Ada Menara Perkantoran Baru di SCBD Sudirman, Mulai Rp450 Ribu

0
339

Developer real estate Farpoint yang juga merupakan bagian usaha dari Gunung Sewu Group menandai berakhirnya pengerjaan konstruksi pembangunan Sequis Tower. Seremoni tutup atap digelar di lokasi proyek, dalam Kawasan Niaga Terpadu Sudirman (SCBD), Jalan Sudirman, Jakarta Senin (8/5/2017) dan dihadiri jajaran manajemen Sequis Tower, dan Gunung Sewu Group.

[Baca: Optimis 2017: FARPOINT Bangun Menara Lagi]

Presiden Director PT Prospero Realty (Sequis Tower) Dougie Crichton mengatakan, seiring dengan pertumbuhan bisnis di Jakarta, maka Sequis Tower dihadirkan sebagai sebuah bangunan pencakar langit premium yang mewakili generasi baru dari sebuah gedung perkantoran International Grade A. “Ini tentu bertujuan untuk meraih sertifikat Leadership in Energy and Environmental Design (LEED) Platinum sebagai wujud komitmen terhadap lingkungan, yang tercermin dari konsep dan desain bangunan ini,” kata Dougie.

Menara perkantoran ini dibangun setinggi 39 lantai dengan 34 lantai diantaranya digunakan sebagai perkantoran. Adapun berbagai jenis ruang kantor tersedia di Sequis Tower ini, seperti kantor eksekutif, trading floors, dan beragam ritel, butik, serta restoran. Ada pula executive education center, ruang serba guna, juga pusat kebugaran.

Jumlah perkantoran yang nantinya disewakan, sebut Head of Project Farpoint Mulyadi Janto adalah sebanyak 78 ribu meter persegi. “Harga sewa perkantoran ini sekitar Rp450 ribu per meter persegi,” tambah Mulyadi.

Sequis Tower dikembangkan atas hasil kolaborasi dengan beberapa konsultan internasional, seperti Turner International sebagai manajemen konstruksi, Kohn Pedersen Fox Associates (KPF) sebagai arsitek desain utama, Thornton Tomasetti sebagai insinyur struktural, dan beberapa lainnya. Sementara Total Bangun Persada ditunjuk sebagai kontraktor utama.

Terkait tertekannya pasar properti sebagaimana yang dirilis beberapa pengamat belakangan ini, Robert C Whitlock, Principal KPF mengatakan bahwa menara perkantoran ini dibangun dengan standar internasional sehingga punya pasar tersendiri.

“Segmen premium tidak begitu terpengaruh oleh tekanan pasar saat ini, apalagi kami desain bangunan ini sesuai dengan standar internasional,” tegasnya.

Bahkan beberapa tenat dan perusahaan multinasional telah memastikan akan menyewa dan menggunakan ruang perkantoran dan ritel Sequis Tower. Meski tak menyebut secara jelas nama perusahaan/tenant tersebut, namun Dougie memastikan bahwa Sequis Tower akan menjadi pilihan menarik karena akan menciptakan sebuah landmark baru dan unik di langit Jakarta.

“Sudah sekitar 40 persen lebih tersewakan,” ungkapnya.

Sequis Tower dibangun dengan dana investasi senilai Rp2,5 triliun dan ditargetkan mulai beroperasi pada Juli 2018. [Pio]

 

“Kunjungi pameran properti online di www.propertipedia.asia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here