Dekat Stasiun MRT, Progres Rusun Pasar Jumat 88,12%

Pembangunan Pasar Jumat menerapkan sistem teknologi beton ringan precast lantai dan dinding. Untuk precast pada lantai menggunakan HCS dan untuk precast pada dinding menggunakan LCW sebagai wujud kemajuan teknologi konstruksi di Indonesia.

0
158
rusun pasar jumat
Rumah Susun Pasar Jumat dekat Stasiun MRT Lebak Bulus di Jakarta Selatan./ Foto: PUPR

Propertyandthecity.com, Jakarta – Di tengah wabah Covid-19, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mengupayakan penyelesaian sejumlah pembangunan infrastruktur perumahan yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Salah satunya adalah Rumah Susun atau Rusun Pasar Jumat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), dimana konstruksinya telah mencapai 88,12 persen.

Sebelumnya, Kementerian PUPR juga telah menyelesaikan Rusunawa Pasar Rumput yang diperuntukkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di DKI Jakarta.

Baca: Kementerian PUPR: New Normal Dorong Program Sejuta Rumah

Selain untuk MBR dan ASN, pembangunan rusun oleh pemerintah juga diperuntukkan bagi mahasiswa, pelajar, santri, dan pekerja, termasuk TNI/Polri.

Penyediaan hunian layak tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi produktivitas masyarakat dalam bekerja, sekaligus sebagai persiapan menghadapi tatanan baru (new normal).

Rusun Pasar Jumat berdiri di atas lahan seluas 5.300 meter persegi. Rusun ini berada di Komplek Perumahan Kementerian PUPR yang tidak jauh dari Stasiun moda transportasi berbasis rel Mass Rapid Transit (MRT) atau Moda Raya Terpadu di Lebak Bulus, Jakarta.

Kehadiran Rusun berbasis Transit Oriented Development (TOD) diharapkan memberikan nilai efisiensi tinggi bagi masyarakat perkotaan, khususnya para ASN.

Konsep hunian terintegrasi ini juga diharapkan dapat lebih banyak dikembangkan di kota-kota besar lainnya di Indonesia, sehingga dapat menurunkan angka backlog pemilikan dan penghunian rumah sekaligus meningkatkan kualitas hunian yang layak.

Luas bangunan utama Rusun Pasar Jumat sekitar 2.800 meter persegi, terdiri dari 18 lantai yakni 16 lantai untuk hunian sebanyak 460 unit dan 2 lantai untuk fasilitas bermain anak dan fasilitas umum yang berada di lantai 1 dan 2.

Baca: Genjot Program Sejuta Rumah, Kementerian PUPR Bentuk Balai Perumahan

Untuk menambah kenyamanan penghuni, setiap unit pada Rusun Pasar Jumat didesain dengan tipe 36 yang dilengkapi dengan fasilitas 1 kamar utama, 1 kamar anak, ruang tamu, kamar mandi shower dan toilet duduk, dan ruang jemur pakaian dengan daya listrik 2.200 KWh.

Pembangunan Pasar Jumat menerapkan sistem teknologi beton ringan precast lantai dan dinding.

Untuk precast pada lantai menggunakan Hollow Core Slab (HCS) dan untuk precast pada dinding menggunakan Lightweight Cement Wall (LCW) sebagai wujud kemajuan teknologi konstruksi di Indonesia.

LCW merupakan salah satu inovasi material beton ringan dan sangat efisien dari sisi waktu kerja dengan kualitas kedap suara, tahan api, dan tes beban yang cukup banyak.

Sementara HCS sebagai salah satu terobosan dalam konstruksi lantai beton untuk bangunan bertingkat yang menggunakan sistem prategang dimana kabel ditarik terlebih dahulu pada suatu dudukan khusus yang telah disiapkan dan kemudian dilakukan pengecoran.

Sebelumnya Kementerian PUPR melalui Ditjen Perumahan telah menyelesaikan pembangunan Rusunawa Pasar Rumput dengan 25 lantai sebanyak tiga tower.

Rusunawa ini menggunakan konsep mixed use atau penggunaan campuran antara hunian, komersial, dan pasar.

Baca: Transit Oriented Development, Kebutuhan atau Sekadar Lifestyle

Untuk bagian bawah Rusunawa dimanfaatkan sebagai pasar, sedangkan di bagian atas dibangun unit hunian tempat tinggal beserta prasarana pendidikan untuk anak-anak.

Rusunawa Pasar Rumput dibangun sejak tahun 2016 memiliki jumlah unit hunian sebanyak 1.984 unit dan 1.314 kios.

Lokasi Rusunawa tidak jauh dari Terminal Manggarai yang juga bertujuan untuk mengintegrasikan hunian layak dengan transportasi publik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here