DALAM PELUKAN INDAHNYA SABANG

0
39
pulau sabang

Aceh bukan hanya kaya dengan kereligiusan masyarakatnya, tetapi juga kaya dengan destinasi wisata alamnya. Pulau Sabang, akan membuat Anda betah berlama-lama di sana.

Baca juga :

Berkunjung ke Bumi Serambi Mekah, Aceh, buang jauhjauh bayangan kita tidak menemukan destinasi wisata. Walaupun bumi Aceh dan mayarakatnya sangat religius, tetapi keindahan alamnya dan bangunan sejarahnya layak dinikmati. Pulau Sabang, inilah destinasi wisata yang tidak kalah dari daerah-daerah lain di Indonesia yang sudah mendunia. Masyarakat Indonesia sendiri pasti sudah familiar dengan nama Sabang karena ada lagu “Dari Sabang Sampai Merauke” ciptaan R. Suharjo.

Ini adalah untuk kedua kalinya saya berkunjung ke Pulau Sabang setelah yang pertama tahun 2013 selepas bangku kuliah. Setelah bermalam di Banda Aceh, pagi harinya saya menuju Sabang dari pelabuhan Ule lheue. Dari pelabuhan Ule lheue tersedia kapal penyeberangan ke pelabuhan Balohan Sabang. Di pelabuhan Ule lheue bahkan sudah tersedia informasi wisata tentang Sabang. Sekitar 1,5 jam perjalanan kapal dari pelabuhan Ule lheue menuju pelabuhan Balohan Sabang.

Dari pelabuhan Balohan Sabang saya langsung menuju penginapan (Freddies) yang berada di daerah Sumur Tiga. Sekitar 30 menit perjalanan dari pelabuhan menggunakan motor. Santai sejenak duduk di kantin penginapan sambil memandang birunya laut yang dibatasi cakrawala langit yang cerah. Setelah reservasi hotel. Saya langsung menyimpan barang di kamar dan lanjut keliling Kota Sabang sambil mencoba kuliner yang ada di sekitarnya.

Hari pertama di Sabang tempat pertama yang saya kunjungi adalah Benteng Jepang. Inilah situs obyek wisata terbaik di Pulau Sabang. Berada di Benteng Jepang yang lokasinya seperti bukit, tampak lautan biru sejauh mata memandang. Walaupun terasa belum puas, perjalanan dilanjutkan menuju air terjun Pria Laot yang berada di Batee Shoek, Sukakarya. Sepanjang perjalanan menuju air terjun Pria Laot, mata kita selalu dimanjakan oleh pemandangan laut yang biru. Dari jalan raya menuju air terjun tidak terlalu jauh. Sebelum jembatan belok kiri menyusuri jalan di pinggir sungai sampai ujung jalan dan parkir di rumah warga sekitar. Sampai di air terjun, suasana sangat tenang dan air yang jernih menggoda kita untuk berenang di sungai.

Setelah berfoto ria sepuasnya di air terjun Pria Laot, saya kembali ke penginapan karena hari jelang senja. Merasakan indahnya malam di Pulau Sabang jangan lewatkan menikmati kuliner malamnya. Ada berbagai macam pilihan makanan. Satu porsi sate gurita dengan bumbu sate padang ditambah Mie Aceh dan segelas teh tarik, dijamin sangat memanjakan lidah Anda.

Lokasi wisata berikutnya yang saya sambangi adalah tebing Goa Sarang. Dari pinggir jalan parkiran motor saya berjalan kaki menuruni anak tangga kurang lebih 180 anak tangga. Tiba di pinggir pantai ke arah barat pantai menyusuri bebatuan pantai menuju tebing Goa Sarang. Bagi yang suka tantangan, inilah lokasi berperahu menyusuri sekitar Goa Sarang. Walaupun terasa belum puas, perjalanan dilanjutkan menuju tugu Nol Kilometer. Inilah lokasi destinasi yang selalu dituju wisatawan mancanegara maupun turis lokal yang berkunjung ke Pulau Sabang. ● [Mada]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here