5,7 Juta Wisman Masuk Bali, Surga Bagi Investor Properti

0
497
Lavaya Nusa Dua-Bali
Wita Wijaya, Sales Supervisor Lavaya Nusa Dua Bali (kiri) dan Indra Saktiadi, GM Marketing Communication Lavaya Nusa Dua Bali (kanan) usai memberikan keterangan kepada awak media di Gama Tower, Jakarta Selatan, Jumad (18/1/2019)./ Foto: Ganda Land

Bali sudah tidak asing bagi wisatawan dari berbagai negara. Keindahan alam dan budayanya telah menarik jutaan wisatawan asing masuk ke Pulau Dewata itu.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) melalui pintu masuk Bandara Ngurah Rai Bali sepanjang Januari-November 2018 mencapai 5,7 juta orang atau 43% dari total 13,42 juta wisman ke Indonesia.

Selain Pantai Kuta, ada Pantai Tanjung Benoa yang belakangan paling sering dikunjungi wisatawan. Pantai ini dianggap lebih aman dengan kondisi ombak yang tidak terlalu tinggi karena lokasinya berada di tengah-tengah teluk.

Baca: 2019, Saat Tepat Investasi Lahan di Bali

Oleh karena keunggulannya itu, Pemerintah pun mensuport dengan pembenahan dan membangun infrastruktur penunjang sektor pariwisata. Setidaknya ada dua proyek infrastruktur sekala besar yang kini tengah dibangun Pemerintah, yaitu Tol Bali Mandara dan perluasan juga renovasi Bandara Ngurah Rai.

Untuk jalan tol, dibangun di atas laut yang akan menghubungkan langsung wilayah segi tiga emas Teluk Benoa ke Bandara Internasional Ngurah Rai, Pelabuhan Benoa, dan kawasan Nusa Dua. Sementara bandara akan diperluas dengan kapasitas menjadi 25 juta penumpang per tahun dari sebelumnya hanya 8,5 juta penumpang per tahun.

Pun demikian soal akomodasi bagi wisman, Pemerintah bekerjasama dengan developer swasta untuk terus membangun hotel, apartemen sewa dan penginapan lainnya.

Lavaya

Salah satu proyek properti prestisius yang juga dihadirkan untuk menjawab tingginya kebutuhan tersebut adalah Condovilla (Condominium & Villa) bertajuk “Lavaya” di Tanjung Benoa, Nusa Dua, Bali. Proyek dengan total investasi sekira Rp1 triliun dibangun di lahan seluas 2,3 hektar.

Proyek ini dikembangkan oleh PT Properti Bali Benoa yang merupakan bagian dari Ganda Land Group. Nama pengembang diambil dari nama pemegang saham mayoritas, Ganda Sitorus.

Salah satu proyek properti tersohor telah dibangun, yakni Gama Tower di Jalan HR. Rasuna Said Kuningan, Jakarta Selatan. Gama Tower merupakan gedung tertinggi di Indonesia yang mencapai 64 lantai atau setinggi sekitar 288,6 meter, mengalahkan rekor gedung tertinggi yang sudah lama dipegang oleh Wisma BNI 46 setinggi 262 meter.

Kini, Lavaya Nusa Dua-Bali menjadi proyek prestisius berikutnya, sekaligus juga proyek perdana di bawah bendera Ganda Land.

Produk Investasi

Lavaya Nusa Dua-Bali merupakan proyek privat serta premium residence & resort pertama yang ada di kawasan Tanjung Benoa. Gedung setinggi enam lantai ini dibandrol sangat kompetitif mulai dari Rp1,3 hingga Rp1,7 miliar per unit.

“Proyek ini sudah kami bangun sampai lantai 6, lantai teratas. Sehingga bukan lagi akan tapi sudah ada,” ujar Indra Saktiadi, GM Marketing Communication Lavaya Nusa Dua – Bali kepada awak media di Gama Tower, Jakarta, Jumad (18/1/2019).

Properti investasi ini dibangun oleh PT Adhi Persada Gedung (APG) sebagai main contractor. Ganda Land juga melakukan kerjasama dengan operator hotel internasional ternama yaitu AC Hotels Marriott yang ditekan pada Oktober 2018 silam.

Indra mengatakan, Lavaya dibangun untuk memenuhi permintaan turis lokal maupun mancanegara yang punya standar tinggi. Proyek ini ditawarkan melalui tiga bentuk residensial, yaitu pertama, Private Residence (apartemen) bagi konsumen dengan mengedepankan privacy tinggi.

Baca: Pengembang Harus Lakukan Strategi ‘Membumi’, Hindari Market Mismatch

Kedua, Premium Residence (Condovilla) yang bisa dimiliki secara bersama (skema pembagian LOT). Skema penawaran ini dikelola oleh manajemen Lavaya selama 30 tahun. Ketiga adalah Hotel yang ditangani langsung AC Hotels Marriott.

“Condovilla juga bisa dimiliki perseorangan. Dan ini sudah fully furnished,” ungkap Indra.

Adapun apartemen tersedia sebanyak 583 unit, condovilla 153 unit dan 278 kamar hotel. Properti ini dijual dengan harga promo awal tahun mulai Rp23,8 juta per meter persegi.

ROI 8 Persen

Mengawali tahun 2019, Ganda Land gencar menggenjot penjualan bahkan dengan promo menarik. Diantaranya untuk kepemilikan unit LOT A (Easy Owned Scheme A), dengan harga hanya Rp118 jutaan dan buyback guarantee 30 tahun. Sedangkan paket kepemilikan LOT B (Easy Owned Scheme B) seharga Rp65 jutaan dan buyback guarantee 10 tahun.

Program kepemilikan LOT A dan B dapat diangsur selama kurun 36 bulan dan angsuran sangat ringan. Mulai Rp1,8 jutaan sudah dapat memiliki investasi berupa properti Premium Residence di Tanjung Benoa, Bali.

“Cicilannya sangat ringan bahkan tanpa DP tanpa bunga. Sangat cocok bagi investor pemula,” ungkap Indra.

Lebih lanjut, kata dia, bagi pemilik LOT A maupun B akan mendapatkan return on investment (ROI) masing-masing sebesar 8% pada tahun 1 dan 2. Sementara tahun ke-3 hingga tahun ke-30 diberikan profit sharing 70% untuk pemilik dan 30% untuk manajemen Lavaya.

Baca: 5 Hal Ini Perlu Anda Ketahui Sebelum Berinvestasi Pada Properti

“Banyak keuntungan yang didapatkan para pemilik unit Condovilla Lavaya. Tentunya ada keuntungan dari kenaikan harga properti juga dari sewa unit,” sebutnya.

Lavaya Nusa Dua-Bali yang berada di antara antara Nusa Dua dan Kute menyajikan view Teluk Benoa juga patung Garuda Wisnu Kencana, serta sunset di balik gemerlap lampu jalan Tol Laut Bali.

Proyek ini dipastikan sudah beroperasi penuh pada awal 2021, termasuk hotel. Sementara apartemen dan condovilla sudah beroperasi lebih awal di 2020.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here