Menuju Tahun Politik, Berikut Potensi Pertumbuhan Hunian Vertikal

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Diskusi Green Pramuka City: (Dari kiri ke kanan) Mualim Wijoyo Wakil Ketua Umum Bidang Pengelolaan Apartemen dan Rumah Susun REI; Jeffry Yamin Marketing Director Green Pramuka City; Liza Monalisa General Manager Green Pramuka Square dan Danang Suryawinata Deputi Manager Pengelola Green Pramuka City (dok. Green Pramuka City).

 

Harga properti cenderung akan naik setelah perhelatan pesta politik usai. Maka, saat ini termasuk momentum yang tepat untuk membeli properti.

Sepanjang tahun 2017 industri properti di Indonesia mengalami dinamika yang begitu bewarna. Meski demikian, peluang pasar masih cukup terbuka lebar untuk industri properti ini.

Statistik Perbankan Indonesia mencatat nilai kredit pembiayaan kembali mengalami kenaikan hingga mencapai Rp26.877 triliun.

Peningkatan ini lebih tinggi dari nilai kredit pada tahun-tahun sebelumnya. Hal ini menunjukan adanya optimisime di kalangan pelaku bisnis di industri properti, khususnya apartemen.

BACA: Skenario Pasar Properti 2018-2019

Sebagaimana yang diungkapkan oleh Jeffry Yamin selaku Marketing Direktur Green Pramuka City di acara media gathering ‘Kaleidoskop 2017 dan Overview 2018’ di Galeri Kantor Marketing Green Pramuka City, Jumat (15/12/2017), lalu.

Melihat angka pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2% yang ditargetkan oleh pemerintah di tahun 2017, Jeffry melihat kemampuan pemerintah dalam mendorong laju ekonomi nasional ke arah yang lebih baik.

Hal ini ditambah dengan diterapkannya berbagai kebijakan yang bertujuan untuk memberikan stimulus pada sektor properti, seperti BI 7-Day Repo Rate, Tax Amnesty, Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Paket Kebijakan Ekonomi (PKE) dan pembangunan infrastruktur.

"Semua itu membuat saya optimis bahwa akan dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan industri properti, termasuk hunian vertikal seperti apartemen," katanya.

Adapun berdasarkan data Bank Indonesia, indikasi peningkatan pertumbuhan kredit baru pada Q2 2017, diantaranya: Kredit Pemilikan Rumah (KPR)/Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) mencatatkan kenaikan tertinggi yakni sebesar 70,7% pada Q2 2017 dan untuk segmen apartemen, rasio NPL tertinggi berasal dari apartemen dengan luas kurang dari 21 m2, yaitu 5,52%. Sementara rasio NPL terendah apartemen berasal dari tipe besar, di atas 70 m2 yaitu sebesar 1,77%.

Sementara untuk tahun 2018, konsultan properti Colliers Internasional memproyeksikan pasar apartemen di Jabodetabek supplainya akan mencapai angka 34.000 di tahun mendatang. Hal ini mengindikasikan optimisme pengembang terhadap pasar properti tanah air yang masih terus bertumbuh.

Apartemen Green Pramuka City, masih akan ambil bagian meramaikan pasar hunian vertikal tahun 2018 ini. Proyek ini masih akan mengedepankan keunggulannya sebagai satu kawasan strategis di tengah kota Jakarta.

Green Pramuka City menawarkan konsep one stop living yang akan memberikan kemudahan hidup bagi konsumennya. Berbagai promo menarik juga ditawarkan, seperti program cicilan 120 kali tanpa slip gaji dan dokumen yang rumit, dengan biaya angsuran ringan.

Kemudian apartemen ini juga menerapkan uang muka (DP) mulai 10% dan gratis biaya pemeliharaan selama 1 tahun. Kemudahan proses administrasi pun turut menjadi strategi Green Pramuka City dalam meraih pangsa pasar hunian vertikal di 2018 ini.

Sikap optimis dalam melihat peluang pasar hunian vertikal tahun 2018 mendatang juga pun turut disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Bidang Pengelolaan Apartemen dan Rumah Susun Real Estat Indonesia (REI), Mualim Wijoyo.

Menurutnya, pesta politik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2017 dan 2018, kemudian disusul Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, mestinya dapat dimanfaatkan konsumen untuk membeli properti.

"Inilah momentum terbaik bagi konsumen untuk membeli properti. Apabila kita melihat kembali momentum serupa di tahun-tahun sebelumnya, nilai properti memiliki kecenderungan untuk naik secara signifikan setelah perhelatan politik selesai," sebut Mualim. [Ama]

You have no rights to post comments