Hingga Mei, Marketing Sales Summarecon Capai 50 Persen

0
187
marketing sales summarecon
RUPST Summarecon Agung di Kelapa Gading./ dok. Summarecon

Kondisi properti Indonesia diperkirakan akan semakin membaik pasca Pemilu 2019. Meski demikian, beberapa pengembang properti belum memasang target besar hingga akhir 2019 mendatang.

Salah satunya adalah PT Summarecon Agung Tbk (Summarecon). Angka pra penjualan atau marketing sales Summarecon pada tahun ini masih sama dengan 2018 lalu, yakni sebesar Rp4 triliun.

Baca: Metland Lalui 2018 dengan Hasil Menggembirakan

“Tahun lalu marketing sales kami hanya mencapai Rp3,4 triliun dari target Rp4 triliun. Ini yang saya bilang bahwa sektor properti sebetulnya masih dalam tekanan yang cukup besar. Namun, kami punya keyakinan terutama dengan sejumlah strategi yang akan kami jalankan pada tahun ini,” ujar Adrianto P. Adhi, Direktur Utama Summarecon kepada media usai menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Klub Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (20/6/2019).

Adapun hingga Mei tahun ini, marketing sales Perseroan sudah mencapai Rp2 triliun atau 50 persen dari target.

“Sehingga kami punya keyakinan dan sangat optimis mencapai target pada tahun ini,” tegas Adrianto.

Sebanyak enam proyek yang akan berkontribusi dalam mencapai target tersebut. Summarecon Serpong akan mendominasi sekitar 50 persen. Sisanya dari proyek Summarecon Kelapa Gading, Summarecon Bekasi, Summarecon Karawang, Summarecon Bandung dan Summarecon Mutiara Makassar.

“Komitmen kami untuk terus memberikan produk-produk berkualitas tinggi dan pengembangan berkelanjutan yang identik dengan merek Summarecon akan membuat Perseroan mampu melewati tahun yang penuh tantangan,” kata Adrianto.

Baca: Sepakati Kerjasama dengan Makaland Indo Asia, Waskita Realty Bangun Proyek Baru di Jakarta Selatan

Beberapa strategi yang sukses dijalankan tahun lalu kembali akan diterapkan tahun ini. Diantaranya adalah akan terus meluncurkan produk properti dengan target pasar utama adalah end user atau dengan kisaran harga di bawah Rp2 miliar. Adapun produk properti tersebut tersebar di beberapa proyek, seperti di Srimaya Residence Bekasi, Summarecon Bekasi, Summarecon Karawang juga di Summarecon Mutiara Makassar.

Properti high end juga dinilai Andrianto punya pasar yang lebih membaik selepas Pemilu tahun ini. Dia mencontohkan, Apartemen Kensington Kelapa Gading yang dijual dengan harga berkisar di atas Rp5 miliar juga mulai bergerak.

Selain itu adalah dengan berbagai gimik dan promo menarik dari cara bayar. Seperti cicilan uang muka yang lebih panjang, hingga cara bayar cas bertahap hingga 24 kali hingga 36 kali.

Laba Bersih Naik

Sepanjang tahun 2018, Summarecon berhasil mencatat total pendapatan sebesar Rp5,6 triliun. Walaupun menurun 0,4% dari tahun sebelumnya, namun laba bersih tercatat sebesar Rp690,6 miliar, naik 30% dari tahun sebelumnya.

Pada tahun 2018, Summarecon juga berhasil membuka 2 lokasi baru, yakni perumahan Srimaya di Bekasi Selatan pada Agustus 2018 dan Summarecon Mutiara Makassar pada November 2018. Pada saat peluncuran lokasi baru tersebut, perseroan berhasil membukukan angka yang sangat memuaskan dengan penjualan masing-masing sebesar Rp200 miliar dan Rp270 miliar.

Baca: Triwulan I 2019, Pendapatan Usaha Intiland Naik 25 Persen

Pertumbuhan tersebut dicatat Adrianto sebagai prestasi menggembirakan di tengah kondisi yang cukup menantang sepanjang tahun 2018 lalu. Pasalnya, kata dia, perekonomian global masih dibayangi oleh ketidakpastian dengan melambatnya tingkat pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan, juga nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat yang terus terdepresiasi selama paruh pertama tahun 2018 dan mencapai level terendah Rp15.200,- pada paruh kedua.

Ekonomi Indonesia juga dipengaruhi oleh ketidakpastian global baik dari faktor ekonomi dan politik, maka perusahaan berupaya mengubah bauran produk yang berorientasi kepada permintaan pasar.

“Dari penerapan strategi tersebut, penjualan produk rumah memberikan kontribusi sebesar 64%, apartemen 16%, dan properti komersial sebesar 20% dari total pra-penjualan pemasaran,” ungkapnya.

3 Unit Bisnis

Total pendapatan Perseroan sebesar Rp5,6 triliun didukung oleh 3 sub sektor bisnis yang dikembangkan Summarecon. Pertama adalah dari unit pengembang properti (property development) yang merupakan produk-produk properti yang dijual. Kedua, dari unit bisnis investasi dan manajemen properti; serta ketiga unit bisnis lainnya.

Unit bisnis pengembangan properti masih mendominasi pendapatan Perseroan, dimana kontribusinya mencapai 61% atau dengan nilai sebesar Rp3,435 triliun, turun sebesar Rp167 miliar atau 5% dibandingkan pendapatan tahun lalu sebesar Rp3.603 miliar. Meskipun pendapatan lebih rendah, Perusahaan berhasil memperbaiki kinerja operasional dengan meningkatnya laba usaha sebesar Rp78 miliar (9%) menjadi Rp954 miliar dari Rp875 miliar pada tahun sebelumnya.

Selanjutnya, unit bisnis investasi dan manajemen properti yang mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,491 triliun, meningkat Rp91 miliar (7%) dibandingkan tahun 2017. Unit bisnis ini berkontribusi 26% terhadap total pendapatan perusahaan, dimana 95% kontribusi datang dari bisnis mall dan retail. Laba usaha meningkat Rp75 miliar (17%) menjadi Rp525 miliar.

Baca: PP Urban Pasarkan 1.150 Apartemen Murah di Urbantown Serpong

Unit bisnis lainnya juga turut berkontribusi dalam hal ini, seperti dari hotel, klub rekreasi, town management dan berbagai fasilitas pendukung yang terintegrasi pada kawasan. Semua bisnis ini mencatat pendapatan sebesar Rp733 miliar, meningkat sebesar Rp96 miliar (15%) dibandingkan tahun sebelumnya. Bisnis lainnya mempunyai kontribusi sebesar 13% dari total pendapatan perusahaan selama tahun berjalan dan hanya 5% dari total laba usaha. Total pendapatan dari bisnis hotel meningkat sebesar Rp61 miliar menjadi Rp344 miliar di tahun 2018.

Dalam RUPS tahunan ini juga telah diputuskan bahwa pembagian dividen adalah sebesar Rp5 per lembar saham, atau setara 10% laba bersih Perseroan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here