Dikepung Fasilitas Besar, Graha Raya Panen Penjualan

Tahun lalu Graha Raya mampu mencapai target penjualan. Tahun ini pun optimism yang sama, meski dengan target yang lebih besar. Beberapa klaster hunian baru sudah dan akan dirilis.

0
631
perumahan graha raya tangerang selatan
Rumah contoh Fortune Height, dibangun mengedepankan kebutuhan keluarga muda yang fokus pada ruang fungsional./ dok. Graha Raya

Propertyandthecity.com – PT Jaya Real Property (JRP), Tbk melalui proyeknya Graha Raya di Pondok Jagung, Serpong Utara, Tangerang Selatan kembali fokus menghadirkan hunian-hunian modern yang menyasar keluarga muda dan professional. Kawasan hunian ini masih memiliki lebih dari 100 hektar lahan untuk dikembangkan, dari total 350 hektar.

Hingga awal 2020, JRP telah membangun sebanyak tujuh klaster, yaitu Fortune Spring, Breeze, Terrace, Essence, Belezza, Villas dan yang saat ini sedang dipasarkan adalah Fortune Height. Sementara jumlah penghuni telah mencapai 10.000 kepala keluarga.

Adyuta Danapramita, Manager Pemasaran Graha Raya mengatakan, jumlah peminat hunian maupun komersial (ruko) di Graha Raya masih tetap tinggi, bahkan tidak ada penurunan signifikan. Rata-rata tiap bulan masih menjual antara 35-40 unit rumah dengan nilai berkisar Rp35 miliaran.

Baca: ERA Indonesia Gelar Grand Opening ERA Medina

“Tahun lalu penjualan kami mencapai 100 persen dari target Rp400 miliar. Kami optimis tahun ini juga akan mencapai target Rp425 miliar,” ujar Adyuta di Marketing Gallery Graha Raya, Pondok Jagung, Serpong Utara, Tangerang Selatan, Jumat (21/2/2020).

Pada April 2019 lalu, Graha Raya juga menjual Cluster Fortune Height (3,2 hektar) sebanyak 264 unit yang kini tersisa hanya 50 unit. Padahal, rumah satu dan dua lantai tersebut dijual mulai Rp800 jutaan.

Rumah klaster Fortune Height didesain kompak dengan tata ruang efisien serta fungsional dan modern simple yang banyak digandrungi anak muda. “Sasaran utama kami memang untuk end user, terutama dari keluarga muda atau professional,” ujar Adyuta.

Ada empat tipe hunian yang ditawarkan. Luas bangunannya mulai 30 – 67 meter persegi dengan dua pilihan luas tanah 60 dan 72 meter persegi.

Beberapa klaster lain juga turut dihadirkan guna mendongkrak penjualan perusahaan tersebut.

Graha Raya saat ini tengah mengembangkan distrik unggulan, yaitu Fortune (40 ha). Kemudian Cluster Damara (1,7 hektar) yang berada di kawasan Silk Town juga direncanakan akan dirilis pada Maret tahun ini. Hunian di Damara sebanyak 134 unit dengan tipe satu dan dua lantai. Sementara luas bangunan 33-74 meter persegi dan luas tanah 60 meter persegi. Rumah di Damara akan dijual mulai Rp900 jutaan hingga Rp1,4 miliar.

“Pasarnya kelas menengah ke atas karena kelasnya lebih premium yang berada dekat dengan apartemen Silk Town,” ungkap Adyuta.

Baca: GNA Group Hadirkan Fasilitas Modern Terbaru di Serpong

Di segmen menengah, Graha Raya juga merilis hunian Rp500-700 jutaan di Cluster Neo Padma. Klaster yang baru mulai dirilis pada Februari ini memiliki luas tanah 33/60 meter persegi yang dibangun di lahan 5.000 meter persegi. Neo Padma berada di belakang Cluster Aina, hanya sebanyak 30 unit rumah. “Baru mulai beberapa hari, kami sudah menjual 8 unit,” imbuhnya.

Untuk berbagai produknya tersebut, pengembang menawarkan cara bayar yang cukup fleksibel. Seperti uang muka 10 persen yang dapat dicicil 12 kali melalui skema KPR. Sementara tunai bertahap tanpa uang muka, namun bisa dibayarkan antara 1-24 kali.

Tinggi peminat properti di Graha Raya tidak hanya pada hunian. Properti komersial juga punya pangsa pasar yang cukup besar. Bahkan menurut Adyuta, stok ruko selalu habis ketika pihaknya memasarkan yang baru. “Terakhir kami pasarkan adalah ruko di Silk Town dan Pasar Modern. Sedangkan di boulevard juga telah sold out,” katanya.

Potensi Lebih Besar

Kebanyakan pembeli hunian di Graha Raya adalah keluarga muda dan professional dengan rentan usia 25-35 tahun. Tiga wilayah teratas pembeli perumahan tersebut datang dari Tangerang Selatan, Tangerang dan Jakarta Barat. Rata-rata mereka mencari hunian 2 lantai dengan 3 kamar tidur.

Lokasi bagus dan mudahnya akses menjadi prinsip yang kerap digunakan konsumen saat memutuskan untuk membeli rumah. Graha Raya memiliki itu semua karena terletak di segitiga emas Bintaro Jaya – Serpong – Jakarta Barat, dengan aksesibilitas yang sangat mudah.

Lokasinya makin strategis setelah dibukanya exit tol Parigi di ruas Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) 2 Seksi Serpong-Kunciran. Dari exit tol tersebut ke Graha Raya hanya 500 meter. Akses menuju Graha Raya juga bisa melalui exit Tol Alam Sutera di ruas Tol Jakarta-Merak, sekitar 2 kilometer.

Lokasi perumahan juga diapit oleh dua proyek besar berfasilitas komplit, yaitu Bintaro Jaya dan Alam Sutera, sehingga kerap diandalkan sebagai akses penghubung menuju dua wilayah tersebut. Menuju pusat perabot rumah tangga IKEA pun hanya 15 menit.

“Dengan berbagai akses tol tersebut, menuju seluruh penjuru Jabodetabek termasuk Bandara Soekarno Hatta, ruas tol dalam kota, Jagorawi hingga Cipali sangat mudah. Kawasan perumahan kami diuntungkan oleh lokasi yang super strategis, betul-betul beririsan dengan Bintaro dan Alam Sutera,” terang Head Unit Manager Graha Raya, Shindu Hariyadi Wibisono dalam kesempatan yang sama.

Baca: Bebas Banjir, The Parc Diminati Kalangan Milenial

Berbagai keunggulan itu membuat harga properti di Graha Raya terus meroket. Lima tahun lalu harga tanahnya masih Rp5–7 juta per meter persegi, sekarang sudah berkisar Rp8–10 juta per meter persegi. Sedangkan lahan komersial dijual mulai Rp20-44 juta per meter persegi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here