DANAU RAWA PENING, ADA CINTA TERPAUT DI KEHENINGAN DANAU

0
94
Danau Rawa bening
Foto: Alexamzah | Text : Dhave Dhanang

Ke Semarang jangan lewatkan destinasi wisata Danau Rawa Pening. Selusuri danau dengan perahu-perahu akan memberi sensasi yang tak terlupakan.

Indonesia adalah negeri yang kaya dengan legenda. Setiap nama tempat di satu daerah selalu dikaitkan dengan legenda. Gunung, danau, sungai, desa selalui dibumbui oleh legenda yang turun-temurun. Salah satunya Danau Rawa Pening yang terletak di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, ada legenda yang menyertainya.
Hosting Unlimited Indonesia

Alkisah ada sebuah dusun bernama Rawa Pening yang sedang mempersiapkan pesta. Saat para penduduk sedang memasak untuk pesta datanglah seorang pemuda buruk rupa yang meminta makanan kepada penduduk. Pemuda ini ditolak dan diolok-olok oleh penduduk. Kecuali seorang janda tua yang menerimanya dan memberinya makan. Pemuda ini kemudian berpesan kepada janda tua yang baik hati untuk mempersiapkan lesung apabila terjadi banjir.
Pemuda yang bernama Baru Klinting ini kemudian mendatangi warga desa kembali yang sedang berpesta. Ia membuat sayembara siapa yang bisa mencabut sebatang lidi yang ditancapkan di tanah. Tak ada penduduk desa yang mampu mencabut sebatang lidi. Baru Klinting kemudian mencabut lidi tersebut dan keluarlah air yang deras. Air ini kemudian menenggelamkan desa tersebut dan terbentuklah danau yang kemudian dikenal Danau Rawa Pening. Nama Rawa Pening sendiri berasal dari kata wening (bening) yang artinya jernih.

Terlepas dari legenda tersebut, Rawa Pening adalah sebuah danau purba di cekungan mirip mangkuk raksasa dengan luas tidak kurang dari 2670 hektar. Mangkuk raksasa ini diapit oleh tiga gunung besar yakni Merbabu, Telomoyo, dan Ungaran. Dari tiga gunung inilah yang menggelontorkan air dalam 21 sungai besar dan kecil. Rawa Pening ini diperkirakan terbentuk sekitar 18.000 – 13.500 tahun yang lalu. Sebagai danau alam. Rawa Pening adalah mesin waktu yang menyimpan rekaman jutaan tahun yang lalu sampai sekarang.

Baca juga :

Rawa Pening sebagai danau alam menjadi habitat banyak flora fauna. Flora yang banyak ditemui di Rawa Pening seperti Salvinia, Hydrilla yang dahalu mendominasi. Sekarang dominasi flora oleh eceng gondok (Eichornia Crassipes). Fauna Rawa Pening didominasi oleh beragam ikan air tawar. Berbagai jenis burung seperti belibis (Dendrocygna Javanica), bangau (Ciconia Epicapus) dapat dengan mudah ditemui. Pada musim-muusim tertentu rawa ini kedatangan tamu yakni burung migran seperti Chlidonisos Hybryda.
Rawa Pening kini menjadi salah satu obyek wisata terkenal di Semarang dan menjadi destinasi kelas dunia. Rawa ini dikelilingi oleh banyak gunung. Dari Desa Sumurup di sisit timur bisa dilihat Gunung Merbabu, Gajah Mungkur, Telomoyo, Sindoro, Sumbing, dan Ungaran. Bentang alam ini sangat indah terlebih dilihat dari refleksi permukaan danau yang tenang bak kaca. Pengunjung bisa menikmati danau dengan perahu-perahu yang ditawarkan penduduk sekitar danau. Lelah bersampan dengan perahu, pengunjung bisa menikmati kuliner menjadi daya tarik, menikmati santapan di gazebo-gazebo di atas danau. Lokasi favorit di danau ini adalah dermaga yang terpampang tulisan “Gembok Cinta”. Pengunjung selalu menyempat diri berfoto ria di tulisan Gembok Cinta.

Untuk urusan kuliner Rawa Pening menyediakan berbagai sajian menu khas rawa. Di sisi selatan tepatnya di depan Pemandian Muncul terdapat makanan khas yakni pecel keong. Keong mas sebenarnya adalah hama bagi pertanian, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan. Di sisi utara terdapat rumah makan kampung rawa yang menyediakan suasana makan di tepi rawa. Tinggal dipilih saja hendak menuju kemana, yang pasti sejauh 52 km jalan mengelilingi Rawa Pening banyak tempat untuk memanjakan lidah.

Saat ini Rawa Pening sedang berbenah untuk dijadikan wisata dan sekaligus arena olah raga. Ke depannya, Rawa Pening akan menjadi sebuah icon baru di Jawa Tengah layaknya waduk-waduk atau danau di DKI Jakarta yang disulap menjadi wisata baru yang menarik. Rawa Pening juga tidak lepas dari sejarang perjuangan bangsa Indonesia. Sepanjang sisi utara Rawa Pening terdapat rel kereta api peninggalan kolonial Belanda. Saat ini rel kereta api tersebut masih bisa digunakan sebagai jalur kereta api wisata.

Untuk dapat menikmati layanan wisata kereta ini dapat menuju Stasiun Ambarawa lalu memesan tiket kereta, baik kereta diesel maupun kereta dengan lokomotif uap. Jalur perjalan kereta api saat ini hanya sebatas dari Stasiun Ambarawa sampai Stasiun Tuntang dengan waktu tempuh 30-45 menit. Anda yang ingin berkunjung ke Semarang, jangan lupa memasukkan Danau Rawa Pening sebagai tujuan wisata. ●

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here