HOTEL BETHA SUBANG Kamu Betah di Sini, ya

0
104

Kaya dengan nuansa lokal, Hotel Betha Subang siap menyambut Subang menjadi kawasan industri. Para ekspatriat bahkan ada yang long stay hingga empat tahun.

Baca juga :

Kabupaten Subang yang sedang bergerak menuju kota kawasan industri sebagai kelanjutan dari kota industri sebelumnya seperti Cikarang, Karawang, dipastikan bakal mendongkrak bisnis properti seperti perumahan dan perhotelan. Maklum, kehadiran industri akan mengundang ekspatriat dan pekerja lokal dari luar untuk bekerja di kawasan industri. Bahkan, Subang siap bersaing dengan Purwakarta untuk siapa yang lebih cepat sebagai kawasan industri, melanjutkan kesuksesan Karawang sebagai kawasan industri.

Ini juga yang dibaca oleh Wahyu Aji Priyambodo, Manager Hotel Betha Subang, yang menurutnya Subang terus berkembang dan punya potensi besar. Industri dari Karawang sudah mulai pindah ke sini. “Ditambah lagi adanya Pelabuhan Patimban dan dukungan tol lingkar dari Cipali naik ke Sumedang yang sedang dibangun,” ujar Aji.

Belum lagi potensi besar dengan beroperasinya Bandara Kertajati di Majalengka. Dari Subang ke Kertajati hanya menghabiskan waktu sekitar 45 menit. Tidak salah kalau kemudian Subang kini disebut menjadi titik transit ke Bandung maupun ke Jakarta. Semua inilah yang menurut Aji sudah dirasakan secara nyata oleh pengelola hotel. Bisa dilihat sejak tahun 2018 okupasi hotel di Subang terus meningkat, terutama di akhir pekan. “Malah setelah Tol Cipali dibuka, okupansi kami terus meningkat,” katanya.

Cukup beralasan kalau kemudian Aji optimis pada tahun 2019 ini, Hotel Betha Subang akan mampu meraih tingkat hunian yang berkisar 60-70 persen. Hal ini didasari pencapaian tahun sebelumnya yang menyentuh angka 67-68 persen. “Kalau bisa mencapai 70 persen berarti dalam satu bulan ada 1.200 home night. Kalau kita melihat hanya Kota Subang memang sedikit tidak masuk akal. Tetapi kami sudah bisa melihat pencapaian tahun kemarin,” ujar Aji, dengan nada optimis.

Potensi besar Subang yang di depan mata ini langsung direspon oleh para pengembang. Terbukti beberapa hotel baru akan dibangun di Subang untuk menambah empat hotel yang sudah beroperasi saat ini.

Nuansa Lokal

Hotel Betha Subang adalah hotel bintang tiga yang berada di Jalan A. Yani No 28-32, Subang. Jalan ini punya lokasi yang strategis karena dekat dengan Masjid Agung Subang, Alun Alun Subang dan Yogya Grand Subang. Berdiri sejak 10 Mei 2014, Hotel Betha Subang dibangun dengan konsep minimalis.

Perpaduan warna yang soft semakin membuat betah untuk lebih lama menikmati suasana santai dan rileks di hotel ini. Sisi interior nuansa hotel sangat kental akan unsur budaya lokal yang dipadukan dengan unsur modern yang elegan. Ini terlihat mulai ornamen-ornamen yang ada di lobby hotel hingga ke unit kamar. Seperti restoran yang dinamakan Sisingaan – kesenian khas Subang – hingga batik khas Subang yang sudah terpampang di setiap kamar.

Hotel Betha menyediakan 57 kamar yang terdiri dari empat pilihan, yakni Superior, Deluxe, Executive, dan Suite. Rate harga mulai dari Rp600.000 per malam untuk kelas Superior hingga Suite Rp1,3 jutaan per malam. “Kalau Suite memang lebih diminati tamu keluarga karena bisa dihuni sampai empat orang,” ujar Aji.

Tren okupansi di Hotel Betha Subang akan meningkat sejak Senin sampai Sabtu. Ini karena rata-rata tamu adalah dari governance dan corporate. Bahkan cukup diminati, terutama tamu asal Korea untuk long stay yang rata-rata berkisar satu bulan, bahkan ada yang sampai empat tahun. “Hampir semua yang long stay memang dari industri. Harganya hampir sama per hari cuma diikat dengan kontrak dan diberikan benefit lain, seperti free laundry atau free makan,” terang Aji.

Potensi dari penyewaan ruangan atau MICE (meeting, incentives, convention, exhibition) di Subang juga cukup tinggi. Bahkan pengelola Hotel Betha berencana akan menambah fasilitas meeting room. Sementara yang ada saat ini satu meeting room dengan kapasitas 60 orang. Harga sewa berkisar Rp1,5 juta sekali sewa atau sekitar empat jam (tanpa makan). Sedangkan jika menggunakan paket yang sudah ada, seperti Half Day Meeting Package, dikenakan tarif sebesar Rp150.000/ person/day.

“Untuk paket ini, meeting room sudah free, tetapi minimal 25 orang. Paket ini sudah include dengan internet nirkabel, flip chart, LCD, dan screen, termasuk makan dan minum,” kata Aji. ●[Pius Klobor]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here