Dilengkapi JPO ke Stasiun LRT Ciracas, Sakura Garden City Semakin Diminati

0
67
sakura garden city
Opening Ceremony Marketing Gallery Sakura Garden City di Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (27/4/2019)./ Foto: dok Sayana Integra Properti

Hunian dengan konsep TOD atau transit oriented development semakin diminati, salah satunya adalah di sekitar stasiun LRT. Maka tidak heran, pengembang pun seakan berlomba mengembangkan proyeknya di sekitar simpul stasiun tersebut. Termasuk salah satunya adalah di Stasiun LRT Ciracas, Jakarta Timur.

Untuk diketahui, beberapa pengembang sudah lama mengincar bahkan sedang membangun proyeknya di sekitar Stasiun LRT Ciracas. Sebut saja LRT City Ciracas oleh PT Adhi Commuter Properti, hingga Prajawangsa City, Cimanggis City, juga JKT Living Star yang berada di ruas Jalan Raya Bogor.

Baca: Kota Penyangga Sebagai Solusi, Bukan Penyebab Kemacetan

Sedangkan di sisi lainnya, ada kawasan hunian terpadu Sakura Garden City yang dikembangkan oleh PT Sayana Integra Properti, perusahaan joint venture antara Trivo Group, Daiwa House, dan JOIN (Japan Overseas Infrastructure Investment Corporation for Transport & Urban Development), perusahaan BUMN asal Jepang.

Sakura Garden City hanya berjarak sekitar 280 meter dari Stasiun LRT Ciracas dan akan dikembangkan dengan konsep TOD. Pembangunan superblok di lahan seluas 10 hektar tersebut telah dimulai sejak 21 Juli 2018.

Sakura Garden City di Jakarta Timur ini bakal dilengkapi dengan 12 tower kondominium dengan kapasitas sebanyak 5.000 unit. Kawasan hunian ini juga akan dilengkapi dengan pusat perbelanjaan, ruko, hotel premier, gedung perkantoran, dan pusat F&B. Proyek ini dikembangkan dengan estimasi total investasi senilai US$ 800 juta atau sekitar Rp11,39 triliun.

“Ini adalah proyek residensial pertama kami di Indonesia. Kami akan membawa keahlian dan pengalaman kami dari Jepang untuk mengembangkan konsep TOD di Indonesia,” ujar Nobuya Ichiki, Chief Executive Director PT Sayana Integra Properti di lokasi proyek, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (27/4/2019).

Untuk mewujudkan bangunan berkualitas terbaik, pengembang telah menunjuk PT TOTAL Bangun Persada sebagai kontraktor utama. Proyek prestisius di Jakarta Timur ini juga tentunya ditunjang dengan penggunaan material terbaik, seperti merek Mitsubishi untuk Elevator, kemudian Daikin untuk Air-Conditioning, alluminium framework oleh YKK, glass material dari Asahimas, TOTO untuk sanitary equipments dan beberapa brand Jepang lain.

Fasilitas lengkap juga sudah pasti akan disediakan dalam kawasan ini. Bahkan Bahkan, 60% dari luas lahannya atau sekira 6 hektar akan dialokasikan sebagai lahan terbuka hijau yang nantinya dilengkapi dengan jogging track dan jalur sepeda sepanjang 2,5 kilometer.

Empat Tahap

Sakura Garden City akan dikembangkan dalam empat tahap. Tahap pertama dengan estimasi investasi US$ 80 juta atau sekitar Rp1,138 triliun akan dibangun 4 menara sebanyak 2.200 unit apartemen, termasuk 90 ruko.

Baca Juga: Synthesis Development Mulai Pasarkan Synthesis Homes di Tangsel

Pemasaran pada fase pertama adalah Cattleya Tower dan Dahlia Tower yang didesain menjadi tempat tinggal para entrepreneur muda, profesional dan keluarga. Hunian di tahap perdana tersebut kini dijual mulai Rp500 juta dengan tipe studio hingga tiga kamar tidur dan juga tipe loft.

Ukurannya bervariasi mulai dari 29,9 meter persegi sampai 176 meter persegi. Untuk Cattleya Tower telah dijual sejak April 2018 dan sudah mencapai 80%. Sementara Dahlia Tower baru akan dijual pada Agustus 2019 ini.

“Kami juga sudah bekerjasama dengan 5 bank nasional untuk membantu menjual unit-unit di Sakura Garden City, yakni Bank Mandiri, BNI, BTN, CIMB Niaga dan Bank Danamon,” kata Nobuya yang juga Senior Executive Officer Daiwa House Industry.

Sedangkan pada tahap kedua untuk melengkapi fasilitas di Sakura Garden City, akan hadir mal dan kondominium. Tahap ketiga akan hadir hunian mewah untuk menambah daftar pilihan para calon konsumen. Tahap terakhir ditutup dengan kantor dan hotel berbintang. Secara keseluruhan pembangunan proyek ini akan ditargetkan selesai pada 2026.

“Saat ini, pekerjaan pondasi sudah selesai dan masuk tahap penggalian basement. Sehingga tahun 2020 semua pekerjaan di tahap ini sudah selesai dan kita mulai serah terima di awal 2021,” lanjut Nobuya.

Jembatan ke Stasiun

sakura garden city
Sakura Garden City/ www.sakuragardencity-apartment.com

Lokasi proyek yang ditunjang dengan kemudahan aksesibilitas, serta terintegrasi moda transportasi massal menjadi nilai lebih proyek ini. Hal ini pun diakui Nobuya yang mengatakan bahwa perusahaanya telah berpengalaman mengembangkan proyek TOD di Jepang.

“Sehingga kami pun yakin proyek Sakura Garden City ini akan sukses kami kembangkan sebagai sebuah kawasan hunian TOD,” tegasnya.

Baca: Jalin Kerjasama dengan Intiland, Poins Square Ganti Konsep

Lebih rinci mengenai konsep integrasi TOD tersebut, Robert Yapari, Presiden Direktur Trivo Group mengatakan bahwa nantinya akan dibangun jembatan penghubung atau skybridge menuju Stasiun LRT Ciracas sepanjang 280 meter. Rinciannya, jembatan ke park and ride sepanjang 180 meter dan dilanjutkan ke Stasiun LRT Ciracas sepanjang 100 meter.

“Sekarang lagi diproses. BPTJ (Badan Pengatur Transportasi Jakarta) punya konsep untuk penyeberangan itu menggunakan park and ride yang akan dikoneksikan dengan JPO (jembatan penyeberangan orang),” terang Robert, sembari menambahkan, fasilitas park and ride, nantinya hanya dikhususkan untuk kendaraan roda dua.

JPO nantinya akan terkoneksi dari mall dalam kawasan Sakura Garden City, yang baru akan dibangun pada tahap dua. Jembatan tersebut akan terkoneksi langsung dengan park and ride yang kemudian dilanjutkan ke Stasiun LRT.

“Dari Sakura ke park and ride jaraknya 180 meter dengan estimasi dana dari kami sekitar Rp30 miliar, baik untuk jembatan dan untuk park and ride-nya. Untuk LRT sampai Cibubur ditargetkan pemerintah akan beroperasi Desember 2019. Sedangkan kami membutuhkan waktu pembangunan sekitar 6 bulan,” jelas Robert.

Kehadiran JPO dengan fasilitasnya tersebut, menurut Robert akan sangat membantu warga Cipayung dan sekitarnya ketika menggunakan LRT. Apalagi konstruksi Stasiun LRT Ciracas berada di atas.

“Dengan demikian, supaya masyarakat yang tinggal di sekitar Ceger, Cipayung ini juga bisa menggunakan LRT Ciracas,” tegas Robert.

Lebih lanjut, kata Robert, Sakura Garden City yang terkoneksi dengan transportasi, seperti LRT, kemudian Jalan Tol Ring Road I dan Jagorawi, serta akan ada Ring Road II, maka akan sangat mendukung penghuni maupun warga sekitarnya.

“Konektivitas itu bisa dengan sangat mudah mengangkat siapapun yang tinggal di sini untuk ke mana-mana. Kami bermaksud membangun suatu kompleks kehidupan yang baik dengan memfasilitasi semua kebutuhan hidup sebagai suatu kota yang selayaknya,” kata dia.

Sakura Garden City diyakini akan menjadi pilihan hunian favorit, tidak hanya warga Jakarta Timur, namun termasuk wilayah sekitarnya. Kemudahan akses tersebut akan memudahkan mereka ke mana-mana tanpa harus menggunakan kendaraan sendiri. Apalagi harga saat ini juga relatif masih lebih terjangkau.

Nobuya pun optimis, dengan berbagai keunggulan tersebut, masyarakat akan semakin berminat tinggal di Sakura Garden City.

Baca: Perumahan “Jepang” Dibangun di Kota Deltamas

“Kami sangat yakin kebutuhan akan hunian di Jakarta masih besar sekali dan terus bertumbuh. Dan pastinya mereka butuh hunian yang dekat dengan transportasi massal, apalagi Jakarta yang semakin macet,” tutup Nobuya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here