Kampung Terang Hemat Energi Signify Pencahayaan untuk Pedesaan

0
14
KTHE
(kiri-ke-kanan) Lea Kartika Indra, Head of Integrated Communications; Rami Hajjar, Country Leader, bersama dengan Ruddy Gobel, Kepala Unit Komunikasi dan Kemitraan TNP2K; Dr. Masudin Sangaji, SP, Msi, Sekretaris Bappeda Kabupaten Seram Bagian Barat; H.M. Bandjar, S.Pi, M.Si, Sekretaris Bapplitbangda Kabupaten Maluku Tengah; Nonie Kaban, Program Director Yayasan Kopernik dalam acara Aktulisasi Implementasi Program Kampung Terang Hemat Energi (KTHE) 2017-2018 baru-baru ini, (Photo : Signify Indonesia)

Signify dengan program Kampung Terang Hemat Energi (KTHE) membantu sesama dengan memberikan akses penerangan di empat provinsi terbesar di Indonesia. Program CSR (Corporate Social Responsibility) dari perusahaan pencahayaan Signify ini sudah berjalan sejak tahun 2015.

Selama program Kampung Terang Hemat Energi (KTHE) berlangsung hingga akhir 2018, lebih dari 3.000 titik penerangan baru yang tersebar di provinsi Sumatra Utara, Bali Timur, Kalimantan Tengah, dan Maluku. Signify sudah menyelesaikan pendistribusian hampir 1.200 Philips Solar Lighting Systems bagi sekitar 20 desa terpencil, dengan jumlah populasi gabungan lebih dari 15.000 orang yang sudah merasakan manfaat program KTHE.

Paket pencahayaan dengan menggunakan Philips LED tenaga surya diberikan kepada setiap desa terpilih berdasarkan Signify dan mitra LSM mereka yaitu Kopernik. Paket tersebut terdiri dari Solar Indoor Lighting Systems, untuk mendukung kegiatan di dalam rumah dan pekerjaan rumah tangga.

Ada juga Philips Lifelight, untuk penggunaan di luar rumah atau area publik yang terangnya mencapai 10 kali lebih terang dari lampu dengan menggunakan minyak tanah. Terdapat juga penyediaan lampu Solar LED Road Light System yang berfungsi sebagai penerangan jalan, jembatan, dan dermaga desa.

“Kami mendorong upaya-upaya untuk menyediakan akses pencahayaan bagi kelompok masyarakat ini dengan menggunakan sistem Philips LED bertenaga surya. Kami senang melihat bagaimana mereka sekarang dapat hidup, bekerja, dan bepergian dengan lebih aman, mencapai hasil pendidikan lebih baik, dan meningkatkan kesehatan serta aktivitas ekonomi mereka”, ujar Rami Hajjar selaku Country Leader untuk operasi/bisnis Signify Indonesia.

Seperti yang diutarakan Rami Hajjar, desa yang sudah merasakan program KTHE, setelah tiga bulan melakukan pendistribusian 500 Philips Solar Lighting System ke lima desa dan tiga dusun di Kalimantan Tengah, dan dengan jumlah populasi gabungan sebanyak 8.000 orang, diketahui setiap keluarga dapat menghemat rata-rata Rp 204.000 per bulan yang sebelumnya digunakan untuk membeli minyak tanah.

Selain itu, diketahui juga dari penelitian yang dilakukan Signify, sekitar 13 persen penduduk yang sudah merasakan program KTHE mengalami penurunan masalah pernapasan dan 4 persen penurunan masalah iritasi mata. Selain itu juga, sebanyak 76 persen penduduk di Kalimatan Tengah tersebut mengungkapkan bahwa mereka melakukan setidaknya satu aktivitas baru di malam hari berkat pencahayaan tenaga surya di dalam rumah.

Setelah program KTHE selesai diluncurkan, Signify juga melakukan bantuan darurat pencayahaan senilai Rp 5 miliar untuk daerah dilanda bencana yaitu Provinsi Sulawesi Tengah, Palu, Sigi, dan Donggala. Sebelumnya juga Signify memberikan bantuan pada daerah dilanda bencana di Lombok dengan menyumbang 800 lentera tenaga surya Philips di tempat-tempat pengungsian dan hunian sementara di Lombok.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here