Gandeng Perusahaan Jepang, Sentul City Segera Lengkapi Kawasan CBD dengan Superblok Inovatif

0
386

Presiden Direktur PT Sentul City Tbk. Keith Steven Muljadi dan Manabu Nakashima mewakili Sumitomo Corporation (berjabat tangan), usai menandatangani kesepakatan kerja sama pembangunan superblok di kawasan CBD Sentul City, Selasa (28/11/2017)./Foto: dok. Sentul City

Selain di Asia, Sumitomo Corporation juga sudah mengembangkan properti inovatif, ramah lingkungan, dan bertaraf internasional, di Amerika Serikat dan Australia.

PT Sentul City Tbk (BKSL) dan Sumitomo Corporation asal Jepang menandatangani perjanjian pendirian usaha patungan (joint venture). Proyek superblok senilai Rp2 triliun segera digarap kedua perusahaan dalam kawasan Central Business Distric (CBD) Sentul City, di Jl MH Thamrin, Sentul City, Bogor seluas 7,8 hektar, dengan luas bangunan yang mencapai 500.000 m2.

Penandatanganan perjanjian ini dilakukan oleh Presiden Direktur PT Sentul City Tbk., Keith Steven Muljadi dan Manabu Nakashima mewakili Sumitomo Corporation, bertempat di Show Unit Saffron Apartment Sentul City, Selasa (28/11/2017) lalu.

BACA: Sentul City Kian Dekat dengan Smart City

Adapun superblok tersebut akan menjadi proyek properti yang inovatif, ramah lingkungan, serta bertaraf internasional, serta akan terintegrasi (mixed-use) dengan berbagai fasilitas lain yang tengah dikembangkan dalam CBD tersebut. Di antaranya adalah pusat perbelanjaan asal Jepang AEON Mall, juga empat tower apartemen, salah satunya Saffron. Kemudian satu gedung perkantoran dan satu hotel bintang lima akan melengkapi kawasan CBD tersebut.

Untuk AEON Mall Sentul City yang dibangun seluas 103.000 m2, ditargetkan segera beroperasi pada akhir tahun 2018. Konstruksi akan rampung (topping off) pada akhir tahun ini. AEON Mall Sentul City ini diperkirakan akan dikunjungi sekitar 2 juta orang per bulan atau 24 juta pengunjung per tahun.

Tiga Tower

Sebagai proyek perdana, perusahaan patungan ini akan menggarap proyek apartemen sebanyak tiga tower di dalam kawasan superblok CBD. Dari tiga tower apartemen yang dikembangkan, ditargetkan bisa mencapai penjualan sebesar Rp2 triliun.

Rencananya tiga tower apartemen ini akan topping off pada kuartal III tahun 2018 yang akan datang.

“Sumitomo Corporation merupakan mitra yang dapat memperkuat komitmen kami untuk memberikan kehidupan berkualitas tinggi bagi masyarakat Indonesia dengan mengintegrasikan alam, fasilitas gaya hidup premium dan kemudahan aksesibilitas. Apalagi perusahaan ini juga memiliki pengalaman panjang dan reputasi internasional,” ujar Steven dalam kesempatan tersebut.

Lebih lanjut Steven mengatakan, Sentul City akan terus secara aktif mencari dan juga bekerjasama dengan mitra-mitra strategis yang memiliki kompetensi dan juga rekam jejak yang kuat. Hal itu untuk mendukung komitmen Sentul City melaksanakan pengembangan perkotaan hijau yang berkelanjutan dan inovatif guna memastikan keluarga dan masyarakat dapat secara konsisten menikmati pengalaman mereka untuk hidup, bermain, dan bekerja di Sentul City.

Menurut Steven, alasan utama perusahaan besar, seperti Sumitomo Corporation mau bekerja sama dengan Sentul City karena melihat visi dan komitmen pengembang membangun kawasan tersebut.

“Nama baik dan pengalaman panjang Sentul City dalam mengembangkan Kota Mandiri (township), juga sebagai pengembang properti dengan land bank terluas di Indonesia, menjadi salah satu alasan utamanya,” tambah Seteven.

Selain di Asia, Sumitomo Corporation juga sudah berhasil melebarkan sayapnya dengan mengembangkan produk properti yang inovatif, ramah lingkungan dan bertaraf internasional, seperti di Amerika Serikat dan Australia.

Sementara Sentul City merupakan pengembang kota mandiri, termasuk pengembangan properti perumahan, properti komersial, hotel, taman hiburan, rumah sakit, dan manajemen aset.

Sentul City memiliki masterplan perkotaan pertama dan terbesar di Indonesia. Perusahaan memiliki surat izin untuk mengembangkan 3.100 hektar lahan. Selain itu, perusahaan masih memiliki lahan sekitar 1.200 hektar di Sentul dan sekitar 12.000 hektar lahan di Sentul Nirwana. [Pius Klobor]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here