APA MISI WANITA INI?

0
208

PEONY TANG, DIREKTUR SOUTHCITY

Ia punya gelar di bidang keuangan dan real estate yang membuatnya dipercaya memegang bisnis dan proyek di SouthCity. Ingin tahu apa misinya ketika ikut menciptakan GoWork buat para startup yang sedang tumbuh di Indonesia.

Cantik, muda, anggun, tetapi siapa sangka analisanya terkait kondisi properti tidak kalah tajam dari para pengamat properti yang dahinya sudah berkerut-kerut. Itulah Peony Tang, Direktur SouthCity, ketika ditanya kondisi properti terkini di tanah air. Ia menjawab dengan panjang lebar dan meyakinkan, yang mengesankan wanita ini paham kondisi properti terkini dan selalu up date mengikuti perkembangan ekonomi nasional.

Coba simak ketika ditanya kondisi properti pasca pilpres 2019. Analisa Peony bahkan dimulai dari tahun 2015. Menurutnya, tren sektor properti nasional melambat sejak 2015, ketika pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat, dan nilai rupiah depresiasi terhadap dolar AS. Ini membuat sentimen dan confidence dari para investor menurun. Imbasnya penjualan properti ikut melambat dan belum sepenuhnya pulih. Saat belum pulih, Indonesia memasuki masa tahun politik yaitu pilpres 2019, dan ini berdampak pada sentimen pembeli properti. Untuk kondisi saat ini, papar Peony, dengan pertumbuhan GDP Indonesia yang cenderung stabil setiap tahunnya dengan kisaran 5,2 hingga 5,3 persen, angka ini sudah jauh lebih baik ketimbang pertumbuhan ekonomi tahun 2015 yang sebesar 4,8 persen. Meskipun belum setinggi pertumbuhan tahun 2011 yang mencapai 6,8 persen. Kondisi saat ini cukup mengindikasikan Indonesia sedang dalam perekonomian yang membaik. Pemerintah juga menargetkan inflasi pada kisaran 3 hingga 5 persen, tetapi pada Maret 2019, inflasi merosot ke level terendah sejak 2009 di angka 2,5 persen. Batas suku bunga mencapai titik tertinggi 7,5 persen pada 2016.

Peony menyebut keputusan pemerintah menurunkan pemotongan suku bunga dinilai bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi menjadi 6 persen pada Maret 2019. Sementara mata uang rupiah relatif stabil di awal 2019. Dukungan juga datang dari kelonggaran aturan rasio LTV mulai terhitung 1 Agustus 2018. Ini berimbas pada kembalinya daya beli masyarakat terhadap properti. Seiring dengan berlakunya kebijakan pelonggaran rasio LTV, nilai DP yang harus dibayarkan oleh konsumen juga menjadi lebih rendah.

BI telah menaikkan suku bunga acuan dari 4,25 persen menjadi 6 persen sepanjang tahun. Kenaikan suku bunga acuan tersebut mendorong perbankan juga menaikkan suku bunga kredit. Apalagi kenaikan suku bunga acuan BI ini membuat bank juga harus menaikkan bunga deposito. Faktanya sejumlah bank justru masih tetap mempertahankan suku bunga kredit termasuk KPR dan KPA.

Analisa Peony berlanjut ke soal infrastruktur yang kini menjadi isu nasional paling hangat. Menurutnya, pemerintah telah berjanji untuk berinvestasi dalam infrastruktur seperti pembangunan akses jalan tol dan non tol, serta pembangunan transportasi massal MRT dan LRT, perluasan jangkauan Trans Jakarta. MRT pertama di Jakarta selesai pada bulan Maret 2019 dan telah beroperasi penuh. Rencana ke depan untuk memperluas infrastruktur MRT ke daerah pinggiran kota akan sangat bermanfaat bagi banyak proyek yang berorientasi transit dan pengembangan properti.

Lantas dengan analisa di atas, seberapa besar tantangan penjualan apartemen di SouthCity. Peony mengakui tantangan tersulit yang dihadapi adalah mengelola momentum di SouthCity. Pasalnya, sektor properti di Indonesia melambat sejak tahun 2015 dan volume penjualan belum sepenuhnya pulih. Tetapi dengan menjaga momentum itulah The Parc yang menjadi proyek apartemen pertama di kawasan SouthCity, mampu menjual 60 persen dari total unit The Parc sejak meluncurkan Summer Tower pada April 2019. “Menjaga momentum dan kerja keras seluruh tim dari SouthCity,” ujar Peony.

SouthCity merupakan kawasan terpadu seluas 55 hektar yang akan diisi hunian landed house, apartemen, ritel, komersial, pusat perbelanjaan, perkantoran hingga hotel. Tiga produk properti yang tengah dikembangkan dan dipasarkan saat ini, yakni rumah tapak dua lantai Fortunia Residences, kemudian kawasan ritel SoutCity Square, serta The Parc.

“Kami bersyukur, pelaksanaan serah terima unit SouthCity Square sesuai target dan tepat waktu. Ini menunjukkan komitmen kuat kami untuk para investor dan pengguna akhir yang telah mempercayakan investasinya kepada kami,” ujar ibu dua anak ini.

Gelar Ganda

Peony patut beryukur karena ia bergabung dengan PT Setiawan Dwi Tunggal, selaku pengembang SouthCity sejak tahun 2017. Tahun itu adalah masa-masa properti sedang sulit yang dimulai tahun 2015 hingga 2019 ini. Tetapi tangan dingin Peony mampu menjaga momentum penjualan SouthCity ditengah situasi seperti ini. “Salah satu tantangan tersulit yang saya hadapi adalah mengelola momentum dan laju pembangunan di SouthCity, mengingat sektor properti di Indonesia melambat sejak 2015 dan volume penjualan belum sepenuhnya pulih,” ujarnya.

Bisa dimaklumi kalau kemudian wanita yang menyabet gelar ganda di bidang keuangan dan real estate dari Wharton School of Business di University of Pennsylvania, diberi kepercayaan oleh PT Setiawan Dwi Tunggal untuk mengawasi berbagai divisi di perusahaan seperti keuangan, akutansi, pajak, desain serta perencanaan, proyek, hingga pemasaran dan penjualan.

Apalagi Peony pernah berkarir di luar negeri yang makin mempertajam kemampuan bisnisnya. Sejak lulus dari bangku kuliah tahun 2009, ia sudah bekerja di The Blackstone Group di Hong Kong, sebuah perusahaan real estate private equity fund terbesar di dunia dengan asset lebih dari 140 miliar dolar AS. Setelah meninggalkan The Blackstone Group, ia pindah ke sebuah perusahaan firma ekuitas bernama Quvat di Singapura. Setelah cukup berkarir di Singapura ia pulang ke Indonesia untuk selanjutnya berlabuh di SouthCity. Proyek pertamanya adalah mengawasi pembangunan SouthCity Square yang merupakan proyek ruko pertama di kawasan SouthCity.

Walaupun bidang keuangan juga dikuasai, tetapi bagi dirinya sektor properti memberikan kebanggaan tersendiri. Bisa membangun rumah untuk banyak orang serta membentuk lingkungan tempat mereka membesarkan keluarganya adalah sesuatu yang berarti bagi seorang Peony. Ini ia temukan di SouthCity yang menurutnya tidak hanya membangun properti tetapi juga ingin meningkatkan kehidupan orang-orang yang tinggal di properti yang dibangunnya.

Sukses menciptakan produk yang bisa dibanggakan, tidak hanya memberikan kebahagian bagi pihak pengembang tetapi juga pihak konsumen, dan ini ia dapatkan di proyek SouthCity. Peony mengaku terinspirasi filosofi dari Anthony Hitt, Presiden dan CEO Engel and Volkers Americas. Menurut Anthony, untuk menjadi sukses di bidang real estat, Anda harus selalu dan secara konsisten mengutamakan kepentingan klien Anda. Ketika Anda melakukannya, kebutuhan pribadi Anda akan terwujud di luar harapan terbesar Anda.

Pendiri GoWork

Wanita yang mengaku menggemar dan penikmat kaligrafi ini rupanya punya kepedulian terhadap para startup yang butuh ruang untuk beraktivitas yang disebut co-working space. Peony tercatat salah satu yang menciptakan GoWork. Konsep GoWork lahir dari keinginan membangun ruang kerja bersama yang mengutamakan para anggota yang tergabung dalam GoWork.

“Ruang yang Tujuan utamanya adalah untuk memfasilitasi koneksi dan kolaborasi, dengan menyediakan jaringan alat dan dukungan untuk membantu bisnis tumbuh serta berkembang,” ujar Peony.

Menurutnya dengan lebih dari 2200 perusahaan baru di Indonesia hari ini, dan lebih dari 1000 yang akan hadir. Ini artinya akan banyak permintaan dari perusahaan startup di Indonesia akan ruang kerja yang menawarkan kecepatan dan fleksibilitas. Di GoWork, lanjut Peony, berkomitmen untuk membangun ruang kerja yang menginspirasi para seniman, pencipta, dan pengusaha mencapai tingkat kesuksesan yang baru. “Sederhananya misi kami adalah untuk membantu tenant tumbuh berkembang,” ujar Ibu yang memiliki dua anak berusia 3 tahun dan 6 bulan ini.

GoWork memiliki 16 lokasi yang terletak di lokasi yang sangat strategis serta tersebar di kota-kota besar Indonesia seperti Jakarta, Bali, dan Surabaya dengan total 30.000 m2. GoWork adalah salah satu co-working space terbesar di Indonesia, dan berada di beberapa lokasi yang memberikan kemudahan akses bagi anggota yang terkendala dengan lalu lintas serta kemacetan di Jakarta setiap hari.

Ruang kerja yang ditawarkan Peony di GoWork memiliki konsep desain terbuka dan modern. Memadukan ruang komunal, ruang kerja bersama, dan kantor pribadi dengan memaksimalkan cahaya alami dan ruang terbuka. Menganyam di area publik di seluruh area, dan mengganti dinding kantor dengan partisi kaca.

Dalam kisahnya soal GoWork, Peony bercerita bagaimana ia merancang dengan cermat dan rapih ruang co-working space. Ia menggabungkan co-working space kelas dunia dengan desain kursi ergonomis tetapi tetap nyaman. Ditambah area lounge yang Instagram-able dan area umum yang mendukung berkomunitas dan berkolaborasi.

“Passion saya adalah menciptakan ruang yang indah dan menginspirasi bagi orang untuk bermain, bekerja dan tinggal. Sejak muda, saya selalu menyukai desain dan bisnis. Sekarang sebagai pengembang, saya dapat menggabungkan passion saya untuk desain dengan aspek bisnis,” ujar Peony.

Dalam soal desain, ujar wanita yang punya hobi merangkai bunga ini, datang dari ibunya yang memiliki selera yang baik untuk desain. Sedangkan gairah di real estate datang dari ayahnya yang telah memperkenalkan properti sejak kecil. Kebetulan ayahnya adalah seorang pengusaha.

“Kesuksesan sekarang yang saya dapatkan tidak lepas dari pengaruh dari ayah saya. Sehingga saya berterima kasih kepada ayah saya karena selalu memberikan kebijaksanaan terutama pada saat saya menghadapi situasi dan tantangan yang sulit di tempat kerja,” ujar Peony.

Ia juga tidak lupa pesan orang tuanya yang masih teringat sampai saat ini. “Ketika Anda menghadapi masa-masa sulit, tantangan itu tidak dikirim untuk menghancurkan Anda. Sebaliknya masa-masa sulit tersebut terjadi untuk mempromosikan, meningkatkan dan memperkuat Anda dari sebelumnya.” ● (Hendaru, Pius Klobor)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here