BIOMETRIC NEUROMARKETING LEBIH PRAKTIS DAN AKURAT

0
244
Teknologi biometric neuromarketing

Teknologi biometric neuromarketing memanfaatkan dengan teknologi eye-tracking, sebuah proses mengukur gerakan mata untuk menentukan letak dan jenis informasi yang dilihat seseorang.

Dunia marketing terus berkembang seiring perkembangan teknologi terkini yang makin memudahkan untuk mencapai target pasar yang disasar. Begitu pun konsumen properti kini makin dimanjakan dengan berbagai fitur teknologi yang makin memudahkan mencari properti yang diinginkan. Tren pencarian properti kini terus membentuk pola baru. Bukan lagi asal memiliki hunian, konsumen properti, terutama generasi milenial, berusaha mencari tempat tinggal yang sesuai dengan kebutuhannya.

Termasuk para para investor yang mencari properti untuk investasi yang sesuai dengan perhitungan untung ruginya. Meski demikian, neuroscience dan behavioral science menemukan fakta bahwa kebanyakan manusia mengambil keputusan pembelian secara irrational dengan bantuan subconscious mind. Ada banyak hal yang di luar dugaan sebelumnya, ternyata menjadi pertimbangan konsumen saat menentukan properti pilihannya.

Psikolog Daniel Kahneman dan Richard Thaler didaulat sebagai pemenang nobel ekonomi karena temuan ini. Ada pula nama-nama seperti Martin Lindstorm yang juga memulai penelitian jutaan dollar AS dengan teknologi biometric untuk memecahkan misteri keputusan pembelian konsumen. Dalam dunia properti, biometric research memungkinkan developer mengerti konsumen secara subconscious dan menyediakan produk yang sesuai kebutuhan pasarnya.

Atas dasar tersebut, teknologi biometric pun kemudian dikembangkan dan diperkenalkan sebagai biometric neuromarketing dalam industri properti. Di Indonesia, situs properti Rumah123 telah melakukan terobosan itu dan mulai mengenalkan secara luas pada pertengahan 2018 ini. Teknologi biometric neuromarketing yang disebut sebagai cara praktis dan akurat untuk dapat menghasilkan insight dan perspektif baru
mengenai perilaku konsumen.

Eye-Tracking

Teknologi biometric neuromarketing memanfaatkan teknologi eye-tracking, sebuah proses mengukur gerakan mata untuk menentukan letak dan jenis informasi yang dilihat seseorang, urutan informasi, dan berapa lama pandangan mereka berada di tempat tertentu. Menggunakan algoritma canggih, teknologi ini memungkinkan penggunanya mengukur posisi mata dan menentukan dengan tepat di mana fokusnya. Perilaku konsumen yang diperoleh dengan teknologi tersebut, bahkan tidak dapat diberikan oleh berbagai metode riset konvensional lain seperti survei, interview, bahkan FGD.

Teknologi biometric neuromarketing

“Penggunaan teknologi biometric mampu menjawab dengan lebih akurat terkait ‘misteri’ bagaimana pengambilan keputusan pembelian dilakukan, tentu juga memperkuat kredibilitas awards ini sebagai penghargaan yang bebas kepentingan dan objektif,” kata Country General Manager Rumah123, Ignatius Untung.

Sebelumnya, situs Rumah123 mengundang beberapa responden untuk menjadi partisipan sebagai property seeker. Responden diperlihatkan beberapa template gambar brosur properti dari laptop yang sudah dihubungkan dengan teknologi eye-tracking untuk kemudian direkam dan dianalisis. Setelah itu, konsumen akan diberikan beberapa pertanyaan kuantitatif terkait gambar-gambar tersebut untuk mendapatkan insight yang lebih dalam.

“Aspek yang akan diukur di antaranya project awareness, quality perception, price perception, favorability, dan project interest. Project dengan skor tertinggi di setiap indikator tersebutlah pemenangnya,” terang Untung. ● [Pius Klobor]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here