BEAUTY SEMARANG

0
624

BEAUTY SEMARANG

Semarang adalah kota terbesar sekaligus ibu kota Provinsi Jawa Tengah, dan kota yang ramah kepada Wisatawan. Kota yang terletak di pesisir Utara ini menawarkan sejumlah destinasi wisata menarik dan mengagumkan. Mungkin waktu tak pernah berjalan di kota ini. Saat menjelajahi kota Semarang, kita akan melihat banyak bangunan-bangunan bersejarah masih tegak berdiri. Walau sebagian bangunan telah mengalami perubahan mengikuti peruntukan dan selera zaman, namun ada juga beberapa bangunan yang masih terjaga keasliannya, bagai tak terjamah waktu.  

Sejarah Semarang berawal kurang lebih pada abad ke-6 M dan merupakan bagian dari kerajaan Mataram Kuno. Pada tahun 1906 dengan Stanblat Nomor 120 tahun 1906 dibentuklah Pemerintah Kota Besar yang dikepalai oleh seorang Burgemeester (Wali kota). Dengan demikian, sangat wajar kota ini memiliki peninggalan icon landscape yang banyak.

Kawasan Kota Lama

Semarang merupakan citra visual yang menyajikan kemegahan arsitektur Eropa di masa lalu. Banyak berdiri bangunan-bangunan kuno nan eksotis dan megah peninggalan Kolonial Belanda, seakan menyimpan segudang cerita yang tak kan pernah habis dikisahkan. Di sekitar Kota Lama dibangun kanal-kanal air yang keberadaanya masih bisa disaksikan hingga kini, meski tidak terawat. Hal inilah yang menyebabkan Kota Lama mendapat julukan sebagai Little Netherland. Lokasinya yang terpisah dengan lanskap mirip kota di Eropa serta kanal yang mengelilinginya menjadikan Kota Lama seperti miniatur Belanda di Semarang.

Satu bangunan yang paling populer dan wajib dikunjungi saat mengunjungi Kota Lama Semarang yaitu Gereja Blenduk yang sudah berusia lebih dari dua setengah abad. Gereja yang memiliki nama asli Nederlandsch Indische Kerk dan masih digunakan sebagai tempat ibadah hingga kini menjadi Landmark Kota Semarang. Karena masyarakat pribumi yang kesulitan mengucapkan nama dalam bahasa Belanda pun akhirnya menyebutnya blenduk karena memiliki atap berbentuk kubah berwarna merah bata yang terbuat dari perunggu serta dua menara kembar di depannya.

 

Lawang Sewu

 

Kampung Eropa atau Little Netherland merupakan sebutan untuk wilayah yang dihuni oleh orang-orang Belanda di Kota Semarang. Banyak bangunan Belanda terdapat di Kota Semarang yang masih terawat hinggga kini salah satunya yakni Lawang Sewu (Seribu Pintu). Bangunan yang terletak di samping Tugu Muda semarang ini merupakan bangunan yang termasuk cagar budaya di Kota Semarang, Jawa Tengah. Berada di pusat kota Semarang dikelilingi bangunan dengan konsep yang lebih modern. Namun, bangunan ini tetap berdiri kokoh dan masih sempurna artistik dan keunikannya. Dahulunya, Lawang Sewu merupakan bangunan yang berfungsi sebagai kantor perkeretaapian jaman Hindia Belanda atau biasa disebut dengan Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS.

 

Nama Lawang Sewu di cetuskan bukan karena jumlah pintu yang terdapat pada bangunan ini berjumlah seribu pintu melainkan mereka menghitung banyaknya daun pintu pada bangunan yang mengandung aura mistis ini. Sejarah mencatat, bahwa pada era pemerintah Hindia Belanda membutuhkan sarana kantor yang strategis dan mampu menampung semua kegiatan lintas kereta api yang sangat komplek, karena kantor stasiun yang ada ternyata tidak lagi mencukupi untuk digunakan sebagai pusat stasiun dan kantor kereta api dan jika diperhatikan lorong-lorong di bangunan ini dibuat menyerupai gerbong kereta api.

Klenteng Sam Poo Kong

Keberadaan Klenteng Sam Poo Kong Semarang tak lepas dari sosok Laksamana Tiongkok bernama Zheng He. Menurut sejarah Laksamana Zheng He sedang mengadakan pelayaran menelusuri pantai Laut Jawa untuk tujuan politik dan dagang.Karena ada awak kapal yang sakit ia memutuskan untuk bersandar terlebih dahulu disebuah desa, yang bernama Simongan. Merasa nyaman di tempat itu, ia memutuskan untuk beberapa waktu menetap ditempat tersebut.

 

Namun karena harus melanjutkan perjalanan ia pun meninggalkan tempat tersebut, tapi banyak awak kapalnya yang menikah dengan warga setempat dan menetap di daerah Simongan. Tak heran sampai sekarang daerah Simongan banyak dihuni oleh penduduk keturunan Tiongkok.
Untuk mengenang jasa-jasa dari Laksamana Zheng He/Cheng Ho, penduduk setempat mendirikan sebuah Klenteng di sekitar gua tempat dimana ia sering menghabiskan waktu untuk bersemedi yang akhirnya disebut dengan Klenteng Sam Poo Kong atau Sam Poo Thay DJien. Keberadaan Klenteng Sam Poo Kong  Semarang ini memberikan inspirasi bagi berkembangnya berbagai legenda mengenai Kota Semarang. Tiap tahun bertepatan tanggal 29 Lak Gwee penanggalan Tionghoa, diadakan upacara ritual memperingati hari ulang tahun Sam Poo Tay Djien.

SEMARJAWI

Jalan-jalan naik bus wisata pastinya sangat menyenangkan. Kalau Bandung punya Bandros, Semarang di Jawa tengah punya Semarjawi. Bus tingkat ini siap mengantar traveler berkeliling di Kota Lama Semarang.

Semarjawi persembahan dari Telkomsel yang dihibahkan ke warga Semarang, diolah oleh swadaya. Desainnya mirip dengan trem Eropa Timur. Jika di kota lain, bus wisata biasanya memang membawa wisatawan keliling kota. Namun karena armadanya baru tersedia satu, Semarjawi hanya membawa wisatawan untuk tur di kawasan Kota Lama. Kawasan ini memang cukup luas, jadi dengan naik bus ini Anda tidak perlu capek jalan kaki.

Start dari Taman Srigunting samping Gereja Blenduk. Tiga titik berhentinya di kantor pos, Marabunta dan Gereja Katolik Gedangan. Yang merupakan gereja Katolik pertama di Semarang. Tur Kota Lama dengan Semarjawi berlangsung sekitar 40 menit. Traveler bisa duduk di lantai 1 atau 2, tapi yang jadi favorit memang kursi di lantai 2. Sebabnya, bagian atas bus tidak diberi atap dan traveler bisa lebih leluasa melihat pemandangan.

Selama perjalanan, ada seorang pemandu yang akan bercerita tentang sejarah berbagai bangunan kuno di kawasan Kota Lama. Semarjawi ini akan berhenti sekitar tiga menit di tiga titik, yaitu kantor pos, Gedung Marabunta yang dulunya dipakai sebagai teater, serta gereja Katolik Gedangan.

Semarjawi beroperasi setiap hari Selasa sampai Minggu, harga tiketnya Rp 10 ribu pada hari biasa dan Rp 15 ribu di akhir pekan. Pada hari Selasa hingga Minggu, bus beroperasi sejak sore hingga malam. Sedangkan Sabtu dan Minggu ada jadwal tur pukul 08.00 WIB pagi.

Kalau ingin perjalanan eksklusif sekeluarga atau bersama teman kantor, Semarjawi juga bisa disewa. Jika disewa, Anda bisa menentukan sendiri rute tempat wisata mana saja yang ingin dilewati.

Masjid Agung Semarang

Masjid Agung Jawa Tengah merupakan Masjid yang termegah dan juga terbesar di Jawa Tengah. Tepatnya Jl. Gajah Raya, Kelurahan Sambirejo, Semarang, sekitar 3,9 km dari Kantor Gubernur Jawa Tengah atau 3,2 km dari Simpang Lima, Semarang.

Bangunan yang memiliki arsitektur perpaduan Jawa, Arab dan Romawi ini dibuat oleh Ir. H. Ahmad Fanani pimpinan PT. Atelier Enam yang memenangi sayembara desain masjid.Bangunan utama masjid berbentuk Limas yang khas Jawa dengan puncak sebuah kubah berdiameter 20 meter dan di setiap sudut terdapat 4 buat menara setinggi 62 meter yang merupakan ciri khas masjid-masjid di tanah Arab.

Masjid yang megah ini merupakan salah satu lokasi wisata di Semarang yang cukup populer. Memiliki beberapa fasilitas yang lengkap seperti convention hall, kios souvenir, kios makanan, gedung perkantoran, perpustakaan, hotel, hingga sebuah menara yang dinamakan dengan Menara Asmaul Husna, yang mana ketinggiannya mencapai 99 meter serta memiliki 19 lantai yang terdiri dari 4 bagian utama. Lantai 1 untuk studio Radio Dais MAJT, lantai 2 untuk ruangan museum, yang berisi tentang perkembangan Islam di Jawa dan juga museum tentang pembangunan Masjid Agung Jawa Tengah, lantai 18 merupakan cafetaria, dan lantai 19 adalah gardu pandang. Dari keempat bagian dari menara MAJT bagian yang paling diminati oleh pengunjung adalah gardu pandang.

Secara umum Kota Semarang dapat dibilang sangat eksotis dan menjanjikan untuk objek wisata dan kaya akan Landmark Kota.(Jkt,30/7/2015){jcomments on}

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here