Hari Raharta

0
214

HARI RAHARTA CEO MARGAHAYU LAND

“Di kuartal pertama tahun 2015, properti tidak akan bergerak pesat karena pelaku industri harus melakukan penyesuaian. Sebagai developer sudah seharusnya melihat ini sebagai sebuah tantangan yang menarik, cermat meluncurkan produk yang mudah diserap pasar tentunya akan lebih baik. ”

Walau dengan kondisi yang belum maksimal, perkembangan industri properti di 2015 akan lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Kondisi pasar yang belum 100% pulih akibat efek politik sepanjang 2014 membuat developer harus lebih kerja ekstra keras.

 

Pada kuartal pertama 2015, sektor properti tak akan bergerak pesat karena pelaku industri harus melakukan penyesuaian. Sebagai developer sudah seharusnya melihat ini sebagai sebuah tantangan yang menarik, cermat meluncurkan produk yang mudah diserap pasar tentunya akan lebih baik. Dan tentunya jangan terburu-buru menaikkan harga karena ini akan membuat konsumen lari.

 

Tentunya juga harus memikirkan bagaimana pola pemasaran yang tepat, memberikan kemudahan pembayaran terkait uang muka akan menjadi solusi. Ini akan menarik minat konsumen untuk membeli produk properti. Rumah tapak atau landed house memiliki potensi pasar yang besar, sedangkan hunian vertikal akan tetap diminati, asalkan berada di kota besar, lokasi strategis, dan harga di kelas menengah Rp400 juta hingga di bawah Rp1 miliar. Pasar potensial akan terbuka untuk kelas menengah-bawah. Jika bagian bawah bergerak tentunya bagian di atasnya juga akan bergerak.

 

Margahayu Land di 2015 rencananya akan membangun perumahan skala kota (township). Lahannya sudah ada di kawasan Karawang dan juga membidik lahan di kawasan Bandung Timur yang akan dikembangkan sebagai perumahan. Selain itu, saat ini Margahayu Land sedang mengembangkan proyek 19-Avenue yang  merupakan properti multifungsi di atas lahan seluas 2,5 hektar. Di dalam area pengembangan ini akan terdapat enam menara apartemen, lifestyle center, dan hotel.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here