Menembus Keheningan Belantara Delang

0
281

Pesona hutan tropis Kalimantan selalu memesona wisatawan. Delang yang memiliki Pokdarwis siap menerima kunjungan wisatawan dengan berbagai keindahannya.

Delang merupakan sebuah kecamatan di Kabupaten Lamandau, Provinsi Kalimantan Tengah. Ada banyak keistimewaan dari kecamatan yang sejak tahun 2015 lalu dikukuhkan sebagai kawasan desa wisata oleh Bupati Lamandau, Ir. Marukan. Delang dibelah oleh sebuah sungai yang airnya sepanjang tahun tak berhenti mengalir, meskipun musim kemarau sedang melanda Delang.Sebagai masyarakat yang akrab dengan hutan, masyarakat Delang sangat menjaga kelestarian hutan hujan tropis Kalimantan. Hutan tropis Kalimantan identik dengan rimbunnya pohon ulin, meranti merah. Termasuk pohon endemik Kalimantan lain yang besar-tinggi menjulang, lengkap dengan kehidupan liar serta keanekaragaman hayatinya.

Delang didominasi oleh suku Dayak Tomun yang menurut sejarahnya berasal dari tanah Minangkabau. Hal ini dibuktikan antara lain dari dialek bahasa, musik lokal, serta bentuk rumah adat yang dikenal sebagai rumah panjang yang menyerupai rumah gadang. Saat ini masyarakat Delang, khususnya Desa Lopus, dengan dukungan pemerintah daerah setempat sedang bergiat mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat melalui kelompok sadar wisata (Pokdarwis).

Mengunjungi Desa Lopus dapat ditempuh langsung selama empat jam perjalanan dari Pangkalan Bun. Perjalanan dapat dikombinasikan dengan beristirahat untuk minum kopi atau makan siang di Nanga Bulik, ibukota Kabupaten Lamandau.

Untuk mewujudkan sebagai desa wisata, masyarakat Desa Lopus mulai menggali potensi desanya, baik dari sisi alam dan budayanya. Selain sungai berair bening-bersih, Lopus mempunyai beberapa air terjun yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki atau trekking menyusuri hutan primernya. Silikan Garung (Silikan adalah bahasa lokal untuk air terjun), ditempuh kurang lebih enam jam, dengan jalur setapak naik-turun termasuk yang cukup menantang. Butuh kehati-hatian ekstra, terutama saat musim hujan, bagi wisatawan yang ingin menikmati air terjun Silikan Garung.

Bagi wisatawan yang ingin masuk ke Delang harus ditemani oleh pemandu wisata lokal yang mengetahui jalur-jalur trekking. Ini perlu agar tidak tersesat. Bagi pencinta hutan perawan, mata dan jiwa kita akan dimanjakan dengan berbagai pesona kekayaan rimba Kalimantan serta cerita kearifan masyarakat suku Dayak Tomun.

Wisatawan bisa memeroleh informasi bagaimana suku Dayak Tomun di antaranya memanfaatkan berbagai tanaman hutan untuk obat-obatan. Di sinilah peran pemandu lokal menjadi penting karena selain membantu menjelaskan kepada wisatawan. Mereka juga mampu menerjemahkan berbagai hal menarik selama perjalanan.

Bagi yang ingin trekking tingkat medium, Silikan Todung bisa menjadi pilihan. Cukup tiga jam perjalanan, melewati ladang masyakat serta menyusuri hutan dan sungai dengan airnya yang bening dan bisa diminum langsung. Lelahnya perjalanan menjadi tak berarti saat mandi di bawah air terjun yang dingin menyegarkan. Tak lengkap ke Lopus bila tidak mencoba atraksi wisata air yang ditawarkan oleh Pokdarwis Desa Lopus, yaitu menyusuri Sungai Delang dengan menggunakan ban, dikenal juga dengan “river tubing”, atau perahu karet.

Berbalas Pantun

Uniknya, yang mungkin tidak ditemukan di tempat lain, para pemandu lokal di Delang, baik laki-laki maupun perempuan, tua maupun muda, mengunyah sirih-pinang. Keseruan bertambah saat mereka saling bersahutan berbalas pantun selama kegiatan wisata air ini. Suasana mengundang gelak-tawa tentu saja tak terelakkan. Menyirih dan berpantun adalah salah satu budaya khas masyarakat Dayak Tomun di Lopus ini.Bagi siapa saja yang ingin menginap, Pokdarwis Desa Lopus menyediakan sebuah guest house yang cukup nyaman. Bila membutuhkan oleh-oleh kerajinan khas buatan masyarakat lokal, ada produk kerajinan kapuak atau kulit kayu dalam berbagai bentuk, seperti tas. Juga berbagai produk anyaman dari bambu, rotan, hingga bomban (atau dikenal juga dengan bamban).

Pastikan juga untuk datang pada saat musim buah. Desa Lopus tidak saja terkenal dengan duriannya, tapi juga berbagai macam buah lokal Kalimantan yang lain, seperti langsat, rambai, mentawa, rambutan, manggis, dan masih banyak lagi buah hutan yang lain. (Text dan Foto: Dwi Setijo Widodo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here