Batam Bakal Punya ‘Wajah’ Baru

0
274

Batam sudah lama dikenal sebagai pusat industri. Ini terlihat dengan agresifnya pembangunan kawasan industri, mulai dari Nagoya, Jodoh, hingga di wilayah Batam Center. Tidak ketinggalan, properti hunian pun bermunculan di atas lahan yang dikelolah oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam tersebut. Namun semakin terbatasnya area pemukiman, maka wilayah lain seperti Nongsa pun siap ‘menampung’ masyarakat yang hendak bermukim di sana. Bahkan Nongsa disebut bakal menghadirkan susana baru dengan model kehidupan baru di pulau ini, “New Face of Batam”.

“Nongsa memang ditetapkan sebagai kawasan pariwisata. Sehingga sejak tahun 1982 memang sudah ada pembangunan di sana. Dan sampai saat ini sudah ada beberapa pengembang properti yang menggarap lahan di sana,” ujar Kepala Kantor Pengelolaan Lahan, Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam), Imam Bachroni kepada Property and The City, belum lama ini.

Beberapa pengembang yang gencar menggarap potensial market hunian di sana, antaralain Sinar Mas Land (SML) dengan hunian mixed use Nuvasa Bay, Trias Jaya Propertindo (TJP Group) dengan kawasan prestisius The Scene Movie Town, dan pengembang asal Singapura KOP Properties dengan Montigo Resort (Residence dan Villa).

[Baca: TJP Group Kembangkan Kawasan Bertemakan Film Pertama Asia]

“Bahkan kami sempat menganggap wilayah ini bukan menjadi prioritas selama sekitar 15 tahun, tapi akhirnya kami mulai serius menggarapnya,” tegas CEO Strategic Development & Services Sinar Mas Land, Ishak Chandra.

Sebelumnya sejak tahun 1995 SML sudah membuka lapangan golf terbesar di Batam, yakni  Palm Spring Golf & Country Club seluas 110 ha. Kini kawasan tersebut diperluas menjadi 228 ha untuk mengembangkan hunian kelas atas dan mixed use bertaraf internasional.

“Kami hadir di sana, khususnya melalui Nuvasa Bay sebagai sebuah proyek besar karena kami melihat bahwa Batam sudah berkembang sangat maju dan karena Nongsa adalah salah satu daerah yang punya potensi besar di Batam. Tentunya arah pembangunan bukan hanya ke wisata, tapi juga kawasan hunian ekslusif,” jelas Ishak.  

[Baca: Kembangkan Nuvasa Bay, Sinar Mas Gandeng Perusahaan Singapura]

Rencananya proyek senilai Rp 9 triliun akan dikembangkan dalam tiga tahap pembangunan selama 15 tahun. Untuk tahap pertama diestimasi senilai Rp 4 triliun selama 5-7 tahun. Nantinya akan dibangun sebanyak 4.000 kondominium dan 1.100 rumah tapak. Hunian tersebut terintegrasi dengan fasilitas resort, komersial dan retail, edukasi, hospital, fasilitas permainan water & dry park, hotel, pusat kuliner, juga lapangan golf. 

“Saat ini sudah mulai pembangunan infrastruktur tahap 1, pusat wisata edukasi air “sea forest” dan juga temporary marketing gallery,” sambung Ishak.

Sudah lama dikenal sebagai kawasan wisata berkelas, bahkan hingga mancanegara, pemerintah pun tak tinggal diam mendukung melalui pembangunan infrastruktur. Bahkan BP Batam pun terus mengupayakan pengadaan jalan bebas hambatan outer ring road yang menghubungkan Batam Center sebagai pusat pemerintahan dengan Nongsa. Dengan adanya jalan tol tersebut, maka jarak tempuh yang semula sekitar 45 menit menjadi hanya sekitar 15 menit saja.

“Rencana jalan lingkar luar atau outer ring road dari Batam Center ke Nongsa memang menjadi komitmen kami untuk mengerjakannya. Kita tinggal menunggu waktu pelaksanaannya saja karena masih ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan,” tegas Imam. [pio]

Wow, Nongsa Akan Dikembangkan Sebagai Wajah Baru Pulau Batam
 
Batam sudah lama dikenal sebagai pusat industri. Ini terlihat dengan agresifnya pembangunan kawasan industri, baik di Nagoya, Jodoh, hingga di 
 
wilayah Batam Center. Tidak ketinggalan, properti hunian pun bermunculan di atas lahan yang dikelolah oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam 
 
tersebut. Namun semakin terbatasnya area pemukiman, maka wilayah lain seperti Nongsa pun siap ‘menampung’ masyarakat yang hendak 
 
bermukim di sana. Bahkan Nongsa disebut bakal menghadirkan susana baru dengan model kehidupan baru di pulau ini.
 
“Nongsa memang ditetapkan sebagai kawasan pariwisata. Sehingga sejak tahun 1982 memang sudah ada pembangunan di sana. Dan sampai saat 
 
ini sudah ada beberapa pengembang properti yang menggarap lahan di sana,” ujar Kepala Kantor Pengelolaan Lahan, Badan Pengusahaan 
 
Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam), Imam Bachroni kepada Property and The City, belum lama ini.
 
Beberapa pengembang yang gencar menggarap potensial market hunian di sana, antaralain Sinar Mas Land (SML) dengan hunian mixed use 
 
Nuvasa Bay, Trias Jaya Propertindo (TJP Group) dengan kawasan prestisius The Scene Movie Town, dan pengembang asal Singapura KOP 
 
Properties dengan Montigo Resort (Residence dan Villa).
 
[Baca: TJP Group Kembangkan Kawasan Bertemakan Film Pertama Asia]
 
“Bahkan kami sempat menganggap wilayah ini bukan menjadi prioritas selama sekitar 15 tahun, tapi akhirnya kami mulai serius menggarapnya,” 
 
tegas CEO Strategic Development & Services Sinar Mas Land, Ishak Chandra.
 
Sebelumnya sejak tahun 1995 SML sudah membuka lapangan golf terbesar di Batam, yakni  Palm Spring Golf & Country Club seluas 110 ha. Kini 
 
kawasan tersebut diperluas menjadi 228 ha untuk mengembangkan hunian kelas atas dan mixed use bertaraf internasional.
 
“Kami hadir di sana, khususnya melalui Nuvasa Bay sebagai sebuah proyek besar karena kami melihat bahwa Batam sudah berkembang sangat 
 
maju dan karena Nongsa adalah salah satu daerah yang punya potensi besar di Batam. Tentunya arah pembangunan bukan hanya ke wisata, tapi 
 
juga kawasan hunian ekslusif,” jelas Ishak.  
 
[Baca: Kembangkan Nuvasa Bay, Sinar Mas Gandeng Perusahaan Singapura]
 
Rencananya proyek senilai Rp 9 triliun akan dikembangkan dalam tiga tahap pembangunan selama 15 tahun. Untuk tahap pertama diestimasi 
 
senilai Rp 4 triliun selama 5-7 tahun. Nantinya akan dibangun sebanyak 4.000 kondominium dan 1.100 rumah tapak. Hunian tersebut terintegrasi 
 
dengan fasilitas resort, komersial dan retail, edukasi, hospital, fasilitas permainan water & dry park, hotel, pusat kuliner, juga lapangan golf. 
 
“Saat ini sudah mulai pembangunan infrastruktur tahap 1, pusat wisata edukasi air “sea forest” dan juga temporary marketing gallery,” sambung 
 
Ishak.
 
Sudah lama dikenal sebagai kawasan wisata berkelas, bahkan hingga mancanegara, pemerintah pun tak tinggal diam mendukung melalui 
 
pembangunan infrastruktur. Bahkan BP Batam pun terus mengupayakan pengadaan jalan bebas hambatan outer ring road yang menghubungkan 
 
Batam Center sebagai pusat pemerintahan dengan Nongsa. Dengan adanya jalan tol tersebut, maka jarak tempuh yang semula sekitar 45 menit 
 
menjadi hanya sekitar 15 menit saja.
 
“Rencana jalan lingkar luar atau outer ring road dari Batam Center ke Nongsa memang menjadi komitmen kami untuk mengerjakannya. Kita tinggal 
 
menunggu waktu pelaksanaannya saja karena masih ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan,” tegas Imam. [pio]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here