×

Notice

There is no category chosen or category doesn't contain any items

Bangun TOD, Harus Ada Kesetaraan Swasta dan BUMN

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Bicara lokasi properti, berarti juga wajib bicara tentang kemudahan akses pencapaian. Dulu orang banyak bicara tentang dekat pintu tol itu sama dengan dekat kemana-mana. Namun mayoritas masih tetap menggunakan mobil pribadi.

Sekarang dengan akan semakin baiknya transportasi massal publik, maka terbuka akses publik kepada moda yang lebih murah dan berdaya angkut banyak. Sehingga jika dulu orang membeli hunian yang dekat dengan pintu tol, maka saat ini, pilihan masyarakat sedikit beralih kepada hunian yang berdekatan dengan akses transportasi massal publik.

BACA: TOD Atawa TAD

Memiliki hunian di daerah TOD (transit oriented development), selain jadi mudah kemana-mana, masyarakat akan dapat memiliki hunian yang berlokasi di daerah tengah kota. Paling tidak, kemudahan akses ke tengah kota.

Dalam hal ini, pengembang juga perlu jeli membidik pasar yang sesuai dengan kelompok segmen lingkungan TOD yang akan dibangun. Hunian yang dibangun perlu disesuaikan spesifikasinya dengan segmen/tingkat sosial lingkungan TOD-nya.

BACA: Zaman Now, Tinggal di TOD

Namun, menurut Amran Nukman, Ketua DPD Real Estat Indonesia (REI) DKI Jakarta, pemerintah kelihatannya sedang memprioritaskan kepada BUMN atau BUMD dalam mengembangkan hunian di lingkungan TOD.

"Di satu sisi, pemerintah berhak menawarkan kepada pengembang BUMN atau BUMD karena lahan di TOD tersebut milik BUMN sendiri. Tapi di sisi lain, pengembang swasta nasional juga memiliki kemampuan melakukan pengembangan seperti itu," kata Amran kepada Property and The City, belum lama ini.

Sebagai organisasi para pengembang properti, lanjutnya, tentunya diharapkan ada kejelasan dan kesetaraan pada hal-hal teknis, khususnya dalam tahap-tahap perizinan.

"Pengembang swasta masih sering terkendala proses pengurusan izin yang panjang dan lama, sementara BUMN sudah bisa ground breaking sambil mengurus perizinannya," pungkasnya. [Pius/artikel lengkap di Majalah Property and The City Edisi 34/2017]

You have no rights to post comments