DESARI, PROPERTINYA MENGALIR DERAS

0
120
desari

Butuh perjalanan panjang tol Desari terbangun. Kini properti di kawasan Desari siap meraup untung, mulai dari Antasari sampai Depok.

Baca juga :

Padahal, masyarakat Depok sudah lama merindukan kehadiran jalan tol. Jalan arteri dianggap sudah tidak memadai lagi dan kemacetannya sudah sampai “ubun-ubun”. Tidak heran kalau properti Depok disebutsebut tertinggal dibandingkan kawasan lainnya seperti Kota Bekasi, Serpong yang sudah lebih dulu menikmati tol. Harga propertinya pun termasuk lambat pergerakannya. Pilihan transportasi publik memang ada hanya mengandalkan commuter line yang jalurnya menuju Bogor.

Tol Desari yang menghubungkan Jakarta Selatan, Depok, hingga Bojong Gede, Bogor mempunyai total keseluruhan panjang 21,60 km dan terbagi dalam 3 seksi. Seksi I (Antasari – Brigif) sepanjang 5,80 km yang telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada akhir September 2018 lalu. Kemudian Seksi II (Brigif – Sawangan) sepanjang 6,30 km yang masih dalam progres konstruksi sekitar 26,71 persen dan ditargetkan beroperasi pada Januari 2019. Terakhir Seksi III (Sawangan – Bojong Gede) sepanjang 9,50 km yang baru akan dimulai pengerjaan konstruksinya dan ditargetkan beroperasi pada Januari 2021.

Jalan Tol Desari juga menjadi penghubung Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR) dengan JORR II. Khusus untuk Seksi I Antasari – Brigif melintasi lima kelurahan di kawasan Jakarta Selatan dan dua kelurahan di Kota Depok. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, Jalan Tol Desari direncanakan akan terus dilanjutkan pembangunannya sampai Salabenda, Bogor, sehingga kelak jalan ini dapat menjadi rute alternatif Jalan Tol Jagorawi dari Jakarta ke Bogor.

“Jalan tol ini sejajar dengan Tol Jagorawi, sehingga nanti kalau jalan tol ini tersambung sampai di Bogor, maka sekitar 40 persen arus lalu lintas di Jagorawi akan pindah ke sini terutama bagi masyarakat di sekitar Kebayoran yang menuju Bogor,” kata Menteri PUPR.

Properti Tumbuh

Nilai lebih dari Infrastruktur jalan tol salah satunya adalah memacu pertumbuhan propeti di sekitar akses exit tol. Tidak hanya properti dalam bentuk bangunan, tanah pun ikut terdongkrak harganya. Jangan kaget kalau kemudian beberapa proyek perumahan dan apartemen bermunculan di seputaran pintu tol bahkan hingga radius beberapa kilometer. Inilah berkah hadirnya akses tol buat bisnis properti.

Ini juga yang terjadi dengan pembangunan tol Desari yang menjadi magnet bagi properti di kawasan yang dilewati tol ini. Dave Apartment, misalanya, hunian vertikal dengan tagline New Millennial Icon @Depok, yang tampak jelas menyasar pasar milenial terutama mahasiswa atau investor sebagai produk investasi. Pasalnya, apartemen 25 lantai ini hanya menyediakan tipe studio dan dengan jumlah yang terbatas.

Apartemen yang dikembangkan oleh PT Cipta Maju Properti (Diamond Land Development/DLD) ini hanya berjarak sekira 350 meter dari Kampus Universitas Indonesia (UI). Terdapat dua stasiun yang juga tidak begitu jauh dari apartemen tersebut, yakni Stasiun UI dan Stasiun Pondok Cina yang berjarak sekitar 1,5-1,7 km. Dave Apartment juga hanya berjarak 100 meter dari Gerbang Tol Kukusan I dan 200 meter dari exit Tol Cinere-Jagorawi (Cijago) II yang sedang dalam tahap penyelesaian akhir.

Pada pertengahan 2017 lalu, Apartemen ini sudah mulai dipasarkan dengan harga sekitar Rp370 jutaan, dan kini harga sudah bergerak mendekati Rp500 juta. “Penjualan sudah lebih dari 85 persen. Hanya tipe studio, tapi dengan ceiling tinggi sehingga tempat tidur bisa double atas,” ujar Risman, staf pemasaran Dave Apartment. Rencananya Dave Apartment mulai dihuni pada pertengahan tahun ini.

Beberapa properti lain yang juga menikmati cuan dengan dibukanya akses Tol Desari tersebut, yakni Apartemen 45Antasari, Royal Garden Apartments, serta Lavanya Garden Residence dan Cinere Resort Apartemen. 45Antasari merupakan proyek eksklusif yang dikembangkan oleh PT Cowell Development Tbk yang berada persis di Jalan Tol Depok-Antasari. Saat ini pengembang meluncurkan tower kedua sebanyak 640 unit setelah 980 unit di tower pertama terjual habis. Sejak diluncurkan pertengahan 2014 lalu, pertumbuhan harga apartemen 45 Antasari sudah menyentuh angka 30 persen. Pada awal penjualan, harganya sebesar Rp30 juta per meter persegi, sedangkan saat ini naik di atas Rp40 juta per meter persegi.

Adapun Royal Garden Apartments mulai dibangun oleh PT Griya Berkat Utama pada Maret tahun lalu. Apartemen ini berada di daerah Pancoran Mas, Depok, hanya berjarak sekitar 5 menit menuju rencana exit tol Sawangan yang segera rampung. Rencananya ada dua tower yang akan dibangun dengan harga jual mulai dari Rp177 jutaan, atau naik dari Rp160 juta dari harga pada pertengahan tahun 2017 lalu.

Sementara apartemen Lavanya Garden Residences berada di Jalan Bukit Cinere Raya, Gandul, Cinere, Depok. Apartemen yang dikembangkan AJP Group ini hanya sekitar 500 meter dari exit Tol Brigif dan JORR 2 ruas Jagorawi-Cinere-Serpong-Bandara Soekaro Hatta. Apartemen 22 lantai ini terdiri dua tower yakni dengan masingmasing 541 unit yang dijual mulai Rp400 jutaan.

Masih di kawasan Cinere, persisnya di Jalan Raya Gandul, pengembang Rura Graha Group tak ingin ketinggalan dari pengembang lainnya. Rura Graha Group mengembangkan Cinere Resort Apartment. Kawasan hunian 2 tower ini merangkum lebih dari 2.200 unit di lahan 1,4 hektar. Apartemen hanya berjarak sekitar 500 meter dari exit Tol Brigif.

Menurut Firman, Supervisor Cinere Resort Apartment, kalau dulu menuju TB Simatupang sekitar 40 menit, sekarang lewat tol Desari hanya sekitar 10 menit. Saat ini penjualan tower A sudah mencapai 95 persen, sedangkan tower B penjualan sudah sekitar 50 persen. “Kebanyakan pembeli dari sekitar sini. Harga saat ini Rp400 jutaan untuk studio, two bedrooms sekitar Rp600 jutaan,” ujar Firman yang ditemui di lokasi proyek Cinere Resort Apartment. ● [Pius Klobor]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here