×

Notice

There is no category chosen or category doesn't contain any items

Rampung Tahap I, Komitmen APLN Hadirkan Kawasan Terintegrasi Skala Kota di Cimanggis

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Seremoni topping off Podomoro Golf View oleh jajaran direksi APLN dan Wika Gedung di lantai 24 Tower Blasa, Cimanggis, Depok, Minggu (15/10/2017). (Foto: dok Pius Klobor)

Keberadaan PGV diyakini akan dapat mengakselerasi perkembangan kawasan Depok, Bogor, dan sekitarnya. Tahap pertama direncanakan serahterima kepada konsumen secara bertahap mulai 2019.


Tidak sampai dua tahun, konstruksi pembangunan Podomoro Golf View (PGV) tahap pertama rampung. Proyek yang dikembangkan oleh PT Graha Tunas Selaras, entitas anak PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) melakukan seremoni tutup atap atau topping off pada Tower Blasa, yang merupakan tower kedua pada tahap pertama ini.

PGV sendiri diluncurkan 12 Desember 2015 dan respon pasar menyambut positif. Hingga saat ini, dari total 3800 unit di tiga tower blok, yakni Balsa, Cordia, dan Dahoma, hanya tersisa 100-an unit di tower Balsa. Sementara pembangunan dilakukan sejak tahun lalu, pasca penandatanganan kerjasama dengan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung (Wika Gedung), Agustus 2016. Adapun ketiga tower tahap pertama ini dibangun setinggi 24 lantai.

“Hari ini adalah topping off salah satu tower PGV sebagai bukti komitmen kami dalam membangun suatu konsep integrated perumahan di wilayah Depok dan Bogor, sebagai sebuah kawasan skala kota,” ujar Wakil Direktur Utama PT APLN, Indra W Antono, kepada media di Cimanggis, Depok, Minggu (15/10/2017).

Baca Juga: PODOMORO GOLF VIEW: Don’t Worry Tinggal di Cimanggis

Bersamaan dengan ini, tower ke-4, yakni Guarea juga mulai dikembangkan. Sejak Mei lalu pengembang membuka penjualan tower blok ke-4 sebanyak 1200 unit. Hingga saat ini sudah terjual lebih dari 50 persen. Adapun menara Guarea terdiri dari tiga tipe, yakni studio (22 m2), 2 bedroom (36 m2 dan 37 m2), dan 3 bedroom (52 m2). Tipe terkecil dipasarkan mulai dari Rp267 juta atau sekitar Rp11 jutaan/m2. Harga ini naik dari penjualan awal di kisaran Rp198 juta per unit atau Rp9,4 jutaan/m2. Menurut rencana, serah terima mulai dilakukan secara bertahap pada awal 2019.

PGV dikembangkan di lahan seluas 60 hektar sebagai hunian yang terintegrasi sebanyak 37.000 unit dengan 25 tower. Apartemen ini berada di kawasan hijau alami yang memiliki 360 derajat golf view, yakni Emeralda Golf Club, Jagorawi Golf and Country Club, dan Riverside Golf Club, serta dibatasi Sungai Cikeas yang mengalir sepanjang kawasan.

Menurut Indra, pengembangan PGV sebagai kawasan terintegrasi skala kota tersebut juga merupakan salah satu sumbangsi dan kontribusi APLN terhadap kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan hunian tersisa (backlog) yang mencapai 11,4 juta unit.

“Misi kami adalah menyediakan papan untuk masyarakat yang membutuhkan dengan harga yang affordable,” kata Indra.

Direktur Utama PT APLN, Cosmas Batubara menambahkan, perumahan yang diresmikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basoeki Hadimoeljono, 2015 lalu tersebut juga mesti dilihat sebagai proyek nasional dalam upaya mendukung program sejuta rumah oleh pemerintah pusat.

“Kami bangga kepada pemerintah daerah yang sudah sangat membantu dalam upaya mendukung program kami membangun perumahan ini. Kalau kerja sama antara pemda dan pengembang bisa berjalan dengan baik, program sejuta rumah akan bisa dicapai,” kata mantan Menteri Perumahan Rakyat tersebut.

Tidak hanya itu, menurut Cosmas, dari segi pembiayaan pun pemerintah sudah sangat mendukung dengan memperkenalkan lembaga DIRE (Dana Investasi Real Estate). DIRE, sebut Cosmas, merupakan salah satu cara untuk mendapatkan dana dalam rangka pembangunan perumahan.

“Termasuk juga langkah-langkah pemerintah dalam upaya pemangkasan perizinan. Sehingga kami sebagai pengembang akan berperan sebagai pelaksana proyek-proyek pemerintah,” tegas Cosmas.

Fasilitas

Sebagai sebuah kawasan skala kota, PGV dilengkapi dengan berbagai fasilitas, diantaranya jogging track, fasilitas olahraga, dan komersial area. Tidak hanya itu, APLN bakal mempercantik sungai Cikeas sepanjang 2 km dengan area tematik Riverside Walk berupa F & B, pusat kuliner yang nantinya akan menyerupai San Antonio, USA dan Clarke Quay, Singapore. Semua ini akan dipadukan dalam kawasan hijau, berlabel eco living yang akan menghadirkan nuansa alam dalam kawasan ini. Bahkan main entrance gate juga dibangun dengan nuansa fully green.

Tidak hanya itu, PGV juga akan menempel langsung dengan fasilitas pendidikan Kolese Kanisius seluas 20 ha, yang telah memiliki lahan sebelum PGV. Beberapa universitas ternama, antaralain Universitas Gunadarma, Universitas Indonesia, serta Universitas Pancasila di Depok juga tidak jauh dari lokasi hunian vertikal ini.

“Tahun lalu kami sudah menandatangani perjanjian kerja sama dengan Universitas Gunadarma yang akan membangun kampus di sini, sehingga kami persiapkan sekitar 2 tower sebagai kampus,” kata Inddra.

PGV juga sudah menjalin kerja sama dengan Himpunan Pengusaha Ritel Indonesia untuk menghadirkan konsep belanja baru di kawasan PGV. Dimana nantinya shopping arcade di sepanjang boulevard akan terisi dengan produk-produk dalam negeri, termasuk kuliner.

Strategis

Sebagian orang mungkin akan merasa bahwa tinggal di PGV Cimanggis, masih terlalu jauh atau bahkan terpencil. Menurut Assistant Vice President Marketing APLN, Alvin Andronicus, Cimanggis berada di lokasi yang sangat strategis, pinggiran jalan Tol Jagorawai, tepatnya hanya 100 meter dari exit Tol Cimanggis.

“Memang baru kami (APLN-red) pengembang besar yang ada di sini, tapi keberadaan PGV ini akan dapat mengakselerasi perkembangan kawasan Depok, Bogor, dan sekitarnya. Jadi kami akan meyakinkan konsumen supaya confidence and don’t worry tinggal di PGV Cimanggis,” kata Alvin meyakinkan.

Baca Juga: Masa Depan Ada di Jalur LRT

PGV juga hanya berjarak sekitar 19 km dari Cawang, dan 30 menit dari Bandara Halim Perdana Kusuma. Kota baru ini juga bakal terintegrasi dengan sistem kereta ringan LRT (light rail transit), MRT (mass rapid transit), dan shuttle bus.

“Kita lihat LRT juga pengembangannya sudah sampai Cibubur, mungkin kami akan masuk ke tahap kedua LRT dalam dua atau tiga tahun ke depan. Tetapi selama masa LRT akan dikembangkan, kami juga akan menyiapkan sarana transportasi bagi penghuni PGV menuju stasiun LRT terdekat, karena ini perlu waktu, sembari menunggu tahap kedua LRT,” sambung Indra. [Pius Klobor]

You have no rights to post comments