PASAR PERUMAHAN BANTEN KEMBALI UNJUK GIGI

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Setelah anjlok di triwulan III tahun 2017, pasar perumahan di wilayah Banten pada triwulan IV tahun 2017 memerlihatkan peningkatan yang signifikan. Hal ini sekaligus menjadi indikator siklus pasar perumahan selama semester I yang terus memperlihatkan tren positif.

Berdasarkan riset yang dilakukan Indonesia Property Watch, diperlihatkan nilai penjualan perumahan wilayah Banten mengalami peningkatan tajam sebesar 79,0% dengan total nilai penjualan Rp 530.247.973.428. Pertumbuhan tinggi juga diperlihatkan berdasarkan jumlah unit terjual yang naik lebih tinggi lagi yaitu 124,6%.

Meskipun terjadi penurunan nilai penjualan rumah di wilayah Cilegon sebesar 16,5%, namun kenaikan nilai penjualan rumah secara signifikan terjadi di Kabupaten Tangerang dan sekitarnya meningkat 101,2%. Peningkatan penjualan juga terjadi di sebagian besar perumahan di wilayah Serang yang memberikan kenaikan penjualan 9,6% di wilayah ini.

Peningkatan ini didominasi oleh segmen tipe kecil dan menengah, masing-masing bertumbuh sebesar 159,9% dan 139,8%. Sedangkan nilai penjualan rumah di tipe besar mengalami penurunan 45,1% dibandingkan triwulan sebelumnya.

Pergerakan pasar perumahan di wilayah Banten memberikan kecenderungan pergeseran ke pasar perumahan di segmen harga Rp 150 – 500 jutaan yang mendominasi penjualan rumah sebesar 58,7%, diikuti dengan segmentasi harga dibawah Rp 150 jutaan sebesar 22,0%, dan segmen harga Rp 500 juta – 1 miliaran sebesar 16,7%. Selebihnya merupakan pasar perumahan di atas Rp 1 miliaran.

Optimisme pun terlihat dari para pengembang yang telah mulai kembali aktif memasarkan proyeknya serta meluncurkan cluster-cluster barunya. Tercatat peningkatan penjualan cukup tinggi yang terjadi di perumahan Citra Maja Raya yang secara agresif mengembangkan proyeknya. Proyek ini menjadi salah satu benchmark penting pertumbuhan wilayah Maja selain Citra Raya di Cikupa. Sementara itu arah perkembangan pasar perumahan di Kabupaten Tangerang lainnya mulai bergerak ke arah Mauk, Rajeg, dan Sepatan yang memerlihatkan peningkatan permintaan rumah tipe menengah sampai bawah. Sedangkan untuk segmen besar, BSD City masih menjadi market leader.

Beberapa rencana proyek infrastruktur seperti jalan tol Serang-Panimbang, tol Serpong-Balaraja, tol Kunciran-Serpong, dan tol Serpong-Cinere harusnya dapat menjadi referensi para pelaku pasar dalam membaca arah pergerakan pasar di wilayah tersebut. Belum lagi adanya rencana mass rapid transit (MRT) Serpong-Tangerang - Rawa Buntu yang dilanjutkan sampai ke bandara.

Semoga tren positif ini terus berlanjut memberikan pertumbuhan pasar perumahan di wilayah Banten yang lebih baik.

Ali Tranghanda
Indonesia Property Watch

You have no rights to post comments