CAPE TOWN KOTA PALING MULTIKULTURAL DI DUNIA

0
901
City-Fact-CAPE-TOWN-Edisi-35-0

City-Fact-CAPE-TOWN-Edisi-35-0Sebagai satu dari tiga ibukota untuk Afrika Selatan, Cape Town menjadi kota yang paling banyak didatangi imigran. Kota ini menjadi tujuan wisata yang paling populer di Afrika.

Cape Town adalah kota terbesar kedua dan terpadat setelah Johannesburg di Afrika Selatan. Yang unik dari Cape Town adalah satu dari tiga ibukota Afrika Selatan. Cape Town menjadi ibukota khusus legislatif, sedangkan untuk eksekutif ibukotanya di Pretoria dan judikatif beribukota di Bloemfontein. Tahun 2014 Cape Town, ibukota Afrika Selatan, menduduki peringkat ke-10 sebagai kota terpadat di benua Afrika. Sebagai ibukota dari negara besar di Afrika, Cape Town menjadi salah satu kota paling multikultural di dunia. Ini bisa dimaklumi karena kota ini menjadi tujuan utama para imigran dan ekspatriat untuk tinggal di Afrika Selatan. Bahkan, tahun 2014 Kota Cape Town sebagai kota terbaik untuk dikunjungi versi koran American New York Time.

Pada tahun 1652 Jan Van Riebeck pelaut dari Belanda menetap di Cape Town dan membangun kota tersebut menjadi pemukiman penduduk Eropa pertama di Afrika Selatan. Dutch East India Company menjadi perusahaan pertama yang ikut membangun Cape Town. Perusahaan memasok kebutuhan untuk kapal-kapal Belanda yang ingin berlayar ke Afrika Timur, India dan ke arah timur Afrika. Dalam perkembangannya, Cape Town menjadi pos pelabuhan terdepan bagi Eropa di Castle of Good Hope atau Kastil Tanjung Harapan yang sekarang berkambang menjadi pusat ekonomi dan budaya Cape Colony.

Letak metropolitan Cape Town mencakup wilayah yang luas meliputi, Durbanville sampai Somerset West di wilayah timur, Cape Point di selatan dan Atlantis berada di utara. Sedangkan pusat kotanya sendiri teletak di wilayah antara Table Mountain dan Table Bay. Wilayah Cape Town memiliki iklim mediterania karena letaknya yang berada di bibir pantai Afrika Selatan, dengan garis pantai yang luas, daratan pantai, pegunungan terjal, lembah pedalaman, dan semi gurun pasir.

Ekonomi

City-Fact-CAPE-TOWN-Edisi-35-1Kota Cape Town menjadi tempat tinggal lebih dari 65 persen penduduk Provinsi Western Cape. Provinsi Western Cape adalah wilayah dimana Kota Cape Town berada. Pada tahun 2016 Produk Domesti Bruto (PDB) Cape Town berada di angka 424.38 miliar dollar AS. Perekonomian tumbuh sebesar 2,7 persen dengan tingkat inflasi tahunan sebesar 6,3 persen. Provinsi Western Cape telah menyumbang 14 persen dari total PDB negara Afrika Selatan, dengan Cape Town menyumbang 9,9 persen dari PDB tersebut di tahun 2016.

Penduduk Cape Town terbilang lebih sejahtera dibandingkan dengan kota-kota lain di Afrika Selatan. Cape Town mendominasi perokonomian provinsi Western Cape dari sektor non pertanian. Penyumbang terbesar ekonomi daerah adalah sektor keuangan dan jasa bisnis, kemudian diikuti oleh sektor manufaktur. Sedangkan perdagangan luar negeri dengan produk pertanian dan perkebunan menyumbang PDB sebesar 30 persen.

Untuk sektor impor dan ekspor menyumbang masing-masing sebesar 104.9 miliar dollar AS dan 50.4 miliar dollar AS. Adapun produk yang menjadi komoditi impor terbesar ke Cape Town yaitu minyak mentah dan produk terkait minyak bumi. Hal ini karena Cape Town menjadi titik awal dan juga pelabuhan penghubung untuk Afrika Selatan dan wilayah lain. Untuk komoditi ekspor didominasi sektor pertaniannya dengan total ekspor sebesar 47 persen dari produk lain yang diekspor. Buah jeruk, anggur, apel, dan pir menjadi produk ekspor yang mendominasi, termasuk minuman anggur.

Pariwisata

Cape Town menjadi tujuan wisata yang paling populer di Afrika. Hal ini dipengaruhi oleh iklim yang baik, alamnya yang eksotik, dan infrastruktur yang berkembang sangat baik dibandingkan kota-kota yang ada di Afrika Selatan. Kota ini memiliki destinasi wisata alam yang terkenal untuk dikunjungi wisatawan, seperti  Taman Nasional Table Mountain. Table Mountain dulunya dikenal sebagai Taman Nasional Tanjung Peninsula, merupakan cagar alam di ujung City Bowl. Salah satu daerah yang ada di Cape Town, Afrika Selatan. Diresmikan menjadi taman nasional sejak 29 Mei 1998, Taman Nasional Table Mountain  menjadi situs warisan dunia UNESCO.

City-Fact-CAPE-TOWN-Edisi-35-2Taman yang menjadi rumah bagi pohon Perak (Leucadendron Argenteum) yang hanya ada di lereng gunung Table Mountain dan sedikit di hutan lindung tropis lain. Selain itu, Table Mountain menjadi tempat konserfasi hewan singa Cape, macan tutul, zebra gunung, burung unta, dan amfibi kodok hantu yang hanya hidup di Table Mountain. Bagi para wisatawan yang berkunjung ke Table Mountain disediakan kereta gantung untuk menikmati keindahan alam, dan panjang tebing.

Lokasi wisata lainnya yang patut dikunjungi di Cape Town adalah kawasan pantai Clifton, dan pantai Boulders masih di Taman Nasional Table Mountain. Setiap pantai yang ada di Cape Town memiliki keunikan dan keistimewaan sendiri-sendiri. Seperti di pantai Boulders terdapat koloni pinguin Afrika yang menetap dan menjadi daya tarik wisatawan untuk datang langsung melihat dan berfoto ria. Pantai Hout Bay menjadi lokasi perlombaan Surfing sedunia yang diadakan oleh Red bull tiap tahunnya.

Transportasi

Transportasi umum di Cape Town dapat dikatakan baik dan teratur. Kota ini sudah menerapkan sistem transportasi Integrated Rapid Transit (IRT) yang dikenal dengan layanan My City. Transportasi My City tahap 1 menghubungkan bandara Internasional Cape Town ke dalam kota Cape Town. Termasuk ke kawasan Blouberg atau Table View, Dunoon. Atlantis, Melkbosstrand, Paarden Eiland, Century City, Salt River, Walmer Estate, dan semua pinggiran kota. Alat transportasi My City menggunakan bus dengan berbagai ukuran bus, mulai dari bus standard, sedang hingga kecil. My City menggunakan sistem pembayaran non tunai yang disebut My Connect.City-Fact-CAPE-TOWN-Edisi-35-4

Selain itu Cape Town juga menyediakan transportasi Metro Rail yang terbagi menjadi dua tipe, yaitu tipe kereta commuter yang rutenya berada di dalam dan sekitar Cape Town. Kereta commuter ini tergolong dalam transportasi kelas ekomoni, bisnis dan kelas dua. Sedangkan untuk kelas pertama terdapat Merto Plus yang lebih nyaman dan lebih sepi penumpang, namun harganya pun lebih mahal.

Selain transportasi darat di dalam kota, Cape Town juga memiliki bandara internasional dan pelabuhan. Pelabuhan utama Cape Town berada di Table Bay, yaitu kawasan bisnis utama di Afrika Selatan. Untuk transportasi udara terdapat Bandara Internasional Cape Town yaitu bandara terbesar kedua di Afrika Selatan setelah bandara internasional OR Tambo di Johannesburg. Maskapai penerbangan yang masuk ke bandara Cape Town meliputi penerbangan dari seluruh Eropa yaitu dari Paris, Frankfurt, Doha, Amsterdam dan London. Sedangkan penerbangan dari Asia yang masuk  dari Kuala Lumpur dan Singapura.

Perpajakan

Sistem pajak di Cape Town sama dengan pajak di seluruh Afrika Selatan, yaitu pajak pribadi, pajak perusahaan, pajak properti, dan pajak lainnya. Untuk pemasukan daerah dari pajak, Cape Town menyumbang sebesar 182 Miliar ZAR per tahunnya atau setara dengan Rp181 Triliun. Total pendapatan tersebut terbesar ke dua yang diterima Afrika Selatan. Untuk pajak pribadi rata-rata per tahun Cape Town menyumbang 200 ribu dollar AS atau setara Rp2 Miliar per tahun.

City-Fact-CAPE-TOWN-Edisi-35-5Pajak perusahaan di Cape Town mengikuti peraturan tarif pajak perusahaan yang berlaku di Afrika Selatan, yaitu tarif pajak penghasilan dari perusahaan dipungut sebesar 26,67 persen.  Ini sesuai dengan Undang-Undang Perseroan No. 71 Tahun 2008, atas penghasilan kena pajak dari perusahaan. Peraturan ini menyasar wajib pajak mulai dari perusahaan kecil, menengah, sampai atas, dengan ketentuan khusus, yaitu perusahaan yang memiliki penghasilan 59. 750 ZAR sampai 300.000 ZAR dikenakan pajak sebesar 10 persen dari penghasilan yang didapat. Untuk perusahaan dengan penghasilan di atas 300.000 ZAR dikenakan pajak 28 persen dari jumlah penghasilan perusahaan yang didapat. Sedangkan untuk perusahaan yang bergerak di bidang ketenagakerjaan dikenakan pajak seberas 30 persen dari penghasilan yang didapat.

Tarif pajak untuk properti di Cape Town dikenakan tarif pajak progresif sebesar 11 persen. Sedangkan untuk nilai properti di atas 3,5 juta ZAR dikenakan pajak 20 persen, yaitu sama dengan pajak yang dikenakan untuk harta warisan yang berupa tanah atau lahan. Untuk harga pertambahan nilai atau PPN di Cape Town dan di seluruh Afrika Selatan, biasanya dibebankan langsung oleh vendor atau perusahaan yang menyediakan barang atau jasa tersebut. Namun ada beberapa perusahaan yang membebankan PPN pada konsumen, dan biasanya jumlah PPN yang dikenakan ke konsumen sebesar 14 persen dari harga barang atau jasa. Semua pajak tersebut belaku untuk warga negara yang tinggal di Cape Town. Untuk pendatang atau orang asing yang tinggal dan bekerja di Cape Town akan dikenakan pajak setelah mereka menetap selama lebih dari 91 hari. Mereka akan dikenakan pajak sesuai dengan warga biasa.

Properti

Properti di Cape Town seperti di kota-kota besar lainnya ada landed dan apartemen. Untuk landed dengan 3 sampai 5 kamar tidur seharga 750.000 ZAR sampai 20.500.000 ZAR, atau setara Rp745 juta sampai Rp20 miliar. Sedangkan untuk apartemen yang teridiri dari one bedroom sampai three bedroom dibandrol dengan harga 1.800.000 ZAR sampai 4.500.000 ZAR yang setara dengan Rp1 miliar sampai Rp4 miliar.

Daerah Clifton menjadi primadona tempat tinggal para suburban yang berada di Cape Town. Daerah ini terkenal dengan hunian eksklusifnya dan merupakan rumah bagi real estate termahal di Afrika Selatan. Kelebihan properti yang ada di Clifton adalah lokasinya yang terletak di tebing yang memiliki pemandangan langsung ke Samudra Atlantik. Kawasan Clifton memang terkenal dengan keindahan pantainya. Pada tahun 2005 dan 2006 pantai Clifton masuk dalam 10 besar pantai terindah di dunia versi Forbes.com. [Harini Ratna/Berbagai sumber]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here