×

Notice

There is no category chosen or category doesn't contain any items

Logo Baru dengan Konsep Premium, Jababeka Bidik Pasar Menengah Atas

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Jababeka Residence yang dibentuk pada tahun 2013 baru akan diluncurkan secara resmi melalui seremoni Grand Launching dengan logo barunya, pada Sabtu (21/10/2017) di Jababeka Convention Center. (foto: dok. Jababeka)

Sejak tahun 1990-an kawasan Kota Jababeka telah dirancang dan dipersiapkan menjadi denyut kehidupan kawasan residensial. Kini pasar menengah atas menjadi bidikan Jababeka Residence, terutama para ekspatriat yang ditandai dengan hadirnya sejumlah fasilitas komersial baru.

 

Masif pembangunan di wilayah Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, melahirkan pula kreasi dan inovasi baru beberapa perusahaan pengembang yang berada di sana. Bahkan mereka bertransformasi untuk mengubah wajah kawasan yang semula hanya konsen pada pengembangan industri menjadi kawasan hunian prestise. Ini pula dilakukan oleh PT Jababeka Tbk sebagai pengembang kawasan industri yang kemudian menghadirkan kawasan hunian.

Pengembangan kawasan hunian dimulai sejak 2013 melalui anak usaha PT Grahabuana Cikarang yang kemudian membentuk Jababeka Residence. Pengembang mengalokasikan lahan seluas 500 hektar untuk mengembangkan dan mengelola kawasan residensial baru di dalam Kota Jababeka.

“Yang sudah dikembangkan seluas 200 hektar, sehingga tersisa 300 hektar lagi. Namun secara keseluruhan bisa dikembangkan sampai 800 hektar,” ujar Presiden Direktur PT Grahabuana Cikarang, Sutedja S. Darmono kepada Media di Jakarta, Senin (16/10/2017).

Beberapa sarana dan fasilitas yang telah beroperasi dalam kawasan Jababeka Residence, yakni Rumah Sakit Permata Keluarga, RS Harapan Keluarga, dan RS Mitra Keluarga. Sementara, untuk fasilitas pendidikan telah berdiri 16 lembaga pendidikan berstandar nasional maupun internasional, diantaranya fasilitas pendidikan yang dikembangkan oleh Jababeka yaitu President University yang tercatat memiliki 7.000 mahasiswa aktif, Al-Azhar, BPK Penabur, Santo Leo, dan sekolah lainnya.

Sejak Mei 2017, Jababeka Residence melengkapi sebuah area komersial sekaligus tempat hangout terlengkap pertama di Cikarang, yaitu Hollywood Junction, lengkap dengan amphitheater, sociality store, salon dan supermarket. Berbagai fasilitas kuliner dan restoran di Hollywood Junction dengan tenant-tenant ternama seperti J.Co, Bread Talk, Sapo Oriental, Bari Uma Ramen, KFC, Cafe Delico, Solaria, Pizza Hut, dan lainnya juga ada di sana.

Sebagaimana diketahui, Kota Jababeka dengan luas mencapai 5.600 hektar terus dikebut pengembangannya dengan berbagai fasilitas komersialnya. Jumlah populasi dalam kawasan juga terus bertambah hingga mencapai 1,2 juta jiwa. Sementara perusahaan multinasional pun kini mencapai lebih dari 1.650 perusahaan yang berasal dari 30 negara. Sedangkan jumlah pekerja pun kini telah mencapai lebih dari 700 ribu orang dengan 10 ribu karyawannya adalah para ekspatriat.

Properti Baru
Beberapa produk properti baru segera dikembangkan dalam tahun ini, dan diyakini akan menyusul sukses beberapa produk sebelumnya, seperti apartemen Elvis Tower yang sukses terjual. Keberhasilan produk apartemen Jababeka Residence akan berulang kemudian di tahun 2016 dan awal 2017, di mana sebanyak 551 unit apartemen Monroe Tower berhasil dipasarkan dalam waktu relatif singkat.

Dalam tahun 2017 ini, kata Sutedja, Jababeka Residence telah meluncurkan beberapa proyek properti, yang meliputi rumah tapak, ruko, dan apartemen. Untuk rumah tapak dipasarkan dengan rentang harga mulai dari Rp499-an juta untuk proyek Palm Residence hingga Rp3 miliar untuk cluster Veranda.

Sedangkan untuk ruko berkisar Rp1,64 miliaran untuk ruko Hollywood Boulevard hingga Rp3 miliaran untuk ruko Sudirman Boulevard. Adapun apartemen di kisaran harga Rp1 miliaran hingga Rp2 miliaran untuk Kawana Golf Residence, Hunian Golf Resort Jepang Pertama di Indonesia, service apartment yang baru dirilis awal Oktober ini.

“Jadi target kami memang pasar menengah atas, terutama para pekerja asing. Banyak yang berasal dari Jepang dan Korea,” terang Sutedja.

Jababeka Residence juga sedang mempersiapkan kawasan komersial dan residensial seluas 180 hektar yaitu Jababeka Golf City. Kawasan ini akan terintegrasi dengan fasilitas bisnis dan komersial, seperti superblok Mayfair Estate & Parklands, joint venture antara PT Plaza Indonesia Realty Tbk dan Jababeka yang pembangunannya ditargetkan selesai pada 2019 mendatang.

Tidak hanya perusahaan lokal, joint venture bersama beberapa perusahaan asing juga dilakukan, seperti dalam proyek Little Tokyo. Proyek ini akan meliputi area ritel berupa Mall Jepang dan enam tower apartemen. Jababeka juga menjalin kemitraan dengan developer internasional, seperti dengan Longlife Holdings asal Jepang untuk proyek Senior Living @D’Khayangan dan yang terbaru dengan Creed Group asal Jepang untuk residensial apartemen Kawana Golf Residence.

Logo Baru

Transformasi besar akhirnya dilakukan Jababeka Residence pada Oktober tahun ini yang ditandai dengan hadirnya logo baru. Logo baru yang mulai diperkenalkan ke publik itu dihadirkan dengan konsep premium yang menargetkan pasar utama menengah atas sebagai branding dan positioning baru dari Jababeka Residence.

Logo baru Jababeka Residence ini diwakili oleh 8 helai daun yang melambangkan alam, kesuburan, dan pertumbuhan. Dalam kepercayaan Tiongkok, angka 8 melambangkan kesempurnaan dan keberuntungan. 8 helai daun besar dan 8 helai daun kecil berada di dalam sebuah lingkaran yang menggambarkan kebersamaan dan keselarasan.

“Oleh karena itu logo baru Jababeka Residence ini diharapkan dapat mewakilkan image premium dari hunian Jababeka Residence,” terang Sutedja.

Jababeka Residence akan melakukan seremoni grand launching pada 21 Oktober 2017 di Jababeka Convention Center, sekaligus memperkanalkan logo barunya kepada publik.

Sutedja menegaskan, pengembangan demi pengembangan yang telah dan akan dilakukan Jababeka Residence sebagai kawasan kota mandiri nantinya mampu mentransformasikan citra Kota Jababeka.

“Selama ini Kota Jababeka telah dikenal sebagai kawasan industri modern yang terlengkap dan terbesar. Kini terus berkembang menjadi kawasan terpadu yang potensial sekaligus eksklusif, sehingga menjadi suatu kawasan hunian ideal yang lengkap, dimana orang dapat tinggal, beribadah, bekerja, berbelanja, bermain bahkan belajar di sini,” katanya.

General Manager Corporate Marketing PT Grahabuana Cikarang, Handoyo Lim menambahkan, pengembangan dalam beberapa tahun terakhir telah menunjukkan progress yang sangat baik bagi Kota Jababeka. Hal ini terlihat dari pembangunan fasilitas komersial yang lengkap dan variasi produk properti yang banyak untuk hunian maupun investasi di Kota Jababeka.

“Tentunya sesuai rencana jangka panjang dari perseroan untuk menjadikan Kota Jababeka Cikarang sebagai kawasan kota mandiri terpadu berwawasan lingkungan dan eksklusif,” kata Handoyo.

Pengembangan kawasan tersebut tentu tidak lepas dari pembangunan sejumlah infrastruktur ke wilayah tersebut. Diantaranya rencana perpanjangan jalur LRT sampai Cikarang, jadwal pembangunan MRT Balaraja-Cikarang yang dimajukan ke tahun 2019 dan ditargetkan selesai 2023. Kemudian KRL Commuter Line Cikarang yang sudah beroperasi sejak Oktober 2017 ini.

Pembangunan jalan tol layang Jakarta-Cikampek juga terus dikebut, dimana saat ini sudah mencapai pembuatan pierhead. Kemudian rencana kereta cepat Jakarta-Bandung, Bandara Internasional Kertajati yang akan beroperasi tahun 2018, serta rencana percepatan pembangunan Pelabuhan Patimban.

Kota Cikarang Baru
Pengembangan kawasan residensial Jababeka tidak lepas dari konsep kota mandiri terintegrasi yang sudah diperhitungkan sejak kawasan Kota Jababeka tahap I seluas 500 hektar didirikan di tahun 1989. Pada saat itu, pabrik dari dua tenant multinasional awal sedang dibangun, yaitu pabrik Unilever dan United Tractors.

Tak lama setelah kedua pabrik tersebut rampung, Jababeka berekspansi ke tahap II dengan luas tambahan 300 hektar, sehingga total luas lahan Kawasan Industri Jababeka di awal era 90-an menjadi 800 hektar. Pada perkembangannya pada periode 90-an, perusahaan-perusahaan multinasional ternama seperti L’Oreal, Kao, Unilever (ekspansi), Nissin, Samsung, Megmilk, dan Sari Roti turut membuka pabriknya di Kota Jababeka.

Perkembangan Kawasan Kota Jababeka yang pesat dalam waktu singkat sudah pasti disertai dengan penambahan jumlah pekerja. Pada tahun 1992, Jababeka membangun Kota Cikarang Baru tahap I, kawasan residensial seluas 500 hektar yang meliputi perumahan-perumahan yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal pekerja di Kawasan Industri Jababeka. Menjelang pertengahan 90-an, bersamaan dengan mulai dibangunnya Jababeka Golf & Country Club, Jababeka memperluas area perumahan Kota Cikarang Baru menjadi 1.500 hektar.

Komitmen untuk mengembangkan kawasan residensial lebih besar lagi mulai dilakukan pada awal periode 2000-an. Jababeka mulai membangun cluster perumahan yang ditujukan untuk segmen menengah atas, yang ditandai dengan pembangunan Tropikana Residence, Kemang Golf Terrace, dan Veranda Golf Townhouse.

Selain itu, sepanjang tahun 2001-2007 beberapa fasilitas yang akan menjadi denyut kehidupan kawasan residensial Jababeka mulai dibangun. Seperti President University dan student housing, Jababeka Commercial Business District (CBD) yang mencakup beberapa kompleks ruko seperti The Capitol dan Metro Boulevard serta Plaza JB, pendirian SMP dan SMA Presiden, peluncuran Metropark Condominium, rumah kost eksklusif Pavilion, ruko Roxy Plaza dan Pecenongan Square, Rumah Sakit Hosana Internasional, peresmian jantung kota Jababeka Botanical Garden, UKM Center, President Executive Club, hingga peresmian Mapolres Bekasi.

Pengembangan fasilitas di dalam kawasan yang dilakukan tentunya disesuaikan dengan perkembangan captive market di Jababeka. Pada tahun 2010, jumlah populasi di kawasan yang sudah mulai disebut dengan “Kota Jababeka” mendekati 1 juta jiwa. Sementara, jumlah perusahaan multinasional yang bernaung di Kawasan Industri Jababeka melebihi 1.000 perusahaan, dengan jumlah pekerja dan ekspatriat yang mencapai angka ribuan. Pada titik ini, Kota Jababeka telah menjadi sebuah kawasan multikultural. [Pius Klobor]

You have no rights to post comments