4 TAMAN YANG NYAMAN

0
349

SYNTHESIS HOMES

Dekat dengan Stasiun MRT Lebak Bulus bakal jadi nilai lebih Synthesis Homes. Apalagi ditambah dengan 4 taman tematik yang membuat nyaman penghuninya.

Lesunya bisnis properti sejak akhir tahun 2018 dan memasuki tahun 2019, imbas tahun politik, tidak membuat pengembang “mati angin”. Jangan lupa, kelompok end user nyaris tidak terpengaruh kondisi saat ini karena kelompok ini membeli untuk memenuhi kebutuhan dasar memiliki rumah pertama. Artinya, kebutuhan rumah tetap tinggi untuk segmen tertentu. Ini yang membulatkan tekad Synthesis Development untuk tetap menghadirkan proyek terbarunya yaitu Synthesis Homes.

Synthesis Homes adalah proyek landed house kedua dari Synthesis Development setelah sebelumnya meluncurkan Green Synthesis Pontianak di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Menurut Budi Yanto Lusli, President Director Synthesis Development, pihaknya melihat peluang rumah tapak tetap diminati oleh beberapa kalangan. Perkembangan gaya hidup di masyarakat menuntut kebutuhan terhadap penyediaan rumah tapak yang ramah teknologi terus meningkat.

Synthesis Homes dikembangkan di lahan seluas 4,7 hektar di kawasan, Ciputat, Tangerang Selatan, yang merupakan proyek kolaborasi dengan PT Anugerah Efod Sempurna. Lokasi perumahan hanya berjarak 2 km dari Stasiun MRT Lebak Bulus. Ini sebuah keuntungan bagi Synthesis Homes karena MRT fase pertama Lebak Bulus-Bundaran HI sudah beroperasi sejak Maret kemarin. Akses ke dekat moda transportasi massal inilah yang
dibidik oleh Synthesis Homes untuk kaum urban.

“Synthesis Homes berada di jalur penghubung utama dengan kawasan sentra bisnis Sudirman dan sekitarnya. Juga dekat dengan CBD TB Simatupang, Pondok Indah hingga Bintaro,” ungkap Andreas Pangaribuan, Sales and Marketing Manager Synthesis Homes.

Selain akses ke Stasiun MRT Lebak Bulus dekat, fasilitas umumnya lainnya dalam jangkauan Synthesis Homes, seperti pusat belanja dan gaya hidup Cilandak Town Square, Pondok Indah Mall dan Bintaro XChange Mall. Fasilitas pendidikan, seperti HighScope Indonesia, Jakarta International School, dan Prasetya Mulya Business School. Kemudian fasilitas kesehatan, yakni Rumah Sakit Mayapada, Siloam, dan RSUP Fatmawati.

Taman Tematik

Synthesis Homes dibangun dengan konsep smart home, seperti CCTV, switch lampu dan AC. Termasuk jaringan internet sehingga penghuni rumah bisa memantau dan mengontrol rumah kapan dan dimanapun dari jarak jauh secara otomatis. Dengan konsep tersebut, menurut Imron Rosyadi, General Manager Synthesis Development, akan kembali menggairahkan pasar perumahan di selatan Jakarta. “Generasi melek teknologi tentunya sangat menyukai konsep hunian smart home di Synthesis Homes,” kata Imron.

Selain menghadirkan sisi hunian dengan smart home, pihak pengembang juga peduli terhadap lingkungan yang nyaman di Synthesis Homes. Lingkungan yang nyaman tentu membawa kesehatan bagi penghuninya. Tidak tanggung-tanggung di dalam kawasan Synthesis Homes tersedia empat taman tematik yang diberi nama Green Park, Edu Park, Sport Park, dan Fun Park.

Green Park akan menjadi tempat untuk menikmati waktu yang berkualitas bersama keluarga di tengah segarnya lingkungan yang hijau. Di Green Park ada tempat bermain untuk anak serta area barbeque. Sementara di Edu Park akan disediakan meja dan kursi untuk belajar, serta public wifi. “Sport Park, sesuai namanya, akan menjadi kawasan untuk berolahraga, dan Fun Park, yang bisa menjadi sarana para penghuni untuk bersosialisasi dengan nyaman,” papar Imron.

Ada 267 unit rumah dua lantai yang ditawarkan Synthesis Homes dengan berbagai tipe. Tipe Paras (6×10 m, luas tanah 60 m2 dan bangunan 73 m2) serta Candi (6×12 m, luas tanah 72 m2 dan bangunan 91 m2). Soal harga tentu Synthesis Homes siap bersaing dengan perumahan lainnya yang punya tipe sama. Saat ini Synthesis Homes dijual mulai Rp1,1 miliar (early bird price mulai Rp900 jutaan).

Untuk meringankan calon pembeli, pengembang menyediakan berbagai kemudahan cara bayar, seperti DP 20 persen dapat diangsur 4 kali. “DP 10 persen juga bisa asalkan disetujui oleh bank,” kata Imron, sembari menambahkan, pihaknya tengah melakukan penjajakan dengan beberapa bank untuk skema KPR. Alternatif lainnya jika mencicil langsung ke developer maka dapat diangsur sebanyak 24 kali. Sedangkan cara bayar cash keras dengan angsuran 6 kali.

Pemesanan Synthesis Homes sudah dibuka melalui skema NUP (Nomor Urut Pemesanan) sejak Minggu ke-3 April 2019 lalu. Synthesis Homes menerapkan dua sistem pada skema NUP-nya. Pertama, NUP senilai Rp10 juta yang sifatnya non-refundable (uang pemesanan tidak dapat dikembalikan). Kelebihannya, para pemesan bisa memilih unit yang ia inginkan dan memperoleh diskon. Sistem NUP yang kedua senilai Rp5 juta bersifat refundable (uang pemesanan dapat dikembalikan), tetap mendapat diskon, hanya saja tidak bisa memilih unit lebih dulu.

“Kami juga memfasilitasi para peminat Synthesis Homes untuk dapat melakukan pemesanan unit melalui berbagai cara, seperti via chat, telepon, email, juga aplikasi Tanda Minat Online melalui smartphone,” kata Imron.

Sejak dibuka presale untuk fase pertama sejumlah 97 unit pada 22 April 2019 lalu, sudah hampir 50 persen unit terjual. Proses pembangunan Synthesis Homes rencananya akan dimulai Juli tahun ini. [Pius Klobor] ●

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here