INCHEON, KOREA SELATAN KOTA SERIBU JEMBATAN

0
345

 

Kota terbesar ketiga di Korea Selatan ini kaya dengan berbagai obyek wisata. Zona bebas ekonomi menjadi penggerak perekonomian Incheon.

Kota metropolitan Incheon berada di pesisir barat Korea Selatan yang berbatasan langsung dengan Kota Seoul dan Gyeonggi di sebelah timur. Incheon sebagai kota terbesar ketiga setelah Seoul dan Busan menjadi tempat pelabuhan internasional Korea Selatan sejak tahun 1883. Dengan jumlah penduduk lebih dari 2,6 juta jiwa, Incheon terbagi menjadi delapan distrik dan dua kabupaten. Incheon terdiri dari 42 pulau berpenghuni dan 112 pulau tidak berpenghuni dengan pulau-pulau utama yang dihubungkan dengan jembatan.

Berbagai perhelatan olah raga internasional pernah digelar di Incheon. Pernah menjadi tuan rumah Asian Games pada tahun 2014 lalu. Lebih dari 10.000 wisatawan dari mancanegara datang di Incheon pada perhelatan olah raga akbar se-Asia itu. Incheon juga pernah menjadi salah satu tuan rumah dari Piala Dunia 2002, yang waktu itu digelar di dua negara Korea Selatan dan Jepang. Jadi, bisa dimaklumi kalau Kota Incheon sudah sangat familiar di luar negeri.

Di Incheon terdapat satu wilayah yang banyak didiami warga keturunan China yang disebut China Town yang berada di distrik Seollin-dong. Orang Tionghoa pertama kali memasuki Incheon pada tahun 1800-an melewati jalur perdagangan. Saat ini warga Tionghoa yang berada di China Town, Incheon, sudah sampai generadi ke-3. China Town sekarang menjadi sebuah lokasi objek wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.

Ekonomi
Sejak Industrialisasi terjadi di Korea Selatan pada tahun1990-an, beberapa kompleks industri dibangun di beberapa daerah di Korea Selatan, salah satunya di Incheon. Bahkan, sejak tahun 2003 Incheon ditetapkan sebagai wilayah zona bebas ekonomi, yang makin mendorong pesatnya pertumbuhan industri baru lainnya berkembang. Zona bebas ekonomi Incheon terdiri dari tiga wilayah, yaitu wilayah Songdo, Cheongna, dan pulau Yeongjong. Tujuan dijadikannya Incheon sebagai zona bebas ekonomi adalah untuk mentransformasikan ketiga wilayah ini menjadi pusat logistik, bisnis internasional, rekreasi, dan pariwisata untuk kawasan Asia Timur Laut.

Sejak ditetapkannya Incheon sebagai kawasan zona bebas ekonomi, sampai saat ini Incheon masih terus berbenah diri agar mencapai tujuannya, yaitu menjadi salah satu dari tiga zona ekonomi teratas di dunia. Upaya yang dilakukan pemerintah Korea Selatan dan pemerintah kota untuk mewujudkan tujuan menjadi Zona Bebas Ekonomi dunia dengan melakukan tiga tahapan yang panjang. Tahapan terebut terdiri dari Pembangunan Infrastruktur telah dilaksanakan sejak tahun 2003 hingga 2009. Setelahnya dilakukan tahapan pembangunan proyek yang telah dilaksanakan pada tahun 2010 hingga tahun 2014. Tahapan terakhir adalah penyelesaian proyek yang masih berjalan hingga saat ini dan diharapkan akan rampung di tahun 2020.

Pariwisata

Incheon terkenal sebagai wilayah dengan banyak pulau. Pulau-pulau itu kini terhubung satu dengan lainnya lewat jembatan. Itu sebabnya Kota Incheon dijuluki sebagai kota seribu jembatan karena terdapat banyak jembatan sebagai penghubung antar pulau. Jembatan yang paling tersohor dan menjadi salah satu ikon Kota Incheon adalah Jembatan Incheon.

Jembatan Incheon yang dibuka pada Oktober 2009, menghubungkan pulau Yeongjong dengan daratan utama Incheon. Dengan total panjang jembatan mencapai 21,38 kilometer, Jembatan Incheon menjadi jembatan terpanjang di Korea Selatan dan terpanjang ke tujuh di dunia sejak tahun 2010. Jembatan ini menjadi akses langsung antara Daerah Songdo dan Bandara Internasional Incheon. Jembatan ini juga menjadi pintu gerbang utama para wisatawan masuk ke Incheon.

Destinasi wisata paling popular di Incheon adalah  taman Jayu Park yang dibangun pada tahun 1888. Destinasi wisata paling popular di Incheon adalah taman Jayu Park yang dibangun pada tahun 1888. Taman pertama yang bertemakan modern di Incheon ini memiliki sejarah yang sangat panjang. Awalnya taman ini bernama Manguk Park yang berati taman segala bangsa. Dinamakan seperti itu karena pertama kali taman ini dibuat oleh warga Amerika, Inggris, dan China yang tinggal di Incheon. Kemudian saat masa penjajahan Jepang taman ini pun berubah menjadi Suh Park. Kemudian berganti kembali di tahun 1957 menjadi Jayu Park, yang artinya kebebasan. Nama tersebut melambangkan berakhirnya perang antar Korea.

Obyek wisata lainnya adalah Incheon Chinatown yang sudah ada sejak tahun 1884. Sebagai pecinan terbesar dan satu-satunya yang resmi di Korea Selatan, Incheon Chinatown memiliki gerbang utama khas pecinan dengan tinggi 11 meter. Makanan, baju tradisional dan pernak pernik khas pecinan dapat ditemukan semua di Incheon Chinatown. Lokasinya pun strategis dekat dengan Jayu Park, Kota Songwoldong Fairytale, dan Wolmido.

Transportasi

Bandara Internasional Incheon yang berlokasi di distrik Jung. Transportasi di Korea Selatan sudah terbilang maju. Ini bisa dilihat di Kota Incheon sudah terbilang lengkap moda transportasinya. Kota ini memiliki transpotasi domestik dan transportasi utama yang menghubungkan Korea selatan dengan negara lain karena terdapat Bandara Internasional Incheon yang berlokasi di distrik Jung. Transportasi massal di Kota Incheon dilayani oleh bus, kereta dan subway atau kereta bawah tanah.

Terminal Bus Incheon berlokasi dekat dengan gedung Balai Kota Incheon yang terkenal sebagai terminal tersibuk di Incheon. Terminal bus Incheon juga menjadi gerbang utama jalur internasional yang menggunakan jalur darat. Terimnal Bus Incheon terintegrasi dengan Subway Line 2. Subway di Icnheon memiliki dua jalur utama yang melayani kota-kota Korea Selatan.

Terimnal Bus Incheon terintegrasi dengan Subway Line 2.Subway jalur 1 terhubung ke sistem Seoul Metropolitan Subway yang berada di Stasiun Bupyeong dan terintegrasi dengan jarul kereta arah Bandara Internasional Incheon. Untuk Subway jalur 2 berada di Stasiun Balai Kota Incheon. Untuk jalur kereta api Incheon memiliki 11 stasiun yang juga terhubung ke jalur Subway di stasiun Bupyeong dan Juan.

Bandara Internasional Incheon sebagai bandara internasional utama di Korea Selatan sekaligus bandara pusat regional adalah bandara tersibuk ke 22 di dunia. Dari data tahun 2015, Bandara Internasional Incheon dapat mencapai total penerbangan hingga 305.446 penerbangan internasional dan domestik di tahun 2015, dengan rincian 300.634 penerbangan internasional dan 4.812 penerbangan domestik. Penerbangan utama di bandara ini didominasi oleh maskapai Korean Air dan Asiana Airlines yang mencapai 50,9 persen penerbangan per harinya.

Incheon juga memiliki pelabuhan internasional yang menghubungakan Korea Selatan dengan kota-kota di China. Pelabuhan internasional Incheon menjadi pelabuhan terbesar kedua setelah pelabuhan Busan. Selain melayani kapal feri untuk internasional, pelabuhan Incheon juga melayani kapal feri tujuan ke pulau-pulau terpencil yang ada di Incheon, seperti ke pulau Baengnyoeng.

Properti

Songdo Wellcountry June Realtor, MES City, dan Collins International. Pusat penjualan properti dan real estat di Incheon berada di distrik Songdo yaitu daerah yang termasuk ke dalam Zona Bebas Ekonomi Incheon. Di distrik Songdo memiliki sejumlah agen penjualan properti yang khusus membantu para ekspatriat yang ingin mencari tempat tinggal di Incheon. Penyediaan agen penjualan khusus ini bertujuan untuk mengembangkan hubungan dengan investor asing dan untuk mengembangkan kerjasama dalam upaya menjadikan Incheon zona bebas ekonomi.

Beberapa agen penjualan properti yang berada di Songdo, Incheon yaitu International Realtor, Songdo Real Estate, Songdo Wellcountry June Realtor, MES City, dan Collins International. Jenis properti yang ditawarkan di Incheon mulai dari landed, apartemen, ruang perkantoran, vila hingga officetel yaitu sejenis apartemen sekaligus kantor. Selain itu juga di Incheon terdapat penyewaan kamar untuk tinggal bulanan seperti kosan yang sering ada di Indonesia, dan juga terdapat rumah susun yang harganya relatif lebih murah dan terjangkau. 

Harga properti untuk ekspatriat mulai dari 50 ribu Won hingga 600 ribu Won, yaitu setara dengan Rp654 juta hingga Rp7 miliar. Sedangkan harga sewa properti hunian untuk ekspatriat mulai dari 50 ribu Won hingga 300 ribu Won, atau setara dengan Rp654 juta sampai Rp3 miliar. Sedangkan harga properti untuk warga lokal, seperti harga sewa apartemen berkisar di angka 450 ribu Won per bulan yang setara dengan Rp5 jutaan, hingga harga sewa tertinggi 1.800 ribu Won atau setara dengan Rp23 juta per bulan. Sedangkan harga beli properti untuk warga lokal berkisar dari 500 ribu Won hingga 970 juta Won, yaitu setara dengan Rp6 juta hingga Rp12 miliar.

Perpajakan

Pajak tersebut dibagi berdasarkan regionalnya, yaitu terdapat dua jenis pajak berdasarkan regional; pajak nasional dan pajak lokal. Pajak nasional merupakan pajak yang dipungut oleh pemerintah pusat yaitu oleh National Tax Service untuk kebutuhan nasional. Adapun jenis pajak yang dipungut pada tingkat nasional adalah pajak warisan, pajak hadiah, pajak penghasilan, pajak perusahaan, pajak kepemilikan real estate komperhensif, dan pajak pertambahan nilai. Semua masalah perpajakan tersebut dapat dilaporkan secara real time melalui website resmi wetax.go.kr untuk jenis pajak lokal, dan nts.go.kr untuk jenis pajak nasional.

Tarif pajak di Incheon sendiri mengikuti tarif yang berlaku di seluruh Korea Selatan, yaitu tarif pajak progresif. Untuk pajak penghasilan dimulai dari enam persen jika seseorang memiliki penghasilan 12 juta Won per tahun, hingga paling tinggi pajak penghasilan mencapai 38 persen jika seseorang memiliki penghasilan lebih dari 300 juta Won per tahun. Untuk pajak kependudukan bagi masyarakat asli dikenakan pajak sebesar 10 persen. Sedangkan untuk ekspatriat dikenakan pajak 17 persen. ‚óŹ (Harini Ratna/Dari Berbagai Sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here