencari hunian di lokasi strategis dengan harga terjangkau memang susah-susah gampang. Biasanya properti di lokasi strategis dijual dengan harga yang cukup tinggi, sehingga susah dijangkau kalangan milenial.

"Jadi memang harus disesuaikan dengan kemampuan kita. Aku pilih di Bassura karena akses dan jarak ke tempat kerja dan pusat aktivitas aku cukup cepat dan mudah, seperti ke Kuningan atau ke Senayan juga gak terlalu susah," kata Ayu Gani.

Jika ditempati sendiri, sebut Ayu, maka faktor jarak dan akses adalah hal pertama yang dipertimbangkan. "Ini untuk efisiensi dan kenyamanan," imbuh Ayu Gani.

"Bagi saya, properti mau lokasi di manapun, ibarat seperti tabungan, mau lokasinya jauh dari pusat kota kalau untuk investasi, harganya pasti naik," sambungnya.

Tahapan berikutnya yang juga harus diperhatikan calon pembeli adalah latar belakang dan track record developer. Properti apartemen apa saja yang sudah pernah dia bangun, juga mencari informasi lain seputar izin pembangunan proyek tersebut, serta sertifikat bagi pemiliknya kelak.
"Soal harga dan cara bayarnya memang dari awal sudah kita pertimbangkan karena harus disesuaikan dengan kemampuan kita," kata Ayu Gani.

Ayu Gani yang kini telah memiliki hunian sendiri tipe 2 bedroom juga sedari awal telah mempersiapkan keuangannya secara matang. Bahkan setiap penghasilan yang diterima, sekira 30-40 persen disisihkan sebagai tabungan, sedangkan 20-30 persen lainnya sebagai kebutuhan utama lainnya, seperti makan.

"Memang harus diatur sejak awal. Kebutuhan ku seperti pakaian atau jalan-jalan, kalau memang bisa ditunda dulu ya ditunda," terang wanita yang punya hobi traveling ini. [Pius Klobor]

You have no rights to post comments