BUSAN KOREA SELATAN

0
307

Busan adalah sebuah kota pelabuhan dan metropolitan di sebelah tenggara Korea Selatan dengan populasi sekitar 4.000.000 jiwa. Busan adalah kota kedua terbesar dan pusat industri di Korea Selatan setelah Seoul dan salah satu dari 3 pelabuhan tersibuk di dunia.

Busan dikelilingi oleh lautan di tiga sisi sehingga pesisir kota ini terkenal sebagai objek wisata. Pantai yang terkenal di Busan antara lain Haeundae, Gwang-anli, dan Dadaepo. Sebagai kota pelabuhan, setengah dari ekspor Korea dikapalkan dari Busan.

Di Busan terdapat Taman PBB yang dibangun untuk mengebumikan tentara dari 16 negara yang ikut berperang dalam Perang Korea (1950-1953). Kota Busan kaya akan tradisi dan budaya. Berbagai pertunjukkan kesenian tradisional yang berasal dari kawasan ini antara lain tari topeng Dongrae Yaryu dan Suyeong Yaryu, Jwasuyeong eobang nori (pertunjukkan musik para nelayan), Donghaean byeolsin-gut (ritual meminta kelimpahan tangkapan), Dongrae Hakchum (Tari Bangau Dongrae). Festival kontemporer yang rutin diadakan di Busan antara lain Busan International Film Festival (PIFF), salah satu festival film terpenting di Asia.

Pada tahun 2005, Busan terpilih sebagai kota pertama penyelenggara APEC di Korea Selatan yang dihadiri oleh 21 orang kepala negara-negara Asia-Pasifik.

Pariwisata

Objek wisata di sekitar Busan antara lain:

Oryukdo, lima buah pulau yang berada di mulut Pelabuhan Busan yang berarti “Pulau Lima-Enam” karena pada fenomena saat air laut pasang, salah satu pulaunya akan menjadi dua sehingga semua pulau tampak jadi enam buah.

Taman Yongdusan, terletak di kawasan Gwangbok-dong, pusat kota Busan. Di dalamnya terdapat Menara Busan setinggi 120 meter, patung Laksamana Yi Sun-sin, tugu peringatan Revolusi Mahasiswa 19 April, paviliun genta, dan menara jam.

Kuil Beomeo (Beomeosa), kuil Buddha yang terletak di kaki Gunung Geumjeong (Geumjeongsan). Didirikan pada zaman Silla, diperkirakan sudah berusia lebih dari 1300 tahun. Pagoda batu tiga tingkat yang terletak di dalam kompleknya adalah Harta Nasional Korea Selatan nomor 250.
Taejongdae, kawasan berbatu karang di sisi yang menghadap ke laut. Merupakan salah satu tempat untuk menyaksikan pemandangan lautan dan bebatuan yang berbentuk unik seperti Sinseonbawi dan Mangbuseok. Menurut kepercayaan setempat, Sinseonbawi adalah tempat singgahnya dewa-dewa, Mangbuseok adalah wanita yang membatu karena menunggu suaminya yang tak kembali ke daratan.
Pantai Songjeong, pantai berpasir putih dekat Bukit Dalmaji, di sebelah timur kawasan Haeundae.

Pasar Jagalchi, adalah pasar ikan terbesar di Korea Selatan yang didirikan setelah Perang Korea berakhir. Tempat menjual berbagai jenis makanan laut dan tempat bersosialisasi warga Busan.

Pantai Haeundae, adalah sebuah pantai yang terletak di Distrik Haeundae, Busan, Korea Selatan. Berbagai festival yang diselenggarakan disini antara lain perayaan Jeongwol Daeboreum (Februari), kompetisi berenang Polar Bear di musim dingin, membuat patung dari pasir (Juni), serta Festival Laut Busan (Agustus).

Gamcheon Culture Village, adalah sebuah desa dengan perumahan yang dicat warna-warni. Selain itu ada juga beberapa tempat yang bisa dijadikan persinggahan di area wisatanya seperti cafe, gembok cinta, dan juga mural-mural unik.

Properti

Pcityfact2emerintah Korea Selatan (Korsel) menyatakan akan mengambil langkah untuk meredakan pasar properti yang overheat di Seoul, Sejong, serta beberapa area di Gyeonggi dan Busan. Seperti dilansir Bloomberg hari ini (Kamis, 3/11/2016), Menteri Keuangan Korsel Yoo Il-ho menyatakan akan membatasi penjualan kembali atas hak pembelian apartemen baru serta memperkuat persyaratan penawaran untuk apartemen baru di daerah-daerah tersebut. Pemerintah Korsel akan merevisi peraturan yang diperlukan secepatnya sehingga segala perubahan dapat diterapkan.

Lonjakan pada pasar properti Korea Selatan diperkirakan sebagai dampak suku bunga di level terendah serta pelonggaran batasan jaminan pinjaman pada 2014. Kondisi ini membuat resiko utang rumah tangga menjadi tinggi sehingga pemerintah membutuhkan kebijakan untuk menahan pertumbuhan, menyusul utang rumah tangga Korsel, termasuk pembelian kredit, meningkat hingga senilai 1.257,3 triliun won (US$1,1 triliun) akhir Juni 2016, tertinggi sepanjang masa. Sementara itu, harga pembelian rata-rata apartemen naik 1,9% di seluruh penjuru negara tersebut pada September dibandingkan dengan setahun sebelumnya.

Korsel telah membangun supertall alias gedung pencakar langit. Sekaligus tiga gedung dibangun, yaitu Landmark Tower (411,6 meter) dan dua menara lain masing-masing setinggi 339 dan 333 meter. Ketinggian ketiga supertall ini akan melampui Northeast Asia Trade Tower (NEATT) yang selama ini menjadi gedung tertinggi di Korsel. Berdasarkan ketinggian bangunan, gedung ini akan bersaing dengan Al Hamra Tower di Kota Kuwait, gedung nomor 20 tertinggi di dunia.

Ketiga supertall baru di Korsel itu semuanya berfungsi sebagai akomodasi wisata yang dibangun di kawasan khusus wisata HaeunDae – Busan. Kawasan ini dibangun oleh Haeundae Tourist Resort LCT senilai 2,7 triliun won atau sekitar Rp32,32 triliun.

Tingginya minat investor asing melirik pasar properti Korea, salah satunya adalah karena Korea sebagai salah satu destinasi wisata yang menarik. Negara ini menawarkan konsep wisata, bukan hanya keindahan alamnya tapi juga entertaiment yang menarik termasuk K-Pop sampai operasi plastik.

Pajak

Uniknya, sebagai negara yang sangat menghargai sejarah bangsanya, Korea Selatan membuat sebuah musem yang menyediakan informasi lengkap mengenai pajak di Korea Selatan. Museum pajak ini dibuka pada 5 Oktober 2002 lalu yang mengoleksi dan memamerkan berbagai hal yang berkaitan dengan pajak, serta pengoperasian berbagai program pajak.

Di museum ini juga diabadikan foto-foto dari pembayar pajak yang memperoleh penghargaan. Sudah empat tahun terakhir ini, NTS memberikan penghargaan kepada 33 para pembayar pajak setiap tahunnya. Penghargaan itu diberikan bukan hanya kepada pembayar pajak besar, tetapi karena mereka telah tulus membayar kewajiban perpajakannya dengan baik.

Korea Selatan berhasil menerapkan praktik e-government terbaik di dunia. Segala aspek pelayanan hampir tersentuk dengan elektronik. Melalui Nation Tax Service, Korea berhasil membuat inovasi baru di dalam hal pajak, dengan menciptakan Home Tax Service (HTS). Menggunakan kecanggihan teknologi dewasa ini, Korea mencoba menerapkan prinsip e-government di bidang pelayanan pajak.

Perpajakan Individu
Seorang asing bukan penduduk dapat memiliki properti Korea melalui ‘perseroan terbatas’ (YooHan hoesa). Ini tidak memerlukan pendaftaran perusahaan, hanya pendaftaran pajak dengan otoritas pajak. pendapatan sewa dapat diambil dari negara itu setelah pajak telah dibayar.

Pajak Penghasilan
Pendapatan diklasifikasikan menurut berikut: pendapatan umum, pendapatan pensiun, capital gain, dan pendapatan pajak secara terpisah oleh pemotongan. pendapatan global dikenakan pajak pada tarif progresif sementara pendapatan pensiun dan keuntungan modal yang dikenakan pajak secara terpisah pada tingkat yang berbeda dengan tarif minimum 6%.

Capital Gain Tax
Individu, termasuk perusahaan pribadi yang mendapatkan keuntungan saat menjual properti dikenakan Capital Gain Tax pada tingkat progresif. Laba kena pajak dihitung dengan mengurangi berikut dari jumlah bruto: biaya yang diperlukan (biaya akuisisi, peningkatan biaya, biaya transfer, dan belanja modal lainnya), pemotongan khusus untuk holding period, dan pemotongan standar untuk capital gain. Tidak ada penyesuaian inflasi pada capital gain.

Sumber : Wikipedia, Global Property Guide, dan berbagai sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here